ELFARIZI

BERBAGI, BERCERITA.

A Moment to Remember: Belajar Memaafkan dan Setia

(sumber: wikipedia)

“Memaafkan adalah memberi sedikit ruang pada kebencian” (Kim Su-Jin, A Moment to Remember)

Bagaimana caramu menghadapi masa lalu kelam? Bagaimana caramu menghadapi orang yang sangat kamu benci? Dan, bagaimana dapat kamu bayangkan jika kelak hidup bersama seorang istri atau suami yang berpenyakit? Tentu, setiap orang akan punya cara tersendiri menghadapi semua itu. Namun, yang saya bayangkan, akan sulit rasanya bangkit dari keterpurukan akibat masa lalu kelam, tidak mudah rasanya memberi maaf pada seseorang yang amat kita benci karena perlakuan di masa lalu, apalagi bersabar hidup bersama orang yang kita cintai, namun ternyata memberi kita “beban” lebih, dengan merawatnya dalam keadaan sakit. Semua pertanyaan besar ini, akan terjawab dalam film Korea berjudul A Moment to Remember.

Sinopsis

Drama yang dirilis pada 2004 silam ini berkisah tentang Kim Su-Jin (Son Ye-Jin), seorang wanita yang memiliki masa lalu kelam dan “reputasi” buruk, yaitu selingkuhan rekan kantornya sendiri, Young-Min. Ia sangat khawatir jika ayahnya membencinya karena ia telah merusak nama baik keluarga. Namun, tanpa disangka, ayahnya malah mendukungnya untuk melupakan masa lalu dan memulai hari-hari biru. Hingga akhirnya, ia bertemu Choi Ceol-Su (Jung Woo-Sung), pegawai kontruksi di tempat ayahnya bekerja.

Ceol-Su adalah pria dingin dan misterius. Pertemuannya dengan Su-Jin diawali hal konyol, saat Su-Jin merebut minumannya di sebuah toko. Kontan, pada pertemuan berikutnya hal konyol itu kembali terulang, Ceoul-Su nampak ingin “balas dendam” pada Su-Jin. Hal tersebut membuat Su-Jin jatuh hati pada pria bertubuh kekar dan berwajah garang ini. Sampai suatu saat, mereka menjadi dekat. Su-jin akhirnya berani mengutarakan keinginannya menjadi istri Ceol-Su. ceol-Su lantas menolak karena “sadar” akan posisinya yang hanya pekerja kontruksi biasa.

Meski sulit ditaklukan, Ceol-Su akhirnya menikah dengan Su-Jin. Awalnya, ayah Su-Jin tak menerima Ceol-Su, karena pekerjaannya dan juga asal-usul keluarga yang tak jelas. Setelah mencari tahu, Su-Jin akhirnya dapat mengetahui keberadaan keluarga Ceol-Su. Kakeknya, tukang kayu dan penunggu kuil tua dan ibunya seorang narapidana kasus penipuan. Itulah yang membuat Ceol-Su merahasiakan identitas keluarganya, terlebih tentang ibunya yang sangat dibencinya. Namun, lagi-lagi, karena kebesaran hati sang ayah, akhirnya Su-Jin dibiarkan menikah dengan Ceol-Su.

Dokter memvonis, Kim Su-Jin mengidap Alzheimer.

Setelah menikah, bukanlah kebahagian yang diterima pasangan ini. Su-Jin divonis mengidap penyakit Alzheimer, suatu penyakit yang mengakibatkan otak tak dapat mengingat kembali masa lalu alias kepikunan. Perlahan-lahan, Su-Jin mulai melupakan segalanya. Keluarga mulai merasa resah dan kasihan pada Ceol-Su. Namun, Ceol-Su tetap bersikukuh ingin merawat sang istri, tak peduli seperti apapun kondisi istrinya tersebut. Dengan kesabaran dan kekuatan cinta yang dimilikinya, Ceol-Su tetap merawat Su-Jin tanpa lelah.

Belajar Memaafkan dan Setia

Dua hal itulah kiranya pesan yang ingin disampaikan dalam film ini. Di awal, film ini mengisahkan pertemuan dan kedekatan Su-Jin dan Ceol-Su. Memang terasa agak longgar dan membosankan, tapi cukup memberikan gambaran kedua tokoh ini dengan kuat. Su-Jin adalah wanita polos, innocent, namun mudah rapuh. Sejak awal, ia memang terlihat sering lupa pada hal-hal kecil, seperti lupa membawa pensil dan lupa jalan pulang. Sementara Ceol-Su, adalah pekerja konstruksi yang dingin dan keras. Meskipun, tak disangka-sangka, akhirnya ia pun bisa menangis saat melihat Su-Jin yang mulai tak mengenalnya.

Sang ayah punya peranan penting dalam menyampaikan pesan bahwa memaafkan tidaklah sesulit yang dibayangkan.

Lalu di mana letak pesan memaafkan itu? Itulah yang digambarkan dalam sosok ayah Su-Jin. Pertama, ia harus bisa memaafkan anaknya sendiri yang sudah “merusak” nama baik keluarga. “Melupakan sesuatu dengan mudah adalah berkah. Tinggalkan semua kesalahanmu dan mulailah sesuatu yang baru,” ujar sang ayah dengan bijaknya. Setelah itu, ia harus rela “memaafkan” anaknya yang terlanjur cinta pada Ceol-Su. Padahal, sebelumnya sang ayah tidak menyukainya karena Ceol-Su dianggap pekerja keras kepala.

Gak nyangka, pria berhati keras dan dingin ini juga bisa nangis kalau lihat istrinya sakit🙂

Choi Ceol-Su setia merawat Su-Jin, meski harus mengelap sang istri yang mulai buang air sembarangan.

Hal itu pulalah yang mendorong Su-Jin untuk terus membesarkan hati Ceol-Su saat ia membenci ibunya. Ibunya yang telah membuangnya, kini sedang mendekam penjara. Ia hanya bisa bebas jika ada uang tebusan. Su-Jin berharap Ceol-Su membatalkan membangun rumah dari tabungannya dan lebih baik membebaskan ibunya. “Memaafkan tidaklah sesulit itu. Memaafkan adalah memberi sedikit tempat di hatimu. Memaafkan adalah memberi sedikit ruang pada kebencian,” ungkap Su-Jin.

Selepas pernikahan Ceol-Su dan Su-Jin, sebenarnya konflik film ini mulai kentara dan mulai memancing emosi. Bagaimana tidak, penonton dibuat galau karena vonis penyakit Su-Jin yang sangat menohok, namun tetap realistis itu. Secara tidak langsung, kita akan diajak untuk belajar kesabaran dan kesetiaan dari seorang Ceol-Su, pekerja kasar yang ternyata memiliki keteguhan hati, kelembutan, dan terutama kesetiaan. Bisa dibayangkan, saat keluarganya hendak merawat Su-Jin dan menyilakan Ceol-Su untuk hidup bebas, ia masih bersikukuh untuk merawat sang istri yang bahkan sudah melupakan dirinya.

Jadi, kalau mata kamu sudah lama gak diperas, silakan tonton this awesome movie! Jangan lupa tissue, hehehe🙂

P.S. Special Feature (Saat kata-kata saktinya muncul🙂 )


70 comments on “A Moment to Remember: Belajar Memaafkan dan Setia

  1. leonardfresly
    13 Agustus 2014

    Nice Article, Lagi belajar nulis juga semoga bisa kaya sampean. hehe http://leonardfresly.blogspot.com/

  2. Cty Wulanddarii
    18 April 2014

    gilee , nangis kalang kabut nntonnya😀 apa lagi tiba cewenya manggil suaminya dengan nama mantannya🙂 gregetan deh😀

  3. neavy
    18 September 2013

    Very romantic story_kata2 ήч̲̮ä ttg memaafkan sungguh mmbuat sy mngerti arti dr memaafkan yg ssungguhnya_makasih bwd moshitto yg sdh recomended ini film thank a lot ☺☺

  4. Edi
    4 September 2013

    Ada yang tahu gimana cara download film ini?

  5. Edi
    4 September 2013

    Ada yang tahu gimana cara download film?

  6. Ping-balik: A Moment to Remember | lightsemi

  7. kasamago
    2 Agustus 2013

    wah rilis 2004? ane telat bgt neh…

  8. Desy Lestari
    23 Juli 2013

    Baru pertama kali nonton film pake ngeluarin air mata.
    And I want get my prince like Cheol Su ^-^

  9. Bayu Uyab
    12 Juni 2013

    Film ini menyentuh sekali. Kesetiaan jadi topik utama dalam film ini. Buat saya, adegan yang paling mengharukan adalah sewaktu Su Jin dibawa oleh Choi Su ke minimarket tempat mereka bertemu untuk pertama kali. Ternyata didalam minimarket itu ada orang2 yang sudah Su jin kenal. lalu dia berkata seperti ini kepada Choi Su “apa kita di surga? “.
    Film ini emang TOP dah…

  10. rinaaz
    9 Januari 2013

    udah liat filmnya…emg bagus bgt. sampe nangis bombay dibuatnya. jd bersyukur betapa suamiku sangat mencintaiku. dg setia merawatku dan si kecil di saat harus melahirkan secara cesar…

  11. Ping-balik: Dimaafkan | Elfarizi

  12. Intan Anggraeni
    25 Agustus 2012

    saya sungguh terharu dengan kisah ini . saya dapatkan informasi tentang film ini , pertamanya cuma iseng . saya ngetik film tersedih sepanjang masa . lalu saya menemukan film ” a moment to remember ” . dari sampul film nya saja telah tertarik . maklum saya pecinta film romatic . begitu saya liat . ternyata memang benar , film ini banyak menguras air mata . saya kasih beribu jempol untuk film dan kisah nya . sangat menyentuh sekali (y) dan saya akan mengingat ini ” memaafkan adalah memberi sedikit ruang pada kebencian ” ^_^ pelajaran yang sangat berharga sekali (y)

  13. walankergea
    31 Juli 2012

    Belum pernah nonton, dan kebetulan bukan penggemar film Korea🙂 Tapi aku sepakat bahwa memaafkan itu kualitas unggul dalam diri seseorang. Dibutuhkan kerendahan hati dan kelapangan jiwa buat bisa memaafkan. Sampai sekarang aku belajar untuk bisa memaafkan, termasuk memaafkan diri sendiri. Terima kasih atas peringatannya, sobat😀

  14. تلبيفع البي
    19 Juli 2012

    filmnya hampir mirip dengan ‘A Walk To Remember’ ya,si ceweknya punya penyakit leukimia,sedangkan di film a moment to remember penyakitnya alzheimer……….

  15. hidausagi
    7 Juli 2012

    hyaahh.. masnya suka drama korea juga tooh??
    ehehe.. saya nonton ini waktu jamannya kelas 2 sma, nonton bareng sama temen temen saya dan kompak mewek bareng.

    yah.. namanya juga cewek cewek.. hehehe😀
    iya, banyak hal yang bisa dipetik dari film ini. kita harus tetep setia sama pasangan kita, gimanapun juga keadaannya, walaupun makin lama dia gak inget sama kita (sedihnyaa)..
    trus sama memaafkan orang lain. walaupun kita bukan tuhan yang maha memaafkan tapi tetep aja, sesakit sakithatinya kita sama orang, kalo gak memaafkan dan nyimpen dendam terus bakalan lebih sakit.

    makanya saya suka film korea,sampe hardisk lepi saya penuh lho! selain romantis, banyak pesan hikmah yang bisa diambil.

  16. fajarsuwon
    5 Juli 2012

    kayaknya bagus nih film…

  17. zeta
    9 April 2012

    emang top abiz filmnya….. sediih banget, menguras air mata banget. tapi ceritanya sangat menarik.

  18. faggih
    28 Februari 2012

    saya copy yah sinopsisnya

  19. Tebak ini siapa!
    11 Februari 2012

    Wis nonton aku sing iki.
    Tapi wis lali ^^

  20. Bibi Titi Teliti
    9 Februari 2012

    udah nonton…udah nontooooon…

    Tapi sempet stres liat ending nya
    *maap sayah penganut paham hepi ending*

    Kenapa gak dibikin hepi ending aja yah?
    *masih belum bisa menerima kenyataan*

    • elfarizi
      9 Februari 2012

      haha … pokoknya film ini sukses bikin galau😀

  21. tank top
    31 Januari 2012

    kayanya bagus nih filmnya yaaa…menyentuh dan banyak pelajaran yang bisa diambil dari film ini…makasih udah share yaa…salam kenal slalu

  22. rowmanisme
    30 Januari 2012

    seinget saya gini deh bro kata2nya “memaafkan tidaklah sulit, itu hanya memberi sedikit ruang dalam hatimu”

    • elfarizi
      30 Januari 2012

      Mas Rowman coba baca di paragraf 9, ungkapan lengkapnya hehe😀

      • rowmanisme
        30 Januari 2012

        seinget saya kata “Memaafkan adalah memberi sedikit ruang pada kebencian” itu gak ada gan, dan maknanya malah jadi rancu gan🙂

      • elfarizi
        30 Januari 2012

        Memang kata-katanya gak diucapkan berbarengan, tapi ada jeda. Setelah SU-Jin bilang “Memaafkan tidaklah sesulit itu. Memaafkan adalah memberi sedikit ruang di hatimu.” Nah … setelah itu ada jeda, diisi percakapan lain, sampai satu menit kemudian ungkapan itu muncul “Memaafkan adalah memberi sedikit ruang pada kebencian (rasa benci)” Tuh, capture-nya dah aku upload, gan hehe😀

      • rowmanisme
        31 Januari 2012

        wah thanks gan sampe diupload, kayaknya punya w subtittle nya kurang gan, udah w tonton bolak-balik gak ada kata2 itu,:-)

      • elfarizi
        31 Januari 2012

        hehe … yaah, mungkin translator ngopi dulu pas adegan itu hehe😀

  23. MENONE
    30 Januari 2012

    baca saja dah komplit nich sob hehehehehehehe………..

    • elfarizi
      30 Januari 2012

      lebih afdhol kalau nonton hehe😀

  24. deyra
    30 Januari 2012

    Film ini ngebuat aku nangis gak berenti – berenti… >.<

    Ini juga bagus mas "tada, kimi wo ai shiteru" sama "sky of love"

    Jepang punya…🙂

    • elfarizi
      30 Januari 2012

      Iya, nih … jawara deh bikin galau hehe …
      Oke, referensinya siap dipertimbangkan😀

  25. Tina Latief
    29 Januari 2012

    korean punya ya…
    lama engga nonton malah dapat resensi…good

    • elfarizi
      29 Januari 2012

      yaaap, nih selang-seling nih, Mbak Tina😀

  26. mygreatzone
    29 Januari 2012

    saya punya tuh film. udah beberapa kali ditonton. ternyata ada juga mas2 yang suka korea. soalnya saya sering dicibir ama sodara yang anti film asia. padahal kan ga kalah bagus sama film holiwud yaks

    • elfarizi
      29 Januari 2012

      Loh, sadis amat sampe dicibir hehe🙂
      Yaa, suka juga meski gak holic amat … Awalnya nonton serial di TV kayak Ure My Destiny sama Naughty Kiss, jadi ketagihan hehe😆

  27. fanz
    29 Januari 2012

    link downloadnya kok ga ada masbro?😀

    • elfarizi
      29 Januari 2012

      gak aku sertakan, silakan aja googling, pasti banyak kok hehe😀

  28. Saipuddin
    29 Januari 2012

    tiada yang lebih hebat selain bisa memaafkan kesalahan orang lain dan kesetiaan.

  29. Falzart Plain
    29 Januari 2012

    Baca postingan ini saja saya terharu…
    Aduh, gak usah nonton filemnya deh…

    • elfarizi
      29 Januari 2012

      hehe, apalagi kalau nonton langsung, mas🙂

      • Falzart Plain
        30 Januari 2012

        Bisa-bisa nanti saya ngurung diri di kamar, nangis….
        Kan gak lucu orang kayak saya nangis di kamar…😆

  30. zilko
    29 Januari 2012

    wah, film drama ya, kayaknya pass aja deh, hehehe😛

    • elfarizi
      29 Januari 2012

      pas sama apa nih, Brader Zilko???😀

  31. Ely Meyer
    28 Januari 2012

    wah … bener , sama dengan tema postinganku yg pria setia itu🙂

    memaafkan dan setia, dua dua nya nggak selalu mudah dilakukan ya

    • elfarizi
      28 Januari 2012

      ya, mbak … kita sehati hehehe😆
      kalau mbak nanya apa ciri-ciri pria setia itu, nih ada di film ini jawabannya … pria setia itu ada di sosok Choi Ceul-Su😀

  32. imsfly
    28 Januari 2012

    kayaknya aku pernah baca pa yah gan….?

    • elfarizi
      28 Januari 2012

      baca apa maksudnya, mas imsfly? -__-”
      *gak mudeng nih*😀

  33. Eko Wardoyo
    28 Januari 2012

    mau mau mau mau nontonnnnn T.T

    *hunting hunting hunting

    Pengen banget nich Bang Belajar Memaafkan Dan Memiliki Kesetiaan ^.^”

    • elfarizi
      28 Januari 2012

      Yap, memang pada kenyataannya sulit banget bang Eko🙂
      mudah-mudahan deh, kita bisa dapat ilmunya yaaa😀

  34. mobil butut
    28 Januari 2012

    bersepakat,
    dengan memaafkan orang lain, kita bisa lebih tahu akan karakternya

    salam🙂

  35. riez
    28 Januari 2012

    film tentang pasangan yg punya penyakit lupa ingatan ya…jadi inget film 50 First Dates

  36. yisha
    28 Januari 2012

    duh, ngabisisn tisu sebanyak apa ya? 😥

    • elfarizi
      28 Januari 2012

      cukuplah, tissue Nice yang 250 lembar itu … dapatkan di Alfamart terdekat hehehe😀

  37. niccaniez
    28 Januari 2012

    Saya udah nonton nie film…,benar-benar mengharukan…,teman-teman cowok saya yang nonton film ini juga tiba-tiba berubah jadi mewek n cengeng…,
    saya salut banget ma cowok yang setia mendampingi cewek dalam tokoh ini…,

    • elfarizi
      28 Januari 2012

      Temanmu itu dan semua cowok yang mewek setelah nonton film ini bukanlah cengeng, tapi punya perasaan yang lembut dan kepekaan tingkat tinggi hehe #pembelaan😆

      Thanx😀

  38. Dhenok Habibie
    28 Januari 2012

    jadi pengen nonton El.. jadi pengen nangis baca reviewnya.. kalo gk sedih tanggung jawab yaa.. hahahaha😛

    • elfarizi
      28 Januari 2012

      hehe, dijamin dah pasti nangis! *)

      *): syarat dan ketentuan berlaku. Yang nonton kudu yang punya perasaan😀

  39. Ni Made Sri Andani
    28 Januari 2012

    Thanks banget atas penceritaan kembali kisah ini.Saya jarang nonton film.. jadi sangat beruntung dan berterimakasih jika ada yang berbaik hati mengupas kisah film.

    • elfarizi
      28 Januari 2012

      Ya, sama-sama, Mbak … Terkadang memang kita bisa belajar dari apa yang kita tonton hehe😀

  40. Rio
    28 Januari 2012

    salam kenal mas trmksih udh mmfollow blog saya,,
    smga sudi memberi saran2nya hehe,,

    • elfarizi
      28 Januari 2012

      sama-sama …. ya sama-sama memberi saran😀

  41. iiznurhayatie
    28 Januari 2012

    mau nonton ah jadinya,,, hehe mumpung liburnya seminggu lgi😀

    • elfarizi
      28 Januari 2012

      yadonk … cepetean sedot filmnya, terus tonton … biar mata hati terbuka bahwa masih ada pria yang setia *kayak yang posting* hahaha😀

Silakan komentar apapun :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 28 Januari 2012 by in resensi film and tagged , , , , .

Arsip

%d blogger menyukai ini: