ELFARIZI

BERBAGI, BERCERITA.

Korespondensi, Hobi yang Gak Kalah Seru

Waktu masih bersekolah di SD dulu, saya pernah dapat PR untuk menulis surat untuk seorang teman. Waktu itu, kata Bu Guru, surat-menyurat merupakan sebuah hobi. Belakangan, saya tahu kalau hobi itu disebut korespondensi.

Entah kapan mulanya, saya jadi suka menulis surat sejak SD. Selain mengirim surat ke majalah, yang paling saya ingat adalah waktu mengirim surat ke AB Three (sekarang B Three) pas masih SD juga, sekitar kelas 2-3 lah. Meskipun gak pernah ada balasan:mrgreen:

Hobi korespondensi ini berlangsung hingga saya sudah dewasa. Waktu SMA awal, sekitar kelas 1, handphone masih jadi barang mewah. Dulu, saya sempat berkorespondensi dengan seorang kawan di Jakarta. Awalnya, saya yang menyurati karena melihat alamat lengkapnya di salah satu majalah musik langganan saya. Pertemanan kami berjalan cukup mulus, sekitar 2-3 bulanan. Setelah itu, dia gak pernah lagi membalas. Mungkin, kalau sekarang … kita bisa bersilaturahim via SMS atau sosial media.

***

Sejalan bergantinya waktu dan makin canggihnya teknologi, hobi korespondensi pun semakin jarang dilakukan. Sekarang, surat sudah terkalahkan surat elektronik atau surel (e-mail). Belum lagi, sosial media yang banyak dan mudah diakses. Keperluan ke kantor pos saja, paling sekadar mengirim paket atau cuma mau lihat mbak-mbak petugas kantor posnya aja *eh …

Meski demikian, hobi korespondensi saya tidak serta merta hilang. Keinginan untuk dapat teman baru dan bertegur sapa lewat tulisan masih tetap ada. Makanya, tak heran saya punya beberapa akun Facebook (ups … ketahuan deh). Salah satu akun Facebook saya adalah untuk menjaring teman dari luar negeri. Di zaman yang katanya jarak bukan lagi halangan, saya juga pengen dong punya teman yang gak cuma dari Indonesia. Di antara beberapa teman dari luar negeri itu, ada salah seorang teman yang intens berkomunikasi dengan saya. Dia dari Cebu, Filipina. Pertemanan kami sudah berjalan hampir setengah tahun.

Salah satu cuplikan surel yang saya kirim. Saya udah kayak duta pariwisata Indonesia, mempromosikan makanan khas Indonesia🙂

Berawal dari percakapan di Facebook, dia meminta saya untuk lebih banyak menulis tentang apapun. Jadilah, kita biasa “surat menyurat” via surel. Biasanya, kami banyak menulis tentang budaya masing-masing. Tentu beda rasanya, antara mengetahui budaya Filipina yang saya dapat dari hasil googling dengan tahu langsung dari seorang teman. Dari cara kami mengenalkan budaya masing-masing, membuat kami tertarik untuk “saling mengunjungi” negara masing-masing. Kami juga biasa bertukar pikiran tentang agama masing-masing, apalagi saya antusias mengetahui kehidupan Muslim di sana dan cara pandang mayoritas masyarakat kepada Muslim.

Setelah berteman cukup lama, dia juga semakin banyak bercerita mengenai masalah pribadi dan keluarga. Kemudian saya memberitahukan akun Facebook “asli” saya untuk menunjukkan bahwa saya memang benar-benar ingin berteman dengannya. Tentu, sekarang kami sudah seperti teman biasa saja. Banyak bicara mengenai kesempatan kerja, pendidikan, dan banyak hal jika saling daring. Terakhir, dia bilang kalau Agustus mendatang, dia dapat tugas dari kantornya untuk mengunjungi Singapura. Katanya, dia bakal “mampir” sejenak ke Bandung untuk memastikan bahwa dia benar-benar berteman dengan seorang “manusia” bukan robot. Wah, kurang asem juga:mrgreen:

Ya, begitulah korespondensi di zaman sekarang. Bukan lagi surat-menyurat seperti dulu saya kenal, yang menggunakan media kertas dan pos. Namun, intinya hobi korespondensi itu menyenangkan, lebih seru dibanding dari sekadar ngobrol di Yahoo Mesengger, misalnya. Selain dapat teman baru, bisa melatih hobi menulis. Selain itu, saya juga punya kesempatan belajar bahasa Inggris😀 Karena sebenarnya, bahasa Inggris saya aja belepotan, hahaha. Lumayan lah, hitung-hitung mempraktikan kemampuan yang gak seberapa, langsung dengan native speaker.

Gimana, apakah Sahabat pernah, punya hobi, atau tertarik dengan korespondensi?

81 comments on “Korespondensi, Hobi yang Gak Kalah Seru

  1. Mumun Moon
    12 Oktober 2016

    waaaah… sekarang saya sedang ingin menulis surat, karena tak tersalur akhirnya saya klik-klik tentang hobi menulis surat, eh ketemu artikel ini… udah telat banget yaa saya bacanya… seriusan, menulis surat itu hal yang menyenangkan, sejak kecil saya hobi nulis surat, kemarin pas mudik ke kampung halaman buka-buka kotak isi surat-surat masa kecil, jadi kangen pengen nulis surat lagi hahaha

  2. ndutyke
    16 April 2012

    kalo sekarang sih, aku berusaha mencari teman baru yang bule, dari instagram atau blog😀 makanya ini lagi mo mulai rajin lagi nulis dalam bahasa inggris (di blog yg satunya). dan rajin blogwalk ke wordpressya para bule itu.

  3. Yusuf Abdac
    16 April 2012

    Waktu SMP, tepatnya di pesantren, saya seneng surat-suratan sama salah satu penerbit di Aussie.Minta buku gratis…🙂 Dari sekian percobaan saya pernah dapat satu. tentang lumba-lumba. Bangga rasanya… Tapi sekarang saya gak tahu buku itu dimana? mungkin ketinggalan di pesantren.😦 (makasih el… udah memancing memori masa kecil yang indah)

  4. Phie
    4 April 2012

    hehe, jadi ingat saya waktu SD awal mula bersahabat pena adalah dengan adik perempuan ibu alias bulik/tante yang ada di Jakarta. sampai sekarang keterusan kalau curhat sama beliau😳

  5. oktina.chan
    3 April 2012

    Wah, saya masih menyimpan surat-surat itu. Tapi komunikasi kami setelah tidak lagi bersurat-surat dan bertemu langsung malah jadi tidak terlalu intens seperti dulu. Kenapa oh kenapa?
    Oh iya, salam kenal.

    • elfarizi
      4 April 2012

      Berarti surat itu terbukti mendekatkan, ya …
      salam kenal juga🙂

  6. Sejarah Dunia
    3 April 2012

    surat menyurat ngga kalah seru, selain bisa berbasa basi dengan privat, sosialisasi dengan cara ini ternyata lebih mendekatkan kita dengan seseorang. Beberapa orang yang sering komunikasi dengan email memiliki ikatan, walaupun sebatas teman/kenalan

  7. Alex©
    2 April 2012

    Wah, senada dengan postinganku tempo hari. Pingback ah:mrgreen:

    eTapi… kalau mau memupuk hobi ini mesti memiliki satu hal: kesabaran. Soalnya di zaman yang serba instant begini, menanti surat datang itu tak secepat ketikan sms atau email:mrgreen:

    • elfarizi
      4 April 2012

      Yap … di situlah letak kenikmatannya😀

      • Alex©
        4 April 2012

        Iya. Kalau sudah terkirim/dapat balasan, memang di situ nikmatnya:mrgreen:

  8. arip
    1 April 2012

    Palingan cuma sekedar nyuratin guru saya mah, itu pun ga pernah dibales.
    >>> surat pernyataan sakit:mrgreen:

    • elfarizi
      4 April 2012

      haha … kenapa gak minta balesan di suratnya? hehe😀

  9. idjas
    1 April 2012

    Aku juga suka korespondensi sob.
    Aku mulai suka, semenjak baru mengenal dunia blogger, wordpress.
    Aku sukanya kirim surat-menyurat pakai email.
    Apakah sobat mau saling kirim-mengirim pesan lewat email dengan saya.

  10. monda
    1 April 2012

    iya saya juga pernah punya sapen Dari luar, untuk beberapa tahun
    sekarang mulai lagi surat2an dengan searing blogger

  11. ¤ HILAL ALIFI
    1 April 2012

    kalau disebut hobi sih nggak. cuma memang korespondensi itu menyenangkan…

    • elfarizi
      1 April 2012

      Ya, menyenangkan banget. Tapi, bagi saya udah hobi😀

  12. ririe
    1 April 2012

    dulu saya juga berkorespondensi dengan surat..sempat saya simpan tapi kemudian di makan rayap. Jadi gak punya lagi dokumentasinya…masih ada beberapa kartu lebaran..Jd pengen lagi ada yg ngasih surat lagi neh…

    • elfarizi
      1 April 2012

      wah sayang donk ya … jadi sekarang mending surat-suratan lagi hehe😀

  13. maman
    1 April 2012

    wah…
    seru juga yee…
    pengen niru hobinya…😀

  14. stupid monkey
    31 Maret 2012

    iptek yg terus meningkat mulai meninggalkan metode lama ya sob, tapi pasti beda rasanya antara surat (kertas) dengan surat (email), kayanya lebih seruan yg kertas deh😀

    • elfarizi
      31 Maret 2012

      Pasti dong, Bang Mon … seperti yang dirimu bilang: sejarah!
      Pakai surat kertas kan bisa bikin sejarah lho. Seratus tahun kemudian bisa jadi naskah kuno yang diteliti mahasiswa nanti. Meski isinya gak penting hehehe😀

  15. jayireng
    31 Maret 2012

    Waktu skolah tiap hari surat ijin masuk ke ruangan BP, gara2 ga tepat waktu

    • elfarizi
      31 Maret 2012

      itu juga bagian tradisi surat-menyurat … lanjutkan, Mas hehe😀

  16. MasGiy
    31 Maret 2012

    Menulis dan mengirim surat via pos memang sudah “ketinggalan jaman”, tentu saja hal itu disebabkan semakin pesatnya perkembangan teknologi. Meski demikian, pelajar di tingkat dasar dan menengah tetap harus dikenalkan serta mempraktekan hal itu.

    • elfarizi
      31 Maret 2012

      Betul, Mas … sepakat sepaham😀

  17. Tebak ini siapa!
    31 Maret 2012

    Dulu aku pengen punya sahabat pena.
    Tapi ga punya punya hihi~

    • elfarizi
      31 Maret 2012

      sekarang emang agak sulit nyarinya … yang gampang cari sahabat digital hehe😀

  18. uyayan
    31 Maret 2012

    waduh sekarang nulis surat paling hanya sekedar ke wali kelas kalau kebetulan anak berhalangan masuk sekolah…

    • elfarizi
      31 Maret 2012

      hahaha … dari dulu, itu termasuk favorit saya, Kang😀

      • uyayan
        31 Maret 2012

        waduh,,,,maksudnya selalu nulis surat ke bapa atau ibu guru gan ??

        • elfarizi
          1 April 2012

          Iya, nulis surat ke Bu Guru:mrgreen:
          buat ngasih tahu kalo saya sakit atau izin😀

  19. Endi
    31 Maret 2012

    Saya baru tahu kalau surat-menyurat itu namanya umumnya Korespondensi:)

    surat ini sekarang lagi bersaing dengan email yah bos..Tapi menulis menggunakan surat ada kepuasan tersendirinya memang, apalagi kalau surat yang dikirim itu rad ajauh tujuannya.

    • elfarizi
      31 Maret 2012

      Iya, rasanya beda. Lebih nikmat sensasinya hehe😀

  20. Ely Meyer
    31 Maret 2012

    dgn sahabatku di tanah air sana aku msh surat suratan lho El😛

    • elfarizi
      31 Maret 2012

      wah .. pasti rasanya beda, Mbak El ya dibanding pake e-mail😀

  21. Falzart Plain
    31 Maret 2012

    Ini Falzart (robot) yang komen: Hai! Salam kenal!😀

    • elfarizi
      31 Maret 2012

      Di sini ada peraturan gak tertulis! Robot kagak boleh komeng, apalagi gak sesuai judul hahaha😆

      • Falzart Plain
        31 Maret 2012

        Hei! Saya robot yang berkorespondensi lewat komentar!😆

        • elfarizi
          31 Maret 2012

          Halaaah, Daeng Ancu😆

          • Falzart Plain
            31 Maret 2012

            Apa anjo Daeng Ancu?

            • elfarizi
              31 Maret 2012

              Haha … ewako aja deh, Brader. Daeng Ancu makan mi *taunya itu doang*😆

              • Falzart Plain
                31 Maret 2012

                Jammiki paeng bicara begitu. Ka bingungka juga…
                (Ya udah, nggak usah bicara gitu. Saya juga bingung)

        • elfarizi
          1 April 2012

          Tsaaa … dapet kalimat baru lagi neh😀

  22. puchsukahujan
    31 Maret 2012

    Hei, robot El…
    bisa bahasa Filipina gak?

    • elfarizi
      31 Maret 2012

      Hei juga … sailormoon *eh …
      Bahasa Tagalog??? Nggak bisaaa😀
      Taunya magandang gabi alias selamat malam aja hehehe😀

      • puchsukahujan
        31 Maret 2012

        eh, mana ada sailormoon pake jilbab

        punya temen koresponden dari Jepang gak? saya lg pengin belajar bahasa Jepang nih, blajar online dari Radio NHK kok rasanya gak cukup

        • elfarizi
          31 Maret 2012

          hehe, iya😀

          Gak ada teman yang biasa diajak korespondensi. Paling pernah sekadar nyapa-nyapa aja beberapa kali. Kebanyakan orang Jepang gak bisa bahasa Inggris, ya … Jadi agak terhambat.

  23. dede6699
    31 Maret 2012

    asik bisa berkorespondensi dg orang lain, sebuah pengalaman yang wah bagi saya orang kampung . . Hehehee . .

    • elfarizi
      31 Maret 2012

      wakakaka … saya juga orang kampung kok:mrgreen:

  24. L J
    31 Maret 2012

    Buzzz Buzzz Buzzz
    lam kenal

    Asyik juga mase bisa punya temen Korespondensi, dolo aku juga punya temen😦 skrg dah nda ada

    Salam Madu juga Sengat

    • elfarizi
      31 Maret 2012

      Iya, makasih …
      wah, hati-hati ya lebahnya nggigit haha😀

  25. rianaadzkya
    31 Maret 2012

    Waaah ampe hampir lupaa…O_o
    Hehehh hobii bangeeeet… dulu…😀😀

  26. budiastawa
    31 Maret 2012

    Salut, mas Reza😀 Korespondensi sekarang ini sudah nggak perlu perangko dan waktu tunggu. Tinggal ketik, ketik, ketik, dan send. Nyampe deh…

    Pasti seneng banget punya kenalan dari jauh negeri. Semoga semakin banyak teman.

    • elfarizi
      31 Maret 2012

      Iya, sekarang gak pake perangko. Padahal kangen juga sama masa-masa beli perangko dan kartu pos😀

    • elfarizi
      31 Maret 2012

      blog Bli Budi gak bisa dibuka lho, gak tahu koneksi aku lelet atau emang ada sesuatu yaaa … blog lain bisa dibuka kok😦

  27. yisha
    31 Maret 2012

    iyaaaaaaaaa………. 🙂

  28. Eko Wardoyo
    31 Maret 2012

    wahhhhhhh kau hebat sekali bang – andai aku juga bisa punya teman orang korea jepang taiwan apa lagi yang wanita muslim sholeh trus bisa kirim kiriman surat😥 <– terharu

    kaya film friendnya ( kyoko fukada dan wonbin )

    hebat bang el <— kau memang istimewa bang
    saya mau bikin surat ahhh🙂

    • elfarizi
      31 Maret 2012

      loh, di mana hebat dan istimewanya ya? berasa gak ada yang wah kok hehehe😀

      Oke, bang Eko … kirim aja surat ke siapa kek. Atau kalo chatting di YM, masuk room Korea😀

      • Eko Wardoyo
        31 Maret 2012

        karena kau berbeda dan unik bang hehehehe makanya terlihat wah bagi orang yang berbeda sepertimu layaknya diriku hahahahaha

        mesti banyak bergaul nich biar jadi gaul kayak bang el

        loch emang bisa ya bang gimana tuch saya gak pernah begitu begituan hahaha

        • elfarizi
          31 Maret 2012

          Haha … I’m unique and I’m limited edition, ya:mrgreen:
          Mungkin, karena saya dari dulu cuma jadi anak rumahan, gak suka gaul, Jadi, doyannya korespondensi dan cari teman di dunia maya😀

          Bang Eko, punya YM kan? Coba aja masuk ke chat room. Di situ kan bisa chatting sama user dari berbagai chat room sedunia, bahkan cuma Jakarta juga ada.

          Memang, kalau dulu chatting di YM itu lebih asyik (menurut saya) dibanding sekarang. Kalo, sekarang user di chatroom YM kebanyakan yang “aneh-aneh” hehe. Coba aja😀

        • Eko Wardoyo
          31 Maret 2012

          hahaha saya juga anak rumahan bang el… tapi berbeda dengan bang el saya jadi sangat sangat cuperr dan kaku hahahahaha bayangkan bang saya tau pake internet aja itu setelah masuk kuliah loch

          gila kan – nulis www aja gak tau ke google aja gak tau, saya bisa nyalain komputer pas kelas 3 sma, heufhhhhhhh mau bergaul sama temen temen rumah cuma dapat sindiran heuhhhhhhh lagi

          pokoknya saya melihat sisi hebat dari bang el karena saya bandingkan dengan diri saya yang sekarang ini bang el heuhhhh lagi lagi dan lagi hahahahaha

          // malah curcol

          siappp bang el🙂

          • elfarizi
            31 Maret 2012

            Hahaha … stop Bang Eko, kalau begitu terus, saya bakal makin tenggelam dalam kebegoan hehe😀

            Ya, alhamdulillah nya sekarang bang Eko udah bisa bikin program😀

            • Eko Wardoyo
              31 Maret 2012

              walahhh kembali dengan keterbatasan saya bang – terhenti ditengah tengah hadouhhhhh bagaimana ini

              saya adalah orang yang sangat menggebu gebu diawal tapi saat perlahan berhenti memulainya kembali sungguh sungguh sunggu menyulitkan heo heo heo bagaimana ini😀

              bang berandanya kapan🙂 dah lama nich gak baca lanjutannya

              • elfarizi
                31 Maret 2012

                hehe, iya, Bang Eko … tunggu aja. kalau di rumah, saya agak sulit konsentrasi (mungkin bawaannya pengen makan mulu *lho, kok …)

                Insya Allah, pasti bisa donk, Bang Eko. Semangka tanpa biji😀

                • Eko Wardoyo
                  31 Maret 2012

                  bener bener bang el ini – kadang berubang jadi ahli sastra, kadang juga penggila musik, kadang bisa jadi nnoveli, kadang bisa jadi juru masak, kadang bisa jadi Korean Lovers kayak saya hahahaha, dan kadang juga bisa jadi ABG hahahahahaha

                  • elfarizi
                    31 Maret 2012

                    Haduh itu yang terakhir, tolong dibaca ulang!!!
                    “kadang bisa jadi ABG?” Kok kadang, ya?
                    *ngotot pengen jadi ABG*

                    Hahaha, itulah dia Elfarizi. Bisa berubah, sesuai kebutuhan *eh …

        • Eko Wardoyo
          31 Maret 2012

          bang el boleh minta tulung😀

        • elfarizi
          1 April 2012

          Minta tulung apa, Bang Eko? Insya Allah, kalau bisa saya kasih tulungnya hehe🙂
          Kalau urgen banget, hubungi via Facebook atau SMS aja, ya. Soalnya, kayaknya saya bakal gak daring sampe Selasa🙂

  29. raden ikhwan
    31 Maret 2012

    saya juga masih suka surat2an (bahkan pas dosen lagi menerangkan):mrgreen:

    • elfarizi
      31 Maret 2012

      surat-suratan ma siapa tuh kalo lagi kuliah? pasti sama cowok di sebelah, ya … cieee😆

  30. Aulia
    31 Maret 2012

    saya korespondensi berita aja😀

    • elfarizi
      31 Maret 2012

      Wah, koresponden tah … keren🙂

      • Aulia
        31 Maret 2012

        oiya itu koresponden ya bukan korespondensi #duh saya ini

Silakan komentar apapun :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 31 Maret 2012 by in hobi, Mar 1, muda and tagged , , , , , , .

Arsip

%d blogger menyukai ini: