ELFARIZI

BERBAGI, BERCERITA.

Film Love of Siam, Saat Remaja Mencari Jati Diri

Akhir-akhir ini, saya jadi keranjingan film Thailand. Entah dapat ilham dari mana, setelah dapat satu copy film drama Thailand dari seorang kawan, saya jadi doyan unduh film-film dari Negeri Gajah itu. Alhasil, dalam dua hari ini, empat film drama Thailand yang saya unduh sukses membuat saya puas menghabiskan weekend di kosan :) Dan, semua film yang bertema drama itu sama sekali tidak mengecewakan, malah bikin saya tambah semangat buat dapat film-film lain (except horor, tentunya!). Keempat film itu berjudul The Love of Siam, Crazy Little Thing Called Love, Friendship, dan Suckseed.

Tanpa bermaksud me-review film yang sudah basi (wong review-nya bakalan melimpah di Ustad Google), saya pengen mengulas satu demi satu film yang saya tonton. Bagi yang sudah nonton, silakan diskusi. Bagi yang belum, silakan jadi referensi. Tapi, saya mau coba nulis tentang film drama pertama yang jawara bikin penontonnya galay alias galau bin lebay :D Yaitu, The Love of Siam. Awal nonton film ini, saya cukup kaget! Karena di dalam film ini ada kisah cinta yang gak biasa, yaitu cinta sesama pria! Wow, jangan dulu lari atau ambil tindakan, apalagi main rusuh. Dengan alurnya yang berjalan apik dan juga konflik-konflik lain yang saling mendukung, saya pikir tema utama film ini adalah masalah keluarga, yang menyebabkan dua anak remaja bergalau ria mencari jati diri mereka.

Sinopsis

Film drama romantis lawas (rilis 2007) ini bercerita tentang kisah Tong (Mario Maurer) dan Mew (Witwisit Hiranyawongkul), dua remaja SMA yang sempat bersahabat dekat saat menjadi tetangga waktu masih kecil (SD). Persahabatan kedua bocah bermula saat Tong menyelamatkan Mew di toilet sekolah. Saat itu, Mew, si pianis cilik yang pendiam dan gak suka gaul, di-bully teman-temannya. Saat itulah, Tong yang rela berdarah-darah demi menyelematkan Mew selalu berusaha melindungi tetangganya itu.

Namun, persahabatan mereka terpisah saat Tong kehilangan kakak satu-satunya, Tang, yang tersesat saat mendaki gunung di Chiangmai. Keluarga Tong memutuskan untuk pindah rumah dan mengubur semua kenangan pahit mereka di rumah lama. Hal itu juga yang mengantarkan ayah Tong jadi seorang pemabuk sekaligus pengangguran. Sepindahnya Tong, Mew jadi dekat dengan Ying (Kanya Rattanapetch), bocah perempuan yang menempati rumah Tong.

Setelah beranjak dewasa dan duduk di SMA, Mew jadi seorang vokalis di August Band. Kini, ia tinggal sendiri setelah sang nenek meninggal. Tanpa sengaja, Mew bertemu kembali dengan Tong saat Tong hendak membeli CD August Band. Mereka pun kembali dekat. Saat itu, beragam masalah melanda Tong. Ibunya yang seorang dosen, sangat protektif terhadapnya. Belum lagi, pertengkaran antara ayah-ibunya, serta ayahnya yang semakin lama semakin sakit-sakitan karena kecanduan alkohol. Hal itulah yang membuat pacar Tong, Donut (Aticha Pongsilpipat) selalu mempertanyakan sikap dingin Tong.

Keluarga Tong berangsur membaik saat Mew mengenalkan June (Chermarn Boonyasak) kepada keluarga Tong. Kehadiran June yang sangat mirip dengan Tang, membuat keluarga itu lebih hangat. Meski pada akhirnya, June pun terpaksa harus pergi mengejar cita-citanya, setelah ia dipecat dari manajemen August Band karena dianggap tak becus mengurus band tersebut. Saat itu, August Band pun dilanda konflik saat Mew tidak terima dengan perlakuan temannya yang menyudutkannya dan seolah menganggapnya gay.

Di saat keluarga Tong kembali hangat, justru tidak sebaliknya dengan Mew. Ibu Tong melarangnya untuk menemui Tong setelah ia melihatnya berciuman dengan Tong di pesta keluarga! Ying yang tergila-gila pada Mew, harus terpukul saat menguping pembicaraan Mew dan ibu Tong. Konflik kembali muncul saat Tong menuduh Ying menyebarkan kabar bahwa ia adalah gay kepada teman-teman sekolahnya. Namun, setelah konflik itu, justru Ying menjadi dekat dengan Tong dan berusaha mendekatkan kembali Tong dan Mew yang terpisah karena ibu Tong melarangnya.

Akhirnya, setelah mengalami sekian banyak konflik, Mew kembali ke August Band. Tong pun mulai menyadari keinginan sang ibu bahwa hubungannya dengan Mew adalah sesuatu yang tidak perlu terjadi, meskipun ibunya tampak melunak dengan pilihan Tong (dilukiskan secara metaforis saat ibunya membiarkan Tong memilih boneka pria untuk aksesoris natal). Namun demikian, akhirnya Tong menyadari bahwa ia tak pernah mungkin jadi pacar Mew.

Sejenak ambil tissu dan sediakan mocca hangat :)

The Love of Siam berdurasi sangaaat panjang untuk ukuran film. Ada dua versi film ini yang dapat diunduh, yaitu versi director’s cut dan versi komersil. Tentu versi director’s cut lebih lengkap tanpa potongan, jadi lebih terasa hidup dan lengkap. Seperti yang saya ungkap di awal, saya lebih senang menyebutnya film keluarga, karena begitu peliknya masalah di keluarga Tong. Itu juga yang membuat saya menikmati film ini tanpa harus terganggu adegan-adegan frontal (baca: buka-bukaan) untuk menghiasi kisah cinta Mew dan Tong yang gak lazim. Meskipun ada satu adegan yang cukup annoying, yaitu ciuman bibir antara Mew dan Tong.

Film ini memberi gambaran jelas, mengapa seorang anak remaja bisa terjatuh pada pilihan yang tidak dikehendaki orangtua. Mew yang terbiasa dengan kesendiriannya dan juga sifatnya yang introvert. Sedangkan Tong yang terjebak dalam konflik dingin keluarganya sendiri, hingga ia menemukan kembali “senyum” saat menemui sahabat lamanya. Belum lagi ketegaran ibu Tong menghadapi suaminya yang berubah 180 derajat setelah ditinggal Tang.

Film ini juga menyisakan dialog-dialog yang sayang untuk dilewatkan. Banyak hal yang saya pelajari dari karakter-karakter dalam film ini. Selain itu, kehadiran August Band benar-benar menghidupkan film ini dengan lagu-lagunya yang sendu nan melankolis, benar-benar membuat film ini sukses membuat galau penontonnya :D

Ungkapan favorit

“Jika kita bisa sangat mencintai seseorang, bagaimana kita bisa menerima bahwa suatu hari nanti kita akan berpisah? Dan jika terpisah adalah bagian dari hidup dan kita tahu betul rasanya ditinggalkan, apakah mungkin kita mencintai seseorang dan tidak takut akan kehilangannya?” (Mew)

“Selama kau mencintai, kau masih punya harapan.” (Ying, puisi Cina)

55 comments on “Film Love of Siam, Saat Remaja Mencari Jati Diri

  1. ada yg tau gak ? klo mau download film Thailand yg gampang dmn yah ?

  2. film thailand terbaik
    20 Juni 2014

    salah satu film thailand terbaik.nonton film ini karena ada mario maurernya juga :D

  3. s
    26 Mei 2014

    makna e mendalam,, pelajarane banyak,,,

  4. y name
    16 Mei 2014

    ga pernah nnton film sampe nangis kecuali nnton film ini

  5. y name
    16 Mei 2014

    ga pernah nonton film sampe nangis kecuali nnton ini..
    sedih juga ceritanya.. :'(

  6. r
    28 Februari 2014

    Aku punya film thailand,, tpi gk ada subtitle’a.. Caranya gimna tuh ??
    Pliss ksih tw

    • elfarizi
      13 Maret 2014

      Coba cari di subscene.com, tinggal donlod di situ.

      • Alfarizi
        4 Agustus 2014

        om, ada link donlod’a, gak.?

  7. Arif Lilhero
    21 Februari 2014

    Hope someday i find my tong, haha because he is so gentle n sweet.

  8. Thailand Movie Loverz
    23 Januari 2014

    Salam ThaiMovieLoverz.

    yang ingin menambah referensi mengenai film-film thailand, silakan mampir ke blog pencinta film thailand (thai Movie Loverz) – http://tmloverz.blogspot.com/

    Salam ThaiMovieLoverz. :-)

  9. nikky alfarisha
    1 Desember 2013

    Minta link download_y dunx

  10. eka rahayu
    11 Oktober 2013

    wah bgs bngt filmx

  11. Nurul Fitrah
    4 Oktober 2013

    suka banget sama film” thailand. Simple tetapi selalu menyentuh. Love of siam juga keren banget, konfliknya kerasa banget dan pesannya juga sampai. Recomended-lah:)

  12. Roby
    5 Juli 2013

    the love of siam , film ini emang bagus banget . . gua sampe nangis nonton’a . . wkwkwk . . mngkin karna gua lagi galau pas nonton nie film kali ya . . kata” vaforit’a sama . .
    kata” yang di ucapin mew . .

    ” if we can love someone so much , how will we handle it when the day we have to saperate comes . . and if being saperated is part of life , is it posible that we can love someone so much and never be afraid of losing them . . ????

  13. zulvino
    31 Mei 2013

    apa egk ad lanjutanya film ini

    • zulvino
      31 Mei 2013

      AKU MW LANJUT KAN CERITA VILM INI
      AP EGK AD LANJUTAN YA STELAH DIA KASI POTONGAN HIIDUNG BONEKA KAYU ITU ….

  14. Leav
    18 Maret 2013

    Wah belum lihat yg versi director’s cut-nya The Love of Siam, ada link downloadnya gan..? Minta dong :D Please send to email: leafryo@yahoo.com

    Big thanks.. :

  15. Rdt
    18 Maret 2013

    The love of Siam yg versi director’s cut punya link downloadnya ga? Please tell me.. :)
    Baru nonton yg versi komersil, penasaran pengen liat yg director’s cut.. :)

    Anyway, filmnya bagus, menyentuh :

  16. deby ticha
    7 Januari 2013

    marionya ganteng (pasti) hehe ceritanya bkin mewek dehh rame sih tp tetep aj ad sdkit mngganjalktka adegan yg frontal itu hehehe

  17. Arby Les Blanc
    1 Januari 2013

    gw malah ga tw klo itu tentang film jeruk makan jeruk… stelah nonton kok gini.. tp gw trusin kok hehhehe

  18. bayu
    4 Desember 2012

    boleh saya minta film nya bisa dikirim lewat email kah di bayuajinugroho88@gmail.com terima kasih ^^

  19. Fahri
    27 November 2012

    telat nih dapat ni blog . . . .
    suck seed gokil abiss sipppp lahhh

  20. nam love shone
    18 Oktober 2012

    mau donload gk ea???? Gara gara first love jd pgn nntn movie yg mario prnkan… Tp gktega liat mario ma yg laen. Soalnya lg demen mario ma fern

  21. Citra W. Hapsari
    6 September 2012

    oke masuk list :mrgreen:

  22. eca's
    9 Juli 2012

    misi gan minta youtube film Crazy Little Thing Called Love dun tp yang bahasa indonesia ada ga nih? thanks

  23. hidausagi
    7 Juli 2012

    *langsung nanya temen thailand saya (siapa tau punya, heheh)

  24. ainu
    6 Juli 2012

    film thai paling keren, mew best of the best..

  25. Harmony Magazine
    28 Juni 2012

    Aduh, klo aku nonton film yang kayak gini dijamin bobok pules deh… :D
    Btw, salam kenal ya…

  26. x
    21 Juni 2012

    Punya subtile versi 186 menit engga?

  27. x
    21 Juni 2012

    Punya subtitle buat versi 186 menitnya engga?

  28. zan
    25 Mei 2012

    Keren bgt filmnya -_- Touching bgt juga hehehe..
    Berharap ada LOVE OF SIAM 2 :)

  29. misstitisari
    22 Mei 2012

    aku sudah menonton semua film itu, dan benerr banget Love of Siam itu sukses bikin mellow hati pas nonton
    complicated bgt soalnya, ya persahabtan ya keluarga, bikin nangis filmnya TT.TT
    eh friendship juga sedih tuh ceritanya

    • elfarizi
      22 Mei 2012

      Yap, gara-gara Mituna, saya jadi galau hehehe :D

  30. Ratna
    28 Januari 2012

    Jd pnasaran, za downloadnya dmana?youtube mah ptus2,,,

    • elfarizi
      28 Januari 2012

      Kalau ini dapet dari temen, Na … cuma gak ada subtitelnya, jadi kemaren cuma donlot subtitle nya aja di subscene.com hehe :D

      Coba googling, Na … katanya di Youtube juga ada beberapa part :D

  31. raden ikhwan
    23 Januari 2012

    sebenernya kurang suka sama genrenya, tapi boleh juga untuk dimasukin hunting film list saya. :)

    • elfarizi
      23 Januari 2012

      Hehe, yaa, hitung-hitung penyegaran setelah nonton kolosal atau action :D

  32. anestheaberbagiilmu
    23 Januari 2012

    memang menarik film yang berasal dari thailand itu, karena ternyata tidak hanya film action saja yang sangat menarik, tapi dramanya pun mampu menginspirasi kehidupan kita. :)

    • elfarizi
      23 Januari 2012

      hahay … si kamunya udah ketularan Thailand movie nih hehe …
      kulan, kah, apaaikmau??? haha :D

  33. susu segar
    23 Januari 2012

    kayaknya sekilas dah pernah nonton ntu film. . . . tp gak mpe selese si. . . .

    • elfarizi
      23 Januari 2012

      mungkin karena durasinya terlalu lama ya sampe agak bosen hehe :D

  34. imsfly
    23 Januari 2012

    cool man

  35. rowmanisme
    23 Januari 2012

    entah kenapa aku merasa film thailand dapat menghadirkan citarasa bahasa yang halus (lebay) :-)

    • elfarizi
      23 Januari 2012

      Ya, meski logat dan cara ngomongnya suka biking ngakak hehehe :D

  36. zilko
    23 Januari 2012

    Tema yang diangkat menarik dan tidak mainstream ya. Jadi penasaran andaikan film setema ini diproduksi di Indonesia, kira-kira bagaimana reaksi yang muncul??? hahaha :P

    • elfarizi
      23 Januari 2012

      Di Indonesia juga ada film sejenis, kayak Cokelat Strawberry dan Arisan. Tapi, yang saya senang dalam film Thailand adalah kehidupan yang digambarkannya cenderung realistis dan sederhana. Tidak seperti film remaja Indonesia, kebanyakan menggambarkan kemewahan dan hidup glamor :D

  37. Ely Meyer
    23 Januari 2012

    aku belum pernah sekalipun nonton film thailand :)

    • elfarizi
      23 Januari 2012

      Ya, barangkali bisa jadi referensi, Mbak Ely hehe :D

  38. putriefinda
    22 Januari 2012

    saya suka suckseed, keren atuh ….
    lucu pisan euy….
    ada lagi yang super lucu tapi judulnya lupa
    ehmz… ya ‘stranger’ (ini lucu plus roman) terus crazy couple kalo gak salah bener (lucu banget tapi juga ada romannya)
    hehehehe

    salam kenal balik dari Banyuwangi

    • elfarizi
      22 Januari 2012

      Iya, gokil abis itu film ampe bikin ngakak hehehe :D
      salam dari Bandung yaaa :D

  39. SITI FATIMAH AHMAD
    22 Januari 2012

    Salam kenal Elfarizi,
    Kalau filem Thailand saya menyukai filem2 aksinya seperti Ong Bak 1,2 dan 3. Selain itu, filem kekeluargaan juga sangat menarik. Filem di atas belum pernah saya liat. Sepertinya menarik juga.

    • elfarizi
      22 Januari 2012

      Ongbak 1, saya juga pernah lihat. Tapi, sebetulnya dulu saya kurang tertarik dengan fiilm Thailand. Tapi, sekarang jadi suka dengan film-film drama komedianya.

      Thanks ya Kak Siti, salam untuk saudara di Malaysia sana :D

Silakan komentar apapun :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 22 Januari 2012 by in resensi film and tagged , , , , , .

Arsip

%d blogger menyukai ini: