ELFARIZI

BERBAGI, BERCERITA.

Jawa

Sore ini, ternyata lumayan punya waktu lengang. FYI, saya sekarang di lingkungan orang-orang berbahasa Jawa. Jadilah, saya menggebu-gebu pengen bisa bahasa Jawa. Ya, buat nambah referensi sekaligus keahlian saya di samping 5 bahasa yang saya kuasai. Keren, kan? Lima bahasa itu: Bahasa Indonesia, Bahasa Sunda Cianjur, Bahasa Sunda Bandung, Bahasa Sunda Garut, dan Bahasa Sunda Majalengka. Jadi, gak ada salahnya donk saya belajar bahasa Jawa. Sejauh ini, saya masih mempercayakan belajar sama Pak Kades di tempat sekarang saya berada. Lumayan, tiap hari dapat asupan ilmu. Biasanya saya ngobrol-ngobrol sambil buka bersama, sekaligus ngobrol sama anak Pak Kades juga yang masih 18 tahun *eh:mrgreen:

Ngomong-ngomong Jawa, di masyarakat, termasuk di keluarga saya masih ada, lho, yang percaya pada mitos larangan, yakni pria Sunda dilarang nikah sama wanita Jawa. Alasannya sih banyak versinya, cuma yang paling banyak dijadikan rujukan adalah sejarah Perang Bubat. Nah, sejarah perang Bubatnya aja banyak versi juga. Kalau yang belum tahu, silakan aja googling:mrgreen:

Memang, larangan yang paling kental konon munculnya di Jawa, karena memang adanya mitos superioritas Jawa atas Sunda. Sedangkan masyarakat Sunda buhun alias jadul mempercayai mitos tersebut berdasarkan sejarah yang tertulis dalam naskah Sanghiang Siksa Kandang Karesyan, yang bilang kalau pria Sunda dilarang menikahi: (1) wanita yang sudah dilamar pria lain, (2) ibu tiri, (3) wanita Jawa. Alasan (1) dan (2) tentu masih masuk akal karena demikian aturan agama Islam. Tapi, alasan kedua murni karena mitos.

Terus, saya mau gak nikah sama wanita Jawa? Wah, masa iya harus percaya sama mitos. Saya, sih, masih berpegang teguh kalau wanita yang akan saya nikahi harus seiman dan mau menjadi makmum atas shalat saya. Syarat lainnya, wanita itu masih hidup dan mau saya nikahi (ampun ya, ni bocah sok dewasa).

Terus, PERTANYAAN besarnya: Saya ini mau ngomongin bahasa Jawa atau pernikahan, ya? Eh, iya, lupa. Kalau gitu, saya mau fokus belajar bahasa Jawa lagi sama Pak Kades. “Nak El, anak bapak iki wis 18 tahun. Mau ndak nikah sama anak bapak?” Wah, gimana ya kalau Pak Kades-nya tiba-tiba bilang begitu?😆

26 comments on “Jawa

  1. {tyka} (@ndutyke)
    23 Agustus 2012

    Syarat lainnya, wanita itu masih hidup

    >> ya MENURUT NGANA??? wkwkwkwk….

  2. selfbeside
    17 Agustus 2012

    ngomongn nikahan nih kayaknya

  3. Ping-balik: Elfarizi

  4. Guru Pantura
    5 Agustus 2012

    Wkwkwkwkwkkwkk…. kalau laki-laki jawa (saya) boleh ndak nikah ma wanita sunda??? :p
    hahahhahahhaaagg,

  5. Danni Moring
    4 Agustus 2012

    kapan kowe arep bali toh mas el?😆

  6. Idah Ceris
    4 Agustus 2012

    Dudu ngono iku bahasa jowone, Mas El.

    Purun mboten rabi kalian anak wedok. wkakkakwkwkwk
    #ups.😛

  7. Citra Taslim
    4 Agustus 2012

    walah, jek semangat sinau boso jowo to saiki. semangat yo mas el.

  8. Musim Semi
    4 Agustus 2012

    pernyataan terakhir el parah…*imajinasi belaka soalnya :mrgree:

  9. cumakatakata
    4 Agustus 2012

    hmmmm
    satu lagi cerita si hendra….
    emang ada mitos kayak gtu hend?? baru denger deh…..

    • elfarizi
      4 Agustus 2012

      Jiaaa … dia ketularan ibu kos😛
      Ya, mitos itu memang ada lho menurut fakta sejarah.

      • cumakatakata
        4 Agustus 2012

        hmmmmmmm,,,,
        gtu ya hend…
        oke deh… saya mau bo2k dulu yaaaa #blm tdur semaleman

  10. sangbayang
    4 Agustus 2012

    Jawab saja “Siap ndan” mase..😀

  11. Myra Anastasia
    4 Agustus 2012

    kl pak kades nanya gtu jgn pingsan ya, tapi langsung jawab… hihiih..

  12. zilko
    3 Agustus 2012

    Baru tahu kalau bahasa Sunda ternyata ada macam-macam ya, wkwkwkw😆

    Cieh, jangan-jangan lagi kesengsem sama anak Pak Kades nih, hahaha😆

  13. oomguru
    3 Agustus 2012

    ari maneh… arek diajar bahasa jawa apa arek ngagebet orang jawa ??😀

  14. izzawa
    3 Agustus 2012

    duh jgn mau el sama anak pak kades….ntar si DIA yg mau ultah bulan agus ini gmana?🙂

  15. puchsukahujan
    3 Agustus 2012

    ooo…saiki blajar boso Jowo to? skalian wae blajar nulis aksara Jawa…
    sesuk ngeblog nganggo tulisan Jowo, ha-na-ca-ra-ka dst😀

  16. Ilham
    3 Agustus 2012

    ayo digeber bahasa jawanya mas el.. sapatau dapet anaknya pak kades. atau kalo bisa istrinya pak kades tuh..😆 astrojim.

  17. Tebak Ini Siapa
    3 Agustus 2012

    Huihi aseeek deh…
    Kalo dapet anak pak kades, sinau basa jawa ya😛
    Wihihi!

  18. Ely Meyer
    3 Agustus 2012

    aku baru saja posting pakai bahasa Jawa El http://duniaely.wordpress.com/2012/08/03/ngenteni-mbulan-ndadari/

    mungkin bisa membantu sedikit kalau tiba tiba anak pak kades tanya sama kamu buat
    nikahin anak gadisnya😛 …. pasti cantik ya El anaknya pak kades😉

    • elfarizi
      3 Agustus 2012

      Weh saiki wong Jowo (bener gak yal?) haha😆
      Hahaha, ya typikal Jawa lha, Mbak😀

  19. Triyoga Adi Perdana
    3 Agustus 2012

    Tinggal jawab aja, “Wani piro pak?”
    *eh

Silakan komentar apapun :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 3 Agustus 2012 by in curhat and tagged , , , , .

Arsip

%d blogger menyukai ini: