ELFARIZI

BERBAGI, BERCERITA.

Berjudi Sejak Dini

Beberapa waktu lalu, saat saya berangkat ke ibu kota, saya melihat sekumpulan anak jalanan di Halte Bus Trans-Jakarta Kampung Rambutan. Anak-anak jalanan tampak bermain dengan riang, seolah tampak beban. Mereka bermain gundu alias kelereng. Karena melihat mereka tertawa lepas, saya jadi tertarik memerhatikan mereka yang sibuk mencari posisi untuk melempar kelerengnya.



Setelah dilihat dari dekat, ups, ternyata mereka bukan main kelereng sembarangan. Selain main-main, mereka juga mempertaruhkan sesuatu. Ada koin 500 perak yang berpindah tangan dari satu anak ke anak lain. Ya, dari anak yang kalah kepada anak yang menang. Tak jarang, mereka ribut, adu jotos, bahkan sampai ada anak yang memukul kawannya pakai tongkat. Ckckck, menjadi apa kelak anak itu sepuluh, dua puluh tahun kemudian, ya? Di mana pemelihara fakir miskin dan anak terlantar sesuai UUD 1945?

38 comments on “Berjudi Sejak Dini

  1. kabutpikir
    9 April 2012

    Wah, gedenya pasti jadi pengusaha… (togel) ahahaha

  2. Falzart Plain
    21 Maret 2012

    Saya nggak bisa main kelereng. Tapi waktu kecil sering lihat yang seperti ini…

  3. misstitisari
    20 Maret 2012

    ehhh ehh ehh dulu aku juga pernah *tersenyum malu*
    cuma dulu cuma 100perak
    tapi dulu kok itu, jaman belum ngerti kalau mainan luculucuan ngumpulin duit macem itu juga disebut judi😛

  4. Rio
    20 Maret 2012

    Mereka telah terpegaruh situasi sekitar mereka, orang orang sebelum mereka telah memberi contoh yang mereka anggap wajar.,

  5. Ping-balik: Main Gundu yukk…!!! « bensdoing

  6. Phie
    19 Maret 2012

    trenyuh sekali melihat mereka semuda itu sudah seperti itu kelakuannya..😦

  7. bensdoing
    18 Maret 2012

    inilah salah satu potret buram dari anak bangsa…😦

    • elfarizi
      18 Maret 2012

      Saya pikir, anak-anaknya belum sepenuhnya bersalah. Tapi orangtuanya yang patut dipertanyakan …

  8. Marczumi Rumambay
    18 Maret 2012

    ckckckckkk, anak2 skrng dah tau judi y gan? prasaan dl pas ane kcil, maen klereng y pling abis klereng’a jg g bkal smpe abis duit’a.😳

    • elfarizi
      18 Maret 2012

      Itulah ajaibnya anak zaman kiwari, gan😀

  9. eraha
    18 Maret 2012

    mungkin sedikit ironi dari kalimat: fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh negara.

    kata “dipelihara” itu bmenurut KBBI:
    -memiara atau menernakkan: jadi uda pasti sengaja diperbanyak
    -membiarkan tumbuh: tumbuh makin merajalela

    konklusi: pantes fakir miskin dan anak terlantar di negara kita ga habis2,,,soalnya dipelihara sama negara

  10. Budiman Firdaus
    18 Maret 2012

    ini generasi selanjutnya,
    klw tidak dicegah, bakal ada bibit korupsi,..

  11. Ni Made Sri Andani
    17 Maret 2012

    kerasnya kehidupan membawa anak-anak ini untuk melakukan sesuatu yang buruk bahkan jika dilakukan orang dewasa..

  12. Ne Margane
    17 Maret 2012

    miris ya ngelihatnya.. merusak mental nantinya..

  13. Tebak ini siapa!
    17 Maret 2012

    Wahahaha, dulu aku pas kecil juga pernah ‘judi’.
    Itu lho mainan tamplek-tamplekan kartu (waduh boso opo iki)
    Trus kalau kebuka kartunya, menang.
    Yang kalah ngasih kartu ke dia deh, ahahaha~

  14. uyayan
    17 Maret 2012

    wah kalau melihat hal seperti ini,seharusnya ini jadi tanggung jawab bersama, kita yang sudah tau bahwa judi itu di larang ya seharusnya memberi tau kepada mereka siapa tau anak anak itu memang tidak tau kalau yang mereka lakukan itu bisa di golongkan dalam judi..

  15. puchsukahujan
    17 Maret 2012

    hayo siapa yang ngajarin? angkat jari!!

    dulu waktu KKN, saya ikut-ikutan main poker sama anak-anak kampung aja ditegur sama salah satu temen saya
    katanya itu ngajarin judi
    padahal sih kita mainnya bersih, kagak ada taruhan2 segala, paling yang kalah kena coreng moreng mukanya

  16. budiastawa
    17 Maret 2012

    Saya jadi mikir bagaimana nantinya Indonesia kalau generasinya seperti ini, mas Reza. Sebenarnya ini salah siapa ya?

    • elfarizi
      17 Maret 2012

      Rasanya pertanyaannya lebih baik jadi autokritik bersama, ya, Bli … wah wah wah, Bli sekarang udah punya rumah baru tah. Selamat😀

  17. Cecep Hasanudin
    17 Maret 2012

    Bro, it kejadiannya kapan? Biar jelas, gt bro!

    • elfarizi
      17 Maret 2012

      Kejadiannya beberapa bulan lalu, lupa lagi tanggal pastinya😀

  18. Citra W. Hapsari
    17 Maret 2012

    aiiihhh,…berdegup jantungq,..
    anak2 itu…miris klo udah mpe bertaruh nyangkut uang….

    • elfarizi
      17 Maret 2012

      iya, lebih miris saat ada yang curang, temannya sampai ada yang berkelahi …

      • Citra W. Hapsari
        17 Maret 2012

        lingkungan yg membentuk kita,..btp pentingnya lingkungan dlm masa pertumbuhan…

  19. sulunglahitani
    17 Maret 2012

    kecil2 udah berjudi, tapi mau gimana lagi. lingkungan lah yang mengajarkan mereka kaya gitu😦

    • elfarizi
      17 Maret 2012

      Tapi, mereka kelak akan jadi pribadi yang kuat ….

  20. Ely Meyer
    17 Maret 2012

    aku malah baru tahu lho El, kalau di sana ada juga anak yg main kelereng sambil berjudi, dulu waktu aku masih kecil byk deh temen kecil cowok main kelereng tapi ya nggak ada judi spt itu, kalau sudah bgt nggak ada unsur kesenangan main buat anak kecil lagi deh, sdh ternodai dengan judinya itu.

    Kenapa tidak ada orang tua yg ,melarang mereka ya ? *penasaran saja*
    atau mereka malah meniru orang yg sudah tua ?

    • Danni Moring
      17 Maret 2012

      bukan menuduh😀, tapi memang yg orang tua, sy pernah lihat juga mba..yah begitulah..dan anak-anak ga menutup kemungkinan meniru..

    • elfarizi
      17 Maret 2012

      Saya kurang tahu pasti, Mbak. Tapi mereka itu anak jalanan, kerjaannya ngamen dan mengemis. Saya lihat beberapa dari mereka kemudian minta-minta uang ke orang …

  21. Rahma
    17 Maret 2012

    wah tulisan ini mengingatkanku pada kampung dan masa kecilku,,waktu kecil dulu saya dkk ku juga melakukan hal yg mirip2 sama anak2 yg di foto,,tp waktu itu saya tidak mengerti kalau itu judi +judi itu di larang agama..mungkin anak2 itu juga demikian…besar harapan orang tua bisa mengambil peran dalam hal ini,,semoga kita juga bisa berperan dalam menyampaikan kebenaran,,tulisan ini cukup memberikan kesadaran…terimakasi teman…

  22. Danni Moring
    17 Maret 2012

    sangat sayang sekali yah, masih kecil udah main duit..masalah UUD 45 yang memelihara fakir miskin dan anak terlantar, heheh bener2 hanya sekedar memelihara😀 aja ini mah :p, seharusnya ada tambahan mendidik dan mensejahterahkan fakir miskin dan anak terlantar :D…jadi bukan sekedar pelihara🙂 #sok tahu ah saya😀

    • elfarizi
      17 Maret 2012

      jangankah mendidik, ya … memelihara aja belum … ckckck …

    • Danni Moring
      17 Maret 2012

      pelihara udah😀, pelihara miskinnya🙂..yah mudah2an mereka diberi kesejahterahan hidup dan pendidkan yang layak..

  23. Eko Wardoyo
    17 Maret 2012

    BAGAIMANA INI bang, adakah peran yang bisa kita lakukan dalam mempedulikan mereka🙂 – apakah mereka yang salah atau kita yang sudah bersalah😦

    wuihhhh ke ibu kota nich bang – bukannya bilang bilang hahahahaha d(^o^”)

    • elfarizi
      17 Maret 2012

      Ya, saya juga malu sih, Bang tidak bisa berbuat banyak.Ya, autokritik saja.

      Itu udah agak lama, Bang Eko … pas ke sana belum kenal lho sama Bang Eko hahaha😀

Silakan komentar apapun :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 17 Maret 2012 by in Mar 2, sosial and tagged , , , , .

Arsip

%d blogger menyukai ini: