ELFARIZI

BERBAGI, BERCERITA.

Punch: Kehidupan Korea Pinggiran dan Multietnik

Setelah sekian lama mengasingkan diri dari peradaban mayantara, akhirnya bisa kembali lagi di blog yang satu ini. Wah, meski cuma tiga hari ninggalin pujaan hati, tapi rasa kangen emang gak bisa dipungkiri. Tiga hari ini, wara-wiri cari “sesuatu” buat persiapan presentasi tugas kuliah pekan depan. Sebetulnya, dalam tiga hari saja, banyak hal yang pengen saya ceritakan. Tapi ya … saking banyaknya, jadi gak bisa ditulis, dah … *ngeles*:mrgreen:

Selain itu, rencananya, saya mau fokus ngurus blog saya satu lagi di akun Blogger. Maksud hati, mau menjadikan Blogger buat laman resmi *ceilah, kayak orang penting aja* tapi sampai sekarang belum juga diisi sama tulisan baru. Resmi itu maksudnya, blog itu mau saya isi dengan tulisan yang “agak” serius atau sesuai apa yang saya dalami saat ini. Sedangkan blog terunyu dan tercinta yang satu ini kadung “dirusak” sama catatan-catatan saya yang enggak penting, termasuk curhat yang sama sekali gak ada pengaruh positifnya buat pembangunan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Jadi, mohon maaf jika Sahabat enggak menemukan “sesuatu” yang bermakna di sini.

Ya, ini juga sekaligus menanggapi beberapa kritik yang membangun dari beberapa sahabat yang bilang kalau blog saya ini … “kurang bermutu”. Terima kasih atas perhatiannya. Silakan lanjutkan jika berkenan atau tinggalkan … <— Nah, loh kok jadi esmosi😐

***

Oke, dah … Daripada ngalor-ngidul geje dan terlalu banyak yang mau saya ceritakan, lebih baik saya mau ngulas film yang baru saya tonton beberapa menit lalu. Lagi-lagi film agak jadul, tapi gak apa-apalah, ya … Wong bagi saya ini baru dan menarik kok *tarik napas, gak boleh esmosi*

Filmnya berjudul Punch (Wan Deuk-i). Film Korea yang dirilis Oktober 2011 silam ini diangkat dari novel Korea berjudul sama, Wan Deuk-i karanganKim Ryeo-Ryeong. Sejauh ini, Punch tampaknya jadi drama Korea yang paling menarik yang saya tonton pada 2012. Film ini menggambarkan kehidupan masyarakat kalangan menengah ke bawah di Korea dengan dihiasi unsur-unsur multikulturalisme di negara Gingseng tersebut.

Film yang jadi box office di pengujung 2011 silam ini mengisahkan seorang anak SMA usia 17 tahun bernama Do Wan Deuk (Yoo Ah In). Ia tinggal bersama ayahnya, Do Gok-sul (Park Soo Young), dan kerabat ayahnya, Min-su (Kim Yeong Jae) di sebuah rumah sewaan di lingkungan padat. Ayahnya menderita kelainan, yaitu kebungkukan sejak lahir. Untuk mencari nafkah, dia menjadi penari kabaret bersama Min-su. Wan Deuk adalah murid yang nakal, suka berkelahi, dan penyendiri. Ia tak segan menyerang siapa saja yang menyerang dirinya dan ayahnya. Itulah yang membuat gurunya, Lee Dong-jo (Kim Yoon Seok), seringkali jengkel dan menghukumnya.

Ayah Wan Deuk yang bungkuk mencari nafkah menjadi seorang penari kabaret.

Dong-jo juga merupakan tetangga dan kerabat ayah Wang Deuk. Wang Deuk sangat benci dan menganggap Dong-jo adalah musuhnya karena sang guru kerap menghukumnya bahkan bertindak semena-mena, seperti memerintah dan meminta makanan. Tak heran, dalam setiap doanya di gereja, Wang Deuk selalu meminta Tuhan membunuh Dong-jo. Namun, di balik sifatnya yang cerewet dan menyebalkan, Dong-jo merupakan satu-satunya orang yang memerhatikan perkembangan Wang Deuk, termasuk bakatnya dalam olahraga tinju.

Wan Deuk yang senang berkelahi dan kabur saat pelajaran dihukum oleh Dong-jo, guru sekaligus tetangganya.

Saking menyebalkannya, Wan Deuk selalu berdoa agar Tuhan membunuh Dong-jo supaya hidupnya menjadi tenang.

Selain itu, Dong-jo pun banyak bercerita mengenai ibu Wang Deuk yang sama sekali belum pernah dilihatnya. Sewaktu bayi, Wang Deuk dibuang ibunya, Lee Suk-gi (Jasmine Lee), yang belakangan diketahui merupakan seorang migran dari Filipina. Hingga akhirnya, Wang Deuk bertemu dengan ibunya yang hingga kini masih menjadi seorang pelayan di restoran. Awalnya Wang Deuk menolak bertemu, namun akhirnya ia perlahan-lahan dapat menerima, bahkan memerhatikan sang ibu.

Wan Deuk mengajak Yoon Ha menenangkan diri di gereja. Yoon Ha pun berdoa agar Tuhan membunuh mantan pacarnya. "Aku tahu kerja-Mu menjadi berat, tapi jadikan doaku yang pertama, Tuhan," ujar Wan Deuk.

Saat mengira Dong-jo mati, Wan Deuk langsung membawanya ke rumah sakit. Dia menyesal telah berdoa agar Tuhan membunuhnya. Karena bagaimana pun, Dong-jo yang selalu memerhatikan bakatnya.

Wan Deuk dan sang ibu. Perlahan-lahan, Wan Deuk mulai memerhatikan ibunya yang kumal karena bekerja jadi seorang pelayan.

Kehidupan Wang Deuk di sekolah juga tak kalah menarik. Karena tak bisa diandalkan dalam pelajaran, Dong-jo yakin bahwa Wang Deuk dapat melatih bakatnya dalam olahraga tinju. Awalnya, keinginan Wang Deuk berlatih tinju ditentang sang ayah, namun Dong-jo berhail meyakinkannya. Wang Deuk mulai berlatih tinju dan mulai dekat dengan seorang gadis paling pintar di kelas, Yoon Ha (Kang Byul).

Wah, itu cuma sekilas dari alur film ini. Yang jelas, suasana yang dibangun dalam drama berdurasi 1 jam 47 menit ini mengharukan, namun gak cengeng ala drama biasanya. Misalnya, saat Wang Deuk mulai dekat dengan ibunya, padahal sang ibu sangat canggung sekali. Tak segan, ia mengatakan pada orang lain bahwa wanita lusuh dan kumal yang bersamanya adalah ibunya. Namun, di beberapa scene juga, karakter Wang Deuk yang innocent dan dingin malah justru membuat lucu karena celotehannya. Apalagi, beberapa kali Wang Deuk dan Dong-jo bertengkar.

Kehidupan multietnik dalam film ini tidak hanya ditunjukan oleh kehadiran ibu Wang Deuk yang berasal dari Filipina. Tapi, ada juga Hassan, migran gelap dari India yang akhirnya diusir dan kehadiran beberapa tokoh dari berbagai etnis di akhir cerita, saat Dong-jo membuka pusat budaya Korea di gerejanya.

Untuk selebihnya, silakan unduh dan tonton sendiri😀 Bagi yang belum punya, saya mengunduhnya dari sini.

46 comments on “Punch: Kehidupan Korea Pinggiran dan Multietnik

  1. mawadah
    16 Mei 2014

    diganool udh ga bisa link nya trus download dimana lagi??

  2. oktina.chan
    3 April 2012

    Wah belum nonton yang ini. Udah lama ga tertarik untuk beli bajakan sih, jadi.. udah lama juga ga nonton film haha. Gomawo untuk link unduh dvd-nya. Internetnya harus kenceng nih, secara gede MB nya.

  3. izzatyzone
    31 Maret 2012

    belum nonton yg ini saya .__.
    donlot dimane y bang? *eh

    • elfarizi
      31 Maret 2012

      Itu, ada link donlotnya di bawah …
      di ganool.com
      cekidot deh😀

  4. bensdoing
    26 Maret 2012

    berat juga nich seleranya…gag mau kalah ama K-pop tapi yang atu lagi K-movie juga dijabanin….hehehe😀

  5. Falzart Plain
    26 Maret 2012

    Bang El nonton filem Korea? ckckckck…

  6. Yusuf Abdac
    26 Maret 2012

    Tentang tinju lagi, kenapa ya? Banyak banget film korea dan jepang tentang tinju? apakah karena di sana orang-orang suka tinju? atau karena senjata api dan tajam dilarang? atau karena banyak berandalan?

  7. Danni Moring
    26 Maret 2012

    sebenarnya kurang suka film korea😀, ga tau kenapa, lebih suka film jepang😀

  8. Ely Meyer
    26 Maret 2012

    belum pernah nonton filn korea, jadi pengen nonton juga nih🙂

  9. FebriBlogs60v5
    26 Maret 2012

    kunjungan pagi buta … nitip bro Buka Menu Favoritmu dengan LockscreenButtons
    http://ebizosys94.wordpress.com/2012/03/26/lockscreenbuttonsbuka-aplikasi-favoritmu-saat-hp-terkunci/

  10. Hany
    25 Maret 2012

    Yg paling penting film e mengandung hikmah yg bs diambil gan, hehe

  11. bmaster23
    25 Maret 2012

    kunjungan malam ,mampir ya gan bmaster23.wordpress.com/2012/03/23/20-aplikasi-pilihan-bmaster23/

  12. monda
    25 Maret 2012

    ceritanya menarik el, tergoda juga …

    • elfarizi
      25 Maret 2012

      Ayo, Mbak … diunduh dan ditonton😀

  13. jayireng
    24 Maret 2012

    wah 2 keren nih.
    Donlot ah
    maksih gan

  14. Dhenok Habibie
    24 Maret 2012

    waduuuhh, kan gara2 eL jadi pengen nonton.. tapi download nya itu lho, haduuuhhh.. sayang kuota eL..😀

    • elfarizi
      25 Maret 2012

      Haha … donlotnya pakai link yang dibagi-bagi jadi beberapa file aja, Dhe. Nanti digabungin😀
      Kalau urusan donlot film emang gak bisa ngandelin modem, kecuali yang kuota 6 GB per bulan hahaha😀

  15. arie kusuma
    24 Maret 2012

    film korea???
    saya suka saya suka
    wkakakaka.
    ketahuan suka nyang beginian.

    • bluethunderheart
      24 Maret 2012

      blue juga suka donk seperti om arie……..hehehe
      salam hangat dari blue

      • elfarizi
        25 Maret 2012

        Wah kalau suka Korea juga, silakan donlot😀

  16. budiastawa
    24 Maret 2012

    Seru juga kisahnya ya. Nanti kalau ke Denpasar, aku mau beli DVD-nya ah….

  17. sarungbiru
    24 Maret 2012

    wah.. film korea…
    asyik gag tuh??
    oh ya btw donlot dimana sob??

    • elfarizi
      25 Maret 2012

      Menurut saya sih asyik, Mas …
      Itu link donlotnya saya kasih di bawah😀

  18. Eko Wardoyo
    24 Maret 2012

    wahhhh film korea lagi nich🙂 – nonton ah, meraih masa depan di pinggiran korea

    walahh unduhnya 440 mb bang fariz gede pisan ya hahahahaha, nti coba saya cari di komputer sharing kantor ahhhh siapa tau ada

    walahhh ada yang camping –

    • puchsukahujan
      24 Maret 2012

      wah, ini tulisan kayaknya cocok sama bung eko
      hahaha…
      Korean holic

    • Marczumi Rumambay
      24 Maret 2012

      lapor eko dulu ah yg korean maniac. hahaa,😀
      ane mah ngramein komentr j, krn g ngrti film bginian mh.😳

      • elfarizi
        25 Maret 2012

        Haha … makanya bikin ngerti, Kang😀

  19. Aulia
    24 Maret 2012

    kiraian td kisah nyata di korea, eh film toh😀

    • elfarizi
      25 Maret 2012

      Tapi, cukup mewakili gambaran kehidupan di Korea, Bang😀

      • Aulia
        25 Maret 2012

        mantap tuh, jadi gambaran sederhana sudah termuat dlm film itu🙂

  20. Maya
    23 Maret 2012

    review film ya😕 hmm…. *_*

    • elfarizi
      25 Maret 2012

      Kenapa gitu, Mbak Maya? Gak rame ya hehehe😀

  21. yisha
    23 Maret 2012

    wah, asyik ya kisahnyaaaaa……..

Silakan komentar apapun :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 23 Maret 2012 by in Mar 1, resensi film and tagged , , , , , , , , , .

Arsip

%d blogger menyukai ini: