ELFARIZI

BERBAGI, BERCERITA.

Faktanya, Soekarno-Hatta Sangat Jarang ke Masjid

Berawal dari celotehan ponakan seorang kawan, “Om, tahu gak, siapa pahlawan masjid?” Si om sempat dibuat bingung dengan pertanyaan ponakan yang masih bocah itu. Saat kawan saya melontarkan pertanyaan yang sama pun, saya sempat bingung. Siapa, ya, pahlawan masjid? Mungkinkah itu ketua DKM, pengurus DKM, imam besar, ustad yang sering kasih pengajian, atau para jamaahnya. Setelah menyerah, si bocah menjawab innocent, “Ya, Pattimura, dong!” Haaa, saya langsung melongo (dengan ekspresi datar selama 10 detik). Hmmm, betul juga itu bocah, memang pahlawan yang sering “nongkrong” di masjid paling banyak biasanya Kapitan Pattimura yang berpose gagah dan berwibawa (meski lebih mendekati garang) dalam duit Rp1.000,- yang mendekam dalam kotak amal jariyah.

Bung Karno sedang berada di masjid (sumber: http://www.noenkcahyana.blogspot.com)

Kotak amal jariyah (dalam bahasa Sunda, disebut koropak) adalah salah satu “aksesori” wajib yang biasanya ditemukan di masjid-masjid, baik masjid kecil (langgar, mushala) hingga masjid raya sekalipun. Yaitu, tempat yang digunakan untuk “menampung” uang dari para jamaah masjid yang dermawan. Bentuk kotak amal jariyah, ya sesuai namanya–kotak–biasanya juga berupa kotak, meski ada juga yang dimodifikasi jadi berbagai bentuk, seperti bentuk kubah masjid, mobil-mobilan (dikira penitipan anak, kali, ya?), kotak beroda, bahkan ada juga yang bentuknya keranda jenazah. Mungkin, dengan demikian, orang akan lebih termotivasi untuk bersedekah mengingat dihadapkan pada keranda jenazah mini. Dan, yang paling penting, kotak amal jariyah harus memiliki lubang yang panjangnya sekitar 5 cm dan lebar yang hanya beberapa mili. Yang penting, uang koin dan kertas yang dilipat bisa masuk. Jangan terlalu lebar, apalagi sampai bisa dimasuki tangan. Bahaya!

Kotak amal jariyah selalu tersimpan dalam keadaan terkunci. Jika tidak dikunci, dikhawatirkan memancing tangan-tangan jahil untuk mencicipi kriminal. Kotak amal jariyah, ada yang disimpan secara permanen di satu posisi, misalnya di bagian depan pas pintu masuk atau di beberapa penjuru masjid. Ada pula kotak amal jariyah yang kemunculannya bersifat insidental, misalnya kotak amal jariyah yang biasa “keliling” saat shalat Jumat, saat pengajian, saat acara-acara PHBI, dan beberapa acara yang biasa diadakan masjid. Isinya? Tentu isinya adalah uang. Saya belum pernah menemukan kotak amal jariyah di masjid yang isinya selain dari uang, semisal permen, rokok, surat pengaduan, atau apapun yang bisa masuk lewat lubang keci. Uangnya pun beragam nominal, terdiri dari uang logam dan kertas.

Kebetulan, bapak saya adalah ketua DKM di salah satu masjid jami (tingkat dusun). Biasanya, selepas ibadah shalat Jumat setiap minggunya, beliau dan para pengurus suka “membongkar” kotak amal jariyah yang sudah keliling mulai shaf depan hingga shaf belakang. Biasanya, saat kotak amal jariyah melintasi shaf awal, akan berjalan lambat. Namun lama-lama, saat melintasi shaf ujung, kotak amal jariyah berjalan semakin cepat. Apalagi jika satu shaf diisi bocah SD, kotak bakal berjalan ngebut ekspress, sama sekali gak berhenti. Setelah dibongkar, maka akan keluarlah banyak “pahlawan” dari si Kotak Amal Jariyah itu. Meski perwajahan para pahlawan itu dalam kondisi yang berbeda-beda, ada yang masih mulus, ada sudah lusuh, kusut, kucek, bau mesin ATM atau bau tomat.

Jumat pekan lalu, iseng-iseng saya ikut nimbrung bapak “membelah” duren, ups, kotak amal jariyah. Ingin membuktikan, celotehan ponakan kawan saya di atas, benarkan Pattimura adalah pahlawan yang “rajin” ke masjid. Setelah dibuka, kotak terdiri dari uang kertas dan logam. Saya cuma memerhatikan para pengurus DKM menghitung. Alhasil, yang pertama tentu masih didominasi oleh Kapitan Pattimura, kedua Pangeran Antasari, ketiga Pangeran Diponegoro, keempat Sultan Mahmud Badarudin II, kelima Oto Iskandar Di Nata, dan … di posisi keenam, hanya ada seorang I Gusti Ngurah Rai. Hmmm, nampaknya masih ada yang kurang. Saya coba berpikir keras–seperti mengingat-ingat sesuatu–dan yaaa, saya sadar bahwa para punggawa negeri, sang Proklamator Soekarno-Hatta nampaknya tidak hadir pada Jumat kali itu.

Isi kotak amal sudah selesai dihitung. Meski hasilnya cukup besar dari segi angkanya, saya yang baru sekali itu ikut nimbrung “membongkar” kotak amal jariyah, kecewa karena founding father negeri ini ternyata tidak ikut shalat Jumat waktu itu. Ternyata, tidak ada yang jamaah yang berkenan memasukkan “Soekarno-Hatta” ke dalam kotak amal jariyah. Tapi, saya yakin itu bukan karena keengganan, melainkan “para pahlawan tersebut” sudah jarang dimiliki para tetangga saya, dan termasuk saya dan keluarga. Meskipun ada, tentu jadi barang langka. Saya saja melihat mereka nyelip di dompet saya sangat jarang. Dalam sebulan, paling ketemu beberapa kali dalam dompet dan dalam hitungan menit sudah bertukar pahlawan-pahlawan lainnya. Berbahagialah Anda yang sudah terbiasa “tinggal” bersama kedua pahlawan tersebut. Semoga jadi refleksi bagi semua.

P.S. Pesan khatib yang saya ingat dari shalat Jumat tadi siang.

Q.S. Al-Baqarah [2]: 254 “Hai orang-orang yang beriman, belanjakanlah (di jalan Allah) sebagian dari rezeki yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang hari yang pada hari itu tidak ada lagi jual beli dan tidak ada lagi persahabatan yang akrab dan tidak ada lagi syafaat. Dan orang-orang kafir itulah orang-orang yang lalim.”

Ayo, silakan pilih. Siapa pahlawan yang mau Anda masukan kotak amal jariyah!🙂

Ilustrasi dari banyak sumber (Google.com dan Flickr.com)

107 comments on “Faktanya, Soekarno-Hatta Sangat Jarang ke Masjid

  1. Bambang Supeno
    18 Oktober 2014

    Tulisan yg menghibur dan sarat makna, tks. Usia tulisannya hampir 3 th semoga sekarang pahlawan SoeHat itu sdh sering nyelip dan menjadi teman setia di dompet anda.🙂 Smg selalu sukses

  2. Laela Suliswati
    10 Mei 2014

    sangat menginspirasi… thanks

  3. hengky
    8 Juli 2012

    subhanallah luar biasa ini bisa buat bahan dawah yang mudah di ingat

  4. Ping-balik: Karma « Catatan Elfarizi

  5. rachmat
    15 Februari 2012

    uang receh logam juga ga kalah banyak sob😀

  6. layarkertaskulayarkertas
    15 Februari 2012

    hahahhaha.. kirain apa… eh.. ternyata dan ternyata… emang selalu begitu ya.. si “pattimura paling ramai di mesjid dibandingkan soekarno-hatta”😀

  7. amisha syahidah
    15 Februari 2012

    hehehehe, suka bgt dg postingannya..kirain pas baca judul di atas, kayak gak nyambung gitu, eh rupanya ujung2x sy baru tau..*nice posting :-D*

  8. hesty
    15 Februari 2012

    wkwkwkwkwk kirain ape …. hahah parah emang noh soekarno-hatta,, astaghfirulloh,, ahahahh

  9. Pencerah
    15 Februari 2012

    betul betul betu;

  10. Ni Made Sri Andani
    15 Februari 2012

    ha ha ha.. kirain sedang nulis soal kereligusitas-an Bung Karno dan Bung Hatta. Ternyata tentang seberapa seringnya para pahlawan itu nongkrong di kotak amal jariyah masjid. Bagus dan creative banget postingannya.

    Terus Pak Harto udah nggak pernah nongkrong di masjid lagi dong ya? he he..

    • elfarizi
      15 Februari 2012

      ini tentang religiusitas rakyat-rakyatnya, Mbak Made😀
      Wah, Pak Harto … jadul banget ya? hehehe😀

  11. adibmahdy
    15 Februari 2012

    wa baru tau saya mas bro…
    hahah bener sekali pahlawan yang slalu di masjid adalah Patimura hahah

  12. raden ikhwan
    14 Februari 2012

    ironi banget ya bro… napa bung karno jarang muncul di mesjid, mungkin masih tidur di dompet saya, hahaha:mrgreen:

    • elfarizi
      15 Februari 2012

      tapi yakin, dia gak bakal betah deh diem di dompet … bawaannya pengen keluar mulu dari dompet hahaha😀

      • raden ikhwan
        15 Februari 2012

        eh, situ orang dompet juga kok tau?🙄

        • elfarizi
          15 Februari 2012

          taulah, secara kita barengan terus … emangnya situ diem di celengan mulu😛

  13. nandini
    14 Februari 2012

    wah, bagus postingannya..🙂

    seringkali orang memilih memberi sedikit dan membelanjakan banyak, padahal sejatinya yang kita miliki adalah yang kita berikan🙂

    • elfarizi
      15 Februari 2012

      yaaa, itulah poinnya Mbak,
      saya saja masih sulit kok melakukannya😀

  14. Ida Ratna Isaura
    14 Februari 2012

    hahahahhahaha. . . . . gokillllll!!!!!!
    sindiran yang langsung menusuk ke jantung ke-cegek-an hidup😆

    pas lead uang2 tuch. . . sumpah! maluuuuuuuu. . . .

    maapin ane ya, soekarno-hatta😀
    engga maksud😆
    wkwkwkwkwkwk

    • elfarizi
      15 Februari 2012

      ya, buat bahan perenungan aja …
      tapi emang bukan gak niat ngasih soekarno hatta, wong mereka suka gak betah diem di dompet hahaha😆

      • Ida Ratna Isaura
        15 Februari 2012

        hahhahaha. . . . betull,, betul,,

        soekarno hatta tuch termasug menganut pola hidup berpindah tempat😀

  15. Ely Meyer
    14 Februari 2012

    aku malah sdh lama ndak nemu soekarna Hatta di dompetku juga gambar pahlawan lainnya

    • elfarizi
      14 Februari 2012

      kenapa gak nyimpen barang selembar dua lembar, Mbak El, hehehe😀
      Pasti asyik ya, di saku atau dompetnya semua euro hehe😀

      • Ely Meyer
        14 Februari 2012

        ya nyimpen tapi nggak di dompet😀

        tapi terus terang aku lebih suka bebas dari urusan duit baik rupiah maupun euro

  16. cobalihataku
    14 Februari 2012

    Keren Gan …..🙂

  17. Abed Saragih
    14 Februari 2012

    saya pilih uang 100.000🙂

  18. outboundmalang
    14 Februari 2012

    ayo tmn2 semua perbanyaklah infaq & sedekah, agar membuka pintu rezeki & rezeki kita tambah dilipatgandakan….amin…

  19. outboundmalang
    14 Februari 2012

    bagus bgt cerita’a di awal ane kira ini tulisan serius tp akhirnya malah ketawa sendiri….

    • elfarizi
      15 Februari 2012

      hehe … ini serius kok, Mas …
      serius buat perenungan bersama😀

  20. mumu
    14 Februari 2012

    dengan parang panjangnya, Pattimura ke Masjid… ternyata oh ternyata…

    • elfarizi
      15 Februari 2012

      ternyata … dia pahlawannya🙂

  21. giewahyudi
    14 Februari 2012

    Hahaaa, menarik sekali. Tak kirain ini cerita beneran soal Bung Karno dan Bung Hatta, ternyata soal uang infak.. *kecewa

    • elfarizi
      14 Februari 2012

      haha … maaf kalau buat Mas Gie kecewa nih …
      *gak enak hati:mrgreen:

  22. armae
    14 Februari 2012

    Hwehehe… ternyata. Pas baca judulnya gak disangka mengarahnya ke pembahasan tentang ini. Kereennn😀

    Oke, ini fakta baru!!! Hahaha,.
    salam kenal yaa.. tuisannya asikk🙂

    • elfarizi
      14 Februari 2012

      Ya, faktanya demikian hehe😀
      Makasih, salam kenal kembali …🙂

  23. rezaslash
    14 Februari 2012

    haha…
    keren mas..
    1 lagi yang jarang ke mesjid
    Oom yang nongkrong di duit 50.000🙂

    • elfarizi
      14 Februari 2012

      Gusti Ngurah Rai yaaa🙂
      di mesjid di kampung saya itu memang jarang … gak tahu kalau di Medan sana hehe😀

      • rezaslash
        14 Februari 2012

        kalau di medan yang sering om bulet – bulet mas, alias uang receh.. hehe
        Makanya kotak amalnya hobi nyanyi kalau lagi disorong – sorong..😆

  24. Agam TrueBlue
    14 Februari 2012

    ada yang masih mulus, ada sudah lusuh, kusut, kucek, bau mesin ATM atau bau tomat:mrgreen: wkwkwkwkocak ada bau tomat segala ..

    ane milih yg nol nya banyak aja deh buat dimasukin ke kotak amal jariyah😀

    • elfarizi
      14 Februari 2012

      haha .. iya, kan di tempat ane banyak yang kerjanya pedagang di pasar, termasuk pedagang sayur😀

      • Agam TrueBlue
        14 Februari 2012

        trus ente jualan apa ?:mrgreen: kidding bos😛

        • elfarizi
          14 Februari 2012

          jualan mochi Kaswari #PuasPuasPuas hahaha😆

  25. Akhmad Muhaimin Azzet
    14 Februari 2012

    postingan ini sangat penting untuk kita renungkan bersama; makasih banyak ya, Mas, telah berbagi hal yang penting ini….

    • elfarizi
      14 Februari 2012

      Sama-sama, ya muhasabah untuk semua, utamanya saya sendiri😀

  26. tunsa
    14 Februari 2012

    huahahaha…. bener…bener… bapak soetta jarang ke masjid. tapi di masjid polda deket tempatku banyak juga kok..😀 memang sih tak sebanyak pangeran diponegoro😀

    • elfarizi
      14 Februari 2012

      wajar itu, masa iya, di Polda gak ada Soetta, kan malu-maluin hehe😀

  27. satusatuen
    14 Februari 2012

    woww..postingan yang kuat..keren..dan mengena..
    kapan ya bisa ngajak Pak Karno ma Bung Hatta jumat-an..

    • elfarizi
      14 Februari 2012

      Jumat depan mungkin bisa? hehe😀

      • satusatuen
        15 Februari 2012

        Tinggal Sultan Mahmud Badaruddin sama Imam Bonjol nih..padahal masih ada 1/2 bulan..ada yang mau nyumbang?

  28. Tebak ini siapa!
    14 Februari 2012

    Tertipuuuuu akyuuuu~
    Huuuu…

    • elfarizi
      14 Februari 2012

      Saya bukan penipu, Mbak Una! haha😆

  29. Wahyu Eko Prasetyo
    14 Februari 2012

    Keren

  30. nique
    13 Februari 2012

    xixixi terkecoh saya …
    kirain tadi mo bahas BK dan Bung Hatta
    eh ga taunya tentang amal toh
    iya ya … seringnya emang Pattimura tuh
    mungkin karena yang dikasi sisa parkiran kali hehehe
    semoga,s etelah mbaca tulisan ini, klo ke mesjid lagi besok2
    kita ngasihnya yang ada gambar BK minimal Jend.Sudirman deh hehehe

    • elfarizi
      13 Februari 2012

      hahaha😀
      amin amin amin, Mbak Nique🙂

  31. Aulia
    7 Februari 2012

    bisa jadi lembaran merah sering masuk ke celengan lain, alias bukan celeng masjid via tangan ke pengurus langsung dimana mungkin hajatan orang melepas nazdar, sedekah untuk almarhum, dll🙂

    semua lembaran warna itu tentu dengan ikhlas akan menjadi bekal untuk hari akhir nanti. wallahu’alam

    • elfarizi
      7 Februari 2012

      ya, mas … mudah-mudahan demikian. Sepakat, memang apapun pahlawan yang masuk masjid, yang utamanya adalah ikhlas😀

  32. Asop
    2 Februari 2012

    Huahaha, dahsyat nih posting-an, ternyata Soekarno-Hatta yang dimaksud itu uang 100ribu…:mrgreen:

    Ternyata ya, kalo semua uang kertas Indoensia dijajarkan satu-satu seperti di atas, penampilannya antik banget ya, bagus banget desainnya.😀 Rasa2nya cuma uang negara kita yang berwarna-warni, terus ada gambar banyak pahlawannnya.😀

    • elfarizi
      2 Februari 2012

      ini sekadar buat refleksi bersama😀

  33. Citra Taslim
    28 Januari 2012

    tulisanny bagus, jarang ya yg menghadirkan soekarno-hatta itu dikotak amal. sekaligus jd bahan perenungan, “memberi harusnya yang terbaik”.🙂

    • elfarizi
      28 Januari 2012

      Makasih Mbak Citra …
      Moga jadi bahan refleksi untuk semua😀

  34. dudeph
    23 Januari 2012

    hahaha,,, alhamdulillah ga usah disebut pahlawannya..
    burung garuda jadi saksinya😀 wkwkwkwkkwkwkwk

    • elfarizi
      23 Januari 2012

      haha … dan rumput bergoyang tentunya …😀

  35. rianadhivira
    22 Januari 2012

    hahahahaha nice post!

  36. imsfly
    22 Januari 2012

    mantap mas bro …….

  37. nandobase
    22 Januari 2012

    Walaaah…. Sukarno Hatta itu uang 100 ribuan tho….. Kaget saya. Wkwkwkw…

  38. Saipuddin
    22 Januari 2012

    wah, iya juga yea…

    Prinsip orang Indonesia, “Biar kecil yang penting banyak”. itulah mengapa lebih milih Pattimura.😀

    • elfarizi
      22 Januari 2012

      Yaya, Mas …
      Apalagi kalau udah banyak dan besar pula … wah kayaknya cepet makmur nih masyarakatnya😀

  39. Fauzan Mars
    22 Januari 2012

    hadeh lucu🙂

    • elfarizi
      22 Januari 2012

      Thanx Kang Fauzan😀
      Semoga jadi pelajaran buat semua😀

  40. arip
    21 Januari 2012

    ini bukannya riya yah, tapi setelah munculnya pangeran antasari, beliau lah yang sering diajak datang ke masjid.:mrgreen:

    • elfarizi
      22 Januari 2012

      wah, sahabat mas arip nih Pangeran Antasari yaaa … kirain I Gusti Ngurah Rai atau Soekarno Hatta hehe😀

  41. hasannote
    21 Januari 2012

    Hidup Soekarno-Hatta!!!

    • elfarizi
      21 Januari 2012

      Hidup … Semoga mereka juga “menghidupi” masjid-masjid😀

  42. djakarta182
    21 Januari 2012

    huahahahahaa… gokil gw sempet terkecoh .. aaarrrggghhhhh…:|
    artikelnya keren sob.. hahaha…
    bener bgt tuh, orang bakal mikir panjang mo amal ake duit 100rb, haha…

    • elfarizi
      21 Januari 2012

      hahaha …
      yap, moga jadi pelajaran buat semua, terutama buat gw sendiri😀

  43. Tina Latief
    21 Januari 2012

    betul…
    faktanya, belanja membawa uang 20ribu itu malu
    tapi kalau infak 20 ribu itu sudah terlalu banyak…
    salam kenal..

    • elfarizi
      21 Januari 2012

      Haha, betul Mbak😀
      Oke, salam kenal juga ….😀

  44. tank top
    21 Januari 2012

    makasih infonya…

  45. Hanif Mahaldi
    21 Januari 2012

    haha, iya ya, saya sempat heran baca judulnya, tapi semakin kebawah semakin sadar, kita lebih sering memasukkan di kapiten pattimura di bandingkan soekarno-hatta.

    • elfarizi
      21 Januari 2012

      Iya, Mas … mudah-mudaha jadi refleksi bagi semuanya, terutama saya sendiri😀

  46. jaharhart
    21 Januari 2012

    kalo gambar harus dicantumin sumbernya juga ya Za?

    • elfarizi
      21 Januari 2012

      “Harus” sih gak tahu, tapi lebih ke menghargai si pembuat gambar sih😀
      Tapi, sebetulnya itu kan berhubungan sama hak cipta. Apalagi kalau gambar-gambar komersil😀

  47. anestheaberbagiilmu
    21 Januari 2012

    waaaaaahhhhhhh, masih mending yah klo yang sering datang, pahlawan patiimura,

    coba kalau “burung jalak bali” pasti berat tuh “koropak”…😛

    • elfarizi
      21 Januari 2012

      Yang, jalak bali itu masuk kategori hewan-hewanan, bukan pahlawan haha😀

  48. Rahmat Hidayatullah
    21 Januari 2012

    Wah…hebat nich, semakin mantabbb tuch gaya tulisanmu….Aku mundur ah jadi penulis…hehehheee….Sekarang, malam ini Gue ikrarkan dirimu bukan pemain cadangan lagi ych, jadi pemain inti…Siap tempur

    • elfarizi
      21 Januari 2012

      Ah ah ah ah … Happasiii Bang Mamat😀
      Kita terus belajar dan belajar bersama (jiaaa “bersama”)

  49. tiara
    20 Januari 2012

    untung sekarang uang paling populer gambarnya Pattimura , kalau masih ada uang gambar orang utan , pahlawannya masjid orang utan dong >,<

    • elfarizi
      21 Januari 2012

      Iya, ya … untung udah gak monyet lagi di kantong atau dompet kita😀

  50. choirunnangim
    20 Januari 2012

    WAh aku juga jadi DKM dijogja Mas…
    Aku jadi mahasiswa yang tinggal dimasjid biar irit..
    Dan tadi jumlah infaqnya Rp 900.000-an lah…
    Itu hanya dalam satu jumat ini saja karena setiap jum’at kotak itu selalu dibuka….
    Hidup PAHLAWAN

    • elfarizi
      20 Januari 2012

      Dari yang 900.000 itu pahlawan mana yang banyak kumpul? hehehe. Berapa banyak Soekarno-Hatta-nya? hehe😀

      • choirunnangim
        23 Januari 2012

        Wah maaf mas baru kesasar kesini lagi.. Kebanyakan yang pada ngumpul yang patimura. Soekarno Hatta paling tiga kalo ga dua saja…

      • elfarizi
        23 Januari 2012

        waaah alhamdulillah ya … kalau lingkungan kampus, insya Allah percaya😀

  51. Muhammad Zakii Al-Aziz
    20 Januari 2012

    wkwkwkwwk😀
    Ane sempat terkecoh Zaaaaaaaaaaaaaaa……

    mantap Za…

    • elfarizi
      20 Januari 2012

      Wah, sorry atas keterkeceohannya …. Maaf, kalau konten yang Anda cari tidak ditemukan hahahaha😀

    • choirunnangim
      20 Januari 2012

      Betul mas zaki aku juga sempet mikir…. Emang hebat nih yang punya Blog..

  52. Cak Bas
    20 Januari 2012

    yang sering mampir dompet yang ‘patimura’…

    • elfarizi
      20 Januari 2012

      Hehehe, kalo itu sama saja sama saya donk😀

    • choirunnangim
      20 Januari 2012

      Haha betul itu termasuk aku juga cuma sering ngasi Patimura… Jarang lagi..

      • elfarizi
        20 Januari 2012

        hehehe, ya sama … untung sekarang yang monyet udah gak ada yaaa😀

  53. Gandi R. Fauzi
    20 Januari 2012

    Itulah yg harus kita belajari, Ikhlas, mendapat uang 100rb rasanya sedikit, tapi untuk sedekah saja terlalu besar…

    • elfarizi
      20 Januari 2012

      Yap, semoga jadi refleksi bagi semua. Utamanya saya sendiri hehe😀

Silakan komentar apapun :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 20 Januari 2012 by in religius, sosial and tagged , , , , .

Arsip

%d blogger menyukai ini: