ELFARIZI

BERBAGI, BERCERITA.

Tentang Ikan

Selamat sore, semua. Akhirnya saya sampai juga di Bandung dengan selamat. Alhamdulillah, ya. Sebelumnya banyak pihak wanti-wanti agar saya gak naik bis Karunia Bakti. Ya, itu imbas kecelakaan yang merenggut belasan nyawa, Jumat lalu, di Puncak, Bogor. Kontan, saya gak mau pilih Karunia Bakti. Apa karena ngeri dan takut naas kayak Jumat lalu? Oh, tentu tidak! Kan, ada termos es. Saya pilih bis lain karena berencana mampir ke tempat kerja. Musibah, kan, gak ditentuin nama bisnya. Kalau Tuhan sudah berkehendak, ya, apapun bisa terjadi <– wiii, bijaknya🙂

***

Ada yang suka dengan hidangan ini? Tentu, pasti banyak ... (sumber: http://www.pbase.com)

Di sepanjang jalan tadi, saya terus kepikiran komentar Mbak El–yang kini nun jauh di negaranya Angela Merkel–pada tulisan sebelumnya. Sebetulnya bukan mikirin hal yang penting, tapi cukup mengusik rasa yang menyeruak dalam jiwa. Apakah itu? Ya, jawabannya benar. Itu adalah ikan! (Siapa juga yang nanya <– kalau dalam istilah Bang Eko, suara gak jelas begini disebut sahabat khayalan😆 )

Ada apa dengan ikan? Mbak El nanya, kenapa saya gak suka ikan. Saya jawab, entah. Mungkin memang gak terbiasa aja. Dan, gak cuma Mbak El yang nanya. Sahabat saya, Bang Falzart, yang datang gak jauh-jauh amat dari Makassar (ewako Makassar!) juga sok-sok pengen tahu, “Kenapa nggak suka ikan? Jadi sukanya apa? (saya bertanya bukan untuk niat menjamu)” begitulah kutipan komentarnya. Pernyataan yang dicetak tebal, saya rasa terlalu tendensius dan seolah ngajak ribut (Moda Sensitif Nyala : Sensitif Mode On)👿 Saya bisa berdamai, kalau ada itikad baik dari Bang Falzart untuk bawain saya es pallu butung🙂

Wahai sahabatku yang super! (Berapa batang, Pak Mario? #MalahJualanRokok)

Saya tahu sesungguhnya ikan adalah makhluk Tuhan yang diciptakan dengan gizi yang super. Mengandung protein yang tinggi, setara dengan daging, vitamin A, mineral zat besi, dan lain-lain. Ikan biasa dihidangkan dengan cara dibakar, digoreng, dibuat sup, atau diolah dalam bentuk lain.

Tapi … sejujurnya, saya sama sekali gak suka ikan. Pegang gak pernah. Makan gak pernah. Aku gak punya rasa! Ya, gak ada perasaan. Entah, kita berdua gak ada chemistry satu sama lain. Yang jelas, menjelma dalam bentuk apapun, ikan tetaplah ikan. Dan, saya gak suka. Alasannya? Gak ada alasan spesifik. Bukan karena trauma, bukan karena kita pernah berkonflik sebelumnya, yang jelas saya sekali tidak ada minat. Titik.

Tapi, saya kasih perkecualian. Rasanya ada juga ikan yang masih bisa saya kasih toleransi. Mereka boleh ada di piring makan saya untuk disantap sebagai lauk. Dan, itu hanya ada dua jenis ikan. Pertama, ikan tongkol yang sudah dipotong-potong dan dimasak pakai bumbu cabai (catatan: ikan tongkol tersebut harus sudah digoreng terlebih dahulu sebelum dibumbui). Kedua, ikan teri yang panjangnya gak lebih dari 3 cm (catatan: mata ikan terinya gak boleh belo-belo amat, sipit lebih bagus).

Teri yang panjangnya lebih dari 3 cm, apalagi matanya melotot itu sangat mengerikan. (sumber: http://www.cinta-dapur.blogspot.com)

Lalu, ada catatan penting dari komentar dan pengalaman Mbak El. Katanya, Mbak El pun dulu gak suka makan ikan. Tapi, setelah berkeluarga, Mbak El jadi doyan makan ikan. “Aku mulai makan ikan sejak nikah, jadi faktor suamiku juga kali, ya,” ujar Mbak El dalam komentarnya (12/2). Mbak El menyarankan agar saya juga mulai lirik-lirik sama ikan karena di dalam ikan ada gizi yang sempurna. Wah, jangan-jangan kalau saya sudah nikah, jadi suka ikan juga. Amiiin.

Begitu juga sahabat saya, Hasan, yang dari dulu mencoba membuat saya jatuh hati pada ikan, sampai-sampai dia mau kasih uang cash satu juta kalau saya mau makan ikan asin di warung makan dekat kos. Wah, GAK PERCAYA, wong duitnya gak nampak depan mata!

Tidak jarang, banyak kejadian yang malah merugikan saya sendiri saat saya gak makan ikan. Salah satunya, saat acara perpisahan SMA di rumah kawan saya, Anes. Saat itu hidangannya hanya ada ikan! Belum lagi kejadian seperti di Lais yang sudah saya ceritakan sebelumnya.

Jadi, saya mulai berniat untuk mau berusaha mengubah sikap sensi saya pada ikan. Tapi, jujur gak bisa! (#DL) Mungkin, saya butuh hypnotherapy, ya, untuk menyugesti saya agar mau makan ikan? Pertanyaan yang sama sekali gak penting. Mohon maaf atas tulisan yang gak bermanfaat ini.

74 comments on “Tentang Ikan

  1. Falzart Plain
    15 Februari 2012

    Haduh, kok bawaannya saya kepengen ketawa mulu… Ternyata komentar saya dikomentari… Hahay….😆
    Soal ikan, saya heran sih kenapa Bang El ini gak doyan… Soalnya baru lihat gambar di atas saja asam lambung saya sudah meningkat, untung liurnya belum netes (pertanda ngiler)

    • elfarizi
      15 Februari 2012

      Haha … itu cuma masalah chemistry donk kok😐

      • Falzart Plain
        15 Februari 2012

        kenapa chemistry? Jurusan Kimia, ya?😆

        • elfarizi
          15 Februari 2012

          iya … gak ada reaksi kimia yang terjadi di antara kami #MakinGeje

  2. zilko
    15 Februari 2012

    aku sih lumayan suka juga sama ikan, tapi disini jarang makannya karena mahal, huahaha😆

    • elfarizi
      15 Februari 2012

      wah kenapa mahal ya, apa karena mereka impor ikan? bukannya di Belanda juga ada laut? hehe😀

      • zilko
        15 Februari 2012

        itulah yang bikin aku heran, hehehe😛 Padahal harusnya seafood disini nggak mahal kan ya, kan negara ini deket banget sama laut.

  3. bebe
    14 Februari 2012

    Wah, mirip salah satu temanku.. Dia juga anti banget makan seafood dan bukan karena alergi.. Jadi agak susah cari makanan kalo jalan2 sama dia ke daerah pantai.. kan pengennya seafood.. X__X

    Kalau makan ikannya sama sambal/saos gitu juga masih ga suka kah?

    Btw, salam kenal.. kunjungan perdana nih..

    • elfarizi
      15 Februari 2012

      dengan apapun, Mbak … teuteup gak doyan, hehe😀
      Oke, salam kenal juga🙂
      mari saling kunjung😀

  4. Tina Latief
    14 Februari 2012

    aduh itu sambalnya juga mantaf kelihatannya…ikannya besaaaaarrrr….
    #stop jangan makan banyak lemak…

  5. misstitisari
    14 Februari 2012

    mungkin harus dimulai dengan memegangnya dulu mas Fariz, nanti kalau chemistrynya udah dapet mungkin bisa naik kelas ke tahapan selanjutnya, “makan”😀
    daripada daging sapi & ayam, mending makan ikan *yang udah dimasak tentunya*

    • elfarizi
      15 Februari 2012

      iya, memang kudu begitu kayaknya … memegang dengan penuh perasaan, mengelus-elus biar dapat chemistry nya *kayak apaan aja*😆

  6. armae
    14 Februari 2012

    Wahh,, sayang sekalii gak sukak ikan. Padahal dibandingkan golongan daging atau ayam, jenis jenis ikan kan jauh lebih banyak. Gak bisa bayangin deh makan dengan lauk yang hanya daging-ayam-telor-tahu-tempe. Ehh.. iya, ikan nya ikan aja kan ya??? Seafood nya gak ikutan juga kan ya??? *nanyak doank* :p

    • elfarizi
      14 Februari 2012

      seafood palingan udang sama cumi aja, itu pun gimana olahannya hehehe *ribet*😀

  7. Tebak ini siapa!
    14 Februari 2012

    Sushi doyan gak mas? (cuma nanya sih nggak berniat menjamu, wkwk)

    • elfarizi
      14 Februari 2012

      wah … ada yang bikin kerusuhan lagi nih👿
      Sushi siapa ya? Sushi similikiti, kah?😆

    • Falzart Plain
      15 Februari 2012

      Hahaha…
      komentar yang keren, Una!

      • elfarizi
        15 Februari 2012

        Kalian ternyata bersekongkol!!!👿

        • Falzart Plain
          15 Februari 2012

          Bersekongkol itu nama ikan, kalau tidak salah, namanya Ikan Kongkol…

        • elfarizi
          15 Februari 2012

          Bukan … sekongkol itu sayuran yang bau, yang biasa disemur loh … semur kongkol😛

  8. Ilham
    14 Februari 2012

    ada hubungan apa antara bang El dengan ikan? *feni rose mode on*

    • elfarizi
      14 Februari 2012

      waaah silakan dikupas secara tajam, ya, setajammm … shyilet!😐

  9. fitrimelinda
    13 Februari 2012

    wah..sama..aku juga ga makan ikan..*dulu*
    tapi skg udah mulai2 makan ikan,asal ikannya digoreng sampe kering..😀

    • elfarizi
      13 Februari 2012

      waaah, kenapa tuh kok bisa berubah sikap? hehe😀
      bisa dibagi kisah penuh hikmahnya hehe😀

  10. Ely Meyer
    13 Februari 2012

    intinya memang satu El, hrs menikah dulu bair suka ikan🙂 *pengalaman pribadi*
    thanks linknya ya

    • elfarizi
      13 Februari 2012

      iya, Mbak El … makasih atas “pelajarannya” hahaha😆

      • armae
        14 Februari 2012

        Lucu, manggilnya sama sama ‘El’. Hihi😀

  11. amirdragnel
    13 Februari 2012

    gue suka bgt ikan..terutama ikan laut😀..

  12. Rio
    13 Februari 2012

    Hemm kapan ya bisa makan bareng Elfarizi,, wah kalau pas nasi bungkusnya lauk ikan kan bisa dapat warisan wkwkwkwkwkk,,,,,,,,,,

    • elfarizi
      13 Februari 2012

      wew … mending saya kasih kucing, bang Rio hahaha *peace*😆

      • Rio
        13 Februari 2012

        hedew,, gk jadilah,,, hikz hikz,,,

  13. djakarta182
    13 Februari 2012

    wadooooohhhhhhh……. jd lappppppppeeeeeeeeeeeeeeeeeerrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr…. ikannya menantang banggeeeeddddd !!!!!!!!🙂

  14. budiastawa
    13 Februari 2012

    Wah, rupanya mas Reza bener-bener nggak suka ikan nih. Eh, tentang ikan tongkol goreng dibumbu cabai itu favorit saya lho… Uenaaaak banget tuh… Ah, jadi laper….

  15. Racoonmaccon
    13 Februari 2012

    wah, itu ikan terinya enak lho di campur pake tepung gitu😀

    padahal ikan itu enak-enak lho:mrgreen:
    kalo gue sih sampe sekarang penasaran sama ikan-ikan di jepang, sekali-sekali pengen rasain ikan yang engga dimasak. hahaha

  16. citalentera
    13 Februari 2012

    saya suka ikan, tapi tak semua ikan.
    hanya ikan patin saja🙂 favorit saya. ikan tanpa tulang rusuk🙂

  17. rezaslash
    13 Februari 2012

    Di kosan saya..
    Semua penghuninya doyan ikan, apalagi ikan teri..
    Alasannya, lebih murah, hemat dikantong..
    Maklum anak kos, serba irit.. hehe
    🙂

    • elfarizi
      13 Februari 2012

      wah, saya juga bisa rasain kok gimana jadi anak kos hehe😀

  18. Eko Wardoyo
    13 Februari 2012

    kalo kata bang gandi unconsious – dari mana datangnya *pikirpikir, ( mas eko apa karena bang fariz pernah kecemplung dikolam ikan trus dipatilin kali ya /(^.^”) *sahabat khayalan )😕 *Hmmmmm ƪ(“▔□▔)Ʃ entahlah…

    tapi si dia dia dia juga gak suka makan ikan bang
    (-,-“)

    pernah denger gak cerita kakek yang gak pernah makan kepala ikan setelah nikah karena itu adalah makan yang paling ia suka, takut si nenek kepengen ( cerita andri wongso )

    coba tanyakan dalam diri masalah unconsious ini *fufufufufu

    tapi

    tak apa lah bang fariz banyak rezeki yang juga bergizi sama dari pada ikan,🙂
    cuma soal selera

    v(^.^”) pisssss

    • elfarizi
      13 Februari 2012

      wah … mungkin dia dia dia bakal doyan ikan setelah nikah nikah nikah, bang Eko.
      ya, saya pernah denger, barusan dari bang Eko haha😀
      ya, masih banyak yang bisa disantap deh selain ikan😀

      • Eko Wardoyo
        13 Februari 2012

        d(^o^”)

      • Rio
        13 Februari 2012

        weh stop..!! zie yang laen boleh di ulang ulang, tapi nikah cukup sekali aja hehe,,,,,,

      • Falzart Plain
        15 Februari 2012

        mentang-mentang repetisi dia3x, nikahnya juga 3x…😆

        • elfarizi
          15 Februari 2012

          haha … padahal dikasih toleransi sampe 4, ya???
          *apaan sih*

  19. putriefinda
    13 Februari 2012

    sama seperti saya yang gak suka duren sama sekali

    enak dari mana?
    dilihat dari segala sisi sama sekali tidak menarik dan bau
    . (TITIK—>> lho ikutan sensi👿 )

    • putriefinda
      13 Februari 2012

      oh ya tambahan, ayah saya dulu mudanya gak suka pete seperti saya saat ini
      Tapi setelah nikah jadi doyan bgt, mungkin bener kata mbak El, faktor istri atau suami itu sangat mendukung

      Jadi sapa tahu, entar kalo elfarizi jadi doyan ikan pas dah nikah dan begitu juga saya akan suka duren saat nikah
      Tapi bayanginnya mau pura – pura pingsan ah …😛

      • elfarizi
        13 Februari 2012

        wah … tambah lagi nih data yang bisa memperkuat survey😀
        mungkin ada betulnya, menikah adalah jawabannya😀

        • putriefinda
          13 Februari 2012

          hahaha…..

          tambah lagi sebagai data pembanding
          saya dan teman saya suka sesuatu karena dipaksa oleh orang tua

          seperti, saya tidak suka terong, pare, dan teri akhirnya sekarang malah maniak karena ayah saya yang memaksa dan menasehati

          begitu juga dengan teman saya lho

          • elfarizi
            13 Februari 2012

            kalo ini gak mempan, saya aja sering kok dipaksa, bahkan dicecokin sama ibu … gak pernah mempan hehe😀

            • putriefinda
              13 Februari 2012

              wah saya mempan kecuali duren…

              ampun deh…mending pura – pura mati kayak raditya
              hehehehe

              #bahaya

    • Ely Meyer
      13 Februari 2012

      Putrie kayak aku nih, aku juga nggak suka duren, suka kliyeng kliyeng baru nyium baunya saja😦

      • elfarizi
        13 Februari 2012

        wah … tampaknya kita harus buat komunitas antiduren haha😀

      • putriefinda
        13 Februari 2012

        bener banget …
        haduh siksa kalau ada baunya
        bener bener ampuuuuuunnnnn….

  20. raden ikhwan
    13 Februari 2012

    eh, sumpah jangan dipajang doank donk… kasih nape???:mrgreen: sluurrp

    • elfarizi
      13 Februari 2012

      haha … kirim via e-mail aja, gimana? *tepok jidat*

  21. cobalihataku
    13 Februari 2012

    Jadi kepengen makan yang ada di gambar itu..

    • elfarizi
      13 Februari 2012

      saya enggak, Mas😀

      • cobalihataku
        13 Februari 2012

        hahha.. aku yang penting lagi lapar aja dimakan asal tampiloannya gak jelek hehe

        • elfarizi
          13 Februari 2012

          haha … bagus itu, gak ngerepotin namanya😀

          • cobalihataku
            13 Februari 2012

            yang ngrepoyin kalo kurang dan makanannya ga’ ada lgi,,🙂

        • elfarizi
          13 Februari 2012

          haha … sepakat dan sepaham dah🙂

  22. tri
    13 Februari 2012

    waduh maz eL sama dengan adik saya gak suka ikan, malah kadang kecium baunya aja adik saya bisa mual..🙂

    • elfarizi
      13 Februari 2012

      cowok atau cewek adiknya nih?
      waaah, kasihan kalau sampe mual yaaa😀

  23. Idah Ceris
    13 Februari 2012

    jaaaaaaannnnn. . .marai pingiiiiinnn. wkwkwwkwkwk

    • elfarizi
      13 Februari 2012

      wiii … Idah itu apa artinya??? *gak mudeng*😆

      • Rio
        13 Februari 2012

        tu bahasa espanyola zie,,, hihihihii,,,,,, benerkan idah,,,,?

  24. puchsukahujan
    13 Februari 2012

    wah, seru nih. klo situ gak suka makan ikan, saya malah gak bisa makan segala macam daging

    apa kita tukeran aja El? klo kamu dapet ikan, kasih aku aja
    ntar klo aku dapet ayam/sapi aku kasih kamu dah😆

    • elfarizi
      13 Februari 2012

      serius nih mau tukeran gitu … asyik lho, saya lempar ikan mas ke Mbak Puch .. terus Mbak Puch lempar seekor sapi ke saya … lumayan lah, kalau dijual … harganya jauh beda hahaha😆

      • Rio
        13 Februari 2012

        Hahahahaa,, numpang ketawa ya,, gk nahan bacanya, hahaha,,,,

        • elfarizi
          13 Februari 2012

          ya, silakan … ketawa gratis🙂

  25. Ni Made Sri Andani
    13 Februari 2012

    Setiap orang punya makanan favorit dan makanan yang nggak favorit. Jadi wajar-wajar ajalah kalau Elfa nggak suka ikan.
    Di rumahku agak kacau. Mertuaku tidak makan ayam. Suamiku tidak makan ikan. Aku tidak makan sapi. Hayo!! Pusing kan? Jadi di meja makan masakan digilir saja.Pasti ada saat dimana masakan yang tak kita sukai nongol juga diatas meja makan he he..

    • elfarizi
      13 Februari 2012

      haha … seru itu Mbak Made … nampaknya harus ada satu makanan yang dimakan sama-sama sebagai solusinya😀

Silakan komentar apapun :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 13 Februari 2012 by in curhat, Feb 2 and tagged , , , , .

Arsip

%d blogger menyukai ini: