ELFARIZI

BERBAGI, BERCERITA.

Blackberry

Hari ini seorang teman sedang berbunga-bunga hatinya. Menurutnya, hari ini dia semakin yakin betapa besarnya kuasa Allah atas perbuatan hamba-Nya. Kemana aje, lu, baru sadar!:mrgreen: Tapi, boleh diakui, pengalamannya bukan sekadar jadi kepuasan dia semata, melainkan jadi inspirasi dan pelajaran bagi teman-temannya yang lain, termasuk saya. Jadilah, kami tadi menyimak kultum dadakan dari dia. Tapi, mendinglah ya, daripada nonton kultum di TV yang banyak diselingi banyolan-banyolan gak penting.

Ceritanya bermula dari hari kemarin. Saat saya dan teman-teman pada ngumpul, kami  membuat rencana untuk mengadakan acara buka bersama bareng anak yatim. Setelah semua menyanggupi dan menentukan segala persiapannya, kami pun sepakat untuk berpatungan dengan nominal alakadarnya. Lalu, seorang teman (sebut saja Doni) membuat keputusan mengejutkan! Dia mengeluarkan uang dengan nominal yang cukup besar, bahkan lima kali lipat dari nilai patungan yang disepakati. Kenapa mengejutkan? Karena kami semua telah mengenal Doni sejak lama. Dia baru saja lulus kuliah dan belum punya pekerjaan. Singkat kata, dia juga jarang punya duit (maaf, ya, Don, gue jujur! :mrgreen:)

Hari ini, kami mengunjungi festival nasyid sambil buka puasa bersama di sebuah mal. Nah, di akhir acara, di acara tersebut ada pembagian door prize. Semua pengunjung, termasuk saya dan teman-teman, siap-siap donk buat ikutan door prize. Nah, saat MC di acara itu meminta tiga orang pengunjung untuk maju ke depan, semua orang pada angkat tangan, termasuk saya. Eh, ternyata si Doni-lah salah satu yang beruntung ditunjuk MC untuk maju.

Alhasil, ketiga pengunjung, termasuk Doni, ditanyai pertanyaan-pertanyaan aneh. Meski jawabannya juga ngaco, ketiga pengunjung beruntung itu disuruh memilih hadiah dari MC. Hadiah termahal adalah sebuah Blackberry yang harganya Rp 2,6 juta. Sedangkan hadiah termurah itu cuma merchandise dari salah satu sponsor. Dan … ternyata si Doni-lah yang beruntung dapat Blackberry itu. Prok prok prok, semua pengunjung bertepuk tangan. Saya dan teman-teman pun ikut bertepuk tangan dengan mata berkaca-kaca. Bukan terharu, sih, tapi pada sirik sama Doni.

Selepas buka dan hendak tarawih, kami sempat kumpul dulu untuk sekadar bermuhasabah. Dan, harapan kami pun dapat kecipratan rezekinya Doni. Minimal ditraktir dari nominal Blackberry barunya itu yang harganya Rp 2,6 juta. Ah, lagi-lagi, urusan duit, Doni memang paling gak bisa diharapkan di antara kami. Dia bilang, dia cuma punya duit yang pas buat ongkos pulang kampungnya kelak. Lah, kami gak habis pikir, kenapa kemarin dia menyumbangkan semua duitnya kalau gitu? Tapi, ya, kami pun turut berbahagia dengan rezeki nomplok yang didapat Doni.

Saat Doni didaulat untuk memberi sambutan dan ucapan syukurnya, dia bilang begini …

“Sebetulnya, saya punya uang dari fee waktu bantu-bantu acara di sebuah event organizer. Kemarin, pas dengar kalian mau bikin buka bersama bareng anak yatim, tiba-tiba saja ada keinginan saya buat nyumbang. Dari yang biasanya saya mikir-mikir kalau sedekah, entah kenapa kemarin sedikit pun gak ada pertimbangan, berapa nominal yang harus saya sumbangkan. Pas buka dompet dan nemu uang sebanyak kemarin, gak tahu kenapa saya memberikan uang itu tanpa beban sedikit pun. Mungkin, hari ini saya dapat rezeki yang kalau dihitung, lima kali lipat dari nominal yang saya sedekahkan. Alhamdulillah, ternyata Allah Maha Adil. Betul kata Ustadz Yusuf Mansyur, bahwa Allah akan membalas sedekah yang ikhlas itu tanpa menunda-nunda. Tapi langsung seketika.”

Begitulah kira-kira kultum dari Doni. Kami semua yang mendengarkan hampir-hampir menitikan air mata. Lagi-lagi bukan karena terharu, melainkan kelamaan nunggu kultumnya Doni, padahal perut untuk gak tahan untuk melahap makanan. Tapi, sebagai pertanyaan terakhir, saya bertanya sama Doni, “Menurut kamu, gimana sedekah yang ikhlas itu?”

Simple aja, sih. Saat mengeluarkan uang (untuk sedekah) dan hati tak bertanya apakah jumlah uang itu cukup atau kebanyakan, maka itulah sedekah yang ikhlas,” katanya bergaya Ustad Yusuf Mansyur yang ceramah tentang The Miracle of Shadaqah. Oke, selamat Akhi Doni, atas pelajaran berharganya buat kami semua.

29 comments on “Blackberry

  1. ceritarara
    27 Oktober 2012

    terharu..ternyata seperti itu ikhlas.. thanks sharingnya🙂

  2. interior consultant
    4 Oktober 2012

    salam kenal ya

  3. Ndutykehandmade Shop
    22 Agustus 2012

    🙂 makasih yo akhi doni, sdh memberikan makna dari apa itu ikhlas.

  4. Citra Taslim
    18 Agustus 2012

    Subhanallah… terharu baca cerita akhi doni.
    terimakasih sudah berbagi el.

  5. selfbeside
    17 Agustus 2012

    emang bener harus sedekah, tp sedekahnya yg bener ya, kalo ngasih pengamen atau peminta-minta di jalan itu sih bukan sedekah

  6. arip
    17 Agustus 2012

    Wih pengamalan the miracle of sedekahnya langsung berbuah manis.😀
    Subhanallah.

  7. septiadiah
    13 Agustus 2012

    subhanallah, super sekali😀

  8. nandobase
    12 Agustus 2012

    Kayak mukjizat, ya… Berbuat kebaikan hari ini, dapat balasannya hari ini juga. Subhanallah…

  9. vaNila
    10 Agustus 2012

    Allah selalu membalas kebaikan untuk kita meski hanya sebesar biji sawi🙂

  10. uswasyauqie
    9 Agustus 2012

    Wkwk… doni (bodo ngrejekeni)

  11. Ian Bood
    9 Agustus 2012

    mantep mas! cerita yang inspiratif bikin saya juga pengen dapet blacberry *ups

  12. Eko Wardoyo
    8 Agustus 2012

    semoga bisa jadi pelajaran untuk kita bersama hehee #ikhlas ^ ^

  13. yisha
    8 Agustus 2012

    hmmmmmmmm………….????????????

  14. Ely Meyer
    8 Agustus 2012

    salut buat Doni🙂

  15. puchsukahujan
    8 Agustus 2012

    saya jadi mikir, jangan-jangan urusan skripsi jadi ribet gara-gara kurang sedekah😀

  16. Idah Ceris
    8 Agustus 2012

    Doni ganteng ya, mas. #eh

    berbicara ikhlas sebagian banyak mengarah pada memberi.
    idem dengan komentar mas kuya, semoga kita semua bisa ikhlas dalam memberi.🙂

  17. uyayan
    8 Agustus 2012

    selamat buat doni…

    semoga kita semua bisa seperti doni yang bersedekah dengan ikhlas…

  18. kabutpikir
    8 Agustus 2012

    Waw…. sungguh inspiratif… kisah nyata tentang keajaiban sedekah…
    (jadi malu tiap mau sedekah ngitung2 dulu… :P)

  19. Triyoga Adi Perdana
    8 Agustus 2012

    Wah berasa wisata hati elfarizi nih judulnya.😀

  20. Danni Moring
    8 Agustus 2012

    wah inspirasi…selamat buat doni yang udah dapat BB..mudah2an giliran huruf “a” nya yang dapat (maksudnya giliran d”a”ni yang dapat blackberry)😀

  21. cumakatakata
    8 Agustus 2012

    hmmmm…
    hend, saya pernah dengar biar mudah menggambarkan ikhlas. ikhlas itu sepertiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii………………..

  22. Gusti 'ajo' Ramli
    7 Agustus 2012

    kalau rezeki mah gak bakal kemana… btw, senang juga kalau dapat hadiah blacberry..🙂

  23. rurimadani12
    7 Agustus 2012

    menginspirasi kaaaak😀

  24. Musim Semi
    7 Agustus 2012

    subhanallah…benar2 tak ada yang sia2…

  25. Ilham
    7 Agustus 2012

    emeeezzzing…🙂 Subhanallah ya… ada aja cara Allah ngasih rejeki.

  26. izzawa
    7 Agustus 2012

    aku juga sampai berkaca-kaca el..lantaran g kedip baca tulisan kamu:mrgreen:
    hmm…makasih doni…

  27. jayireng
    7 Agustus 2012

    somplak!!!!!!

Silakan komentar apapun :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 7 Agustus 2012 by in curhat, sosial and tagged , , , .

Arsip

%d blogger menyukai ini: