ELFARIZI

BERBAGI, BERCERITA.

Dicuri Tabloid Kemenkominfo, Karya Saya Dianggap Sampah

1326798776669458062

Tulisan asli diunggah di Kompasiana (Klik di sini).

Sebetulnya, saya tidak berminat menulis hal ini. Namun, setelah diulas oleh sahabat sekaligus mahaguru saya di bidang menulis yang juga kompasianer Sukron Abdilah di Kompasiana, saya kembali tergerak dan terusik. Awalnya, memang saya tak menghiraukannya, namun lama-lama saya pikir kerjaan Tabloid Komunika yang notabene adalah tabloid milik Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) ini tidak bisa dibiarkan. Minimal, hal ini bisa jadi pembelajaran bagi banyak pihak dan juga teguran untuk tabloid yang langsung diarahkan oleh Yang Terhormat Tifatul Sembiring (Menkominfo) dan stafnya, Ahmad Mabruri Mei Akbari (staf khusus Menkominfo).

Kronologinya bermula saat seorang kawan secara tidak sengaja menemukan tabloid Komunika beberapa waktu lalu. Di dalamnya terdapat artikel dengan nama saya sebagai identitas penulisnya. Dia langsung mengabari bahwa tulisan saya dimuat di tabloid Komunika edisi Oktober 2011. “Judulnya, Regenerasi Pemuda,” ujarnya. Sejenak saya mengingat-ingat. Setahu saya, saya memang pernah menulis artikel berjudul “Regenerasi Pemuda Harapan Bangsa” yang waktu itu saya kirim ke salah satu media massa cetak, Oktober 2009–bertepatan dengan saat hari Sumpah Pemuda. Namun, karena tidak kunjung dimuat, saya kemudian mengunggah artikel tersebut di blog pribadi saya (http://www.elfarizi.wordpress.com) pada 7 November 2009 dan di Kompasiana pada 8 Desember 2009. Setelah mendengar itu, sejujurnya saya tidak terlalu senang bahwa tulisan saya dimuat di tabloid yang distribusinya–setahu saya–hanya sebatas di kantor-kantor dinas. Utamanya, saya merasa tabloid Komunika telah “mencuri” artikel saya.

13267992881540598078Setelah kroscek ke laman Kominfo, ternyata benar bahwa artikel saya dimuat di tabloid tersebut pada Oktober 2011. Jelas, istilah “mencuri” saya rasa tepat karena pihak Komunika tidak pernah memberi kabar atas pemuatan itu atau terlebih dahulu meminta izin saya sebagai penulisnya. Memang, tidak ada unsur plagiasi di sini karena nama saya dicantumkan secara lengkap sebagai penulis. Namun sayang, Komunika telah mengabaikan etika dalam memuat tulisan yang jelas merupakan karya saya dengan hak cipta penuh pada saya. Selain itu, tidak dicantumkan pula sumber tulisan tersebut, baik link akun WordPressBlogspot, atau Kompasiana saya.

Memang ada sisi baik yang saya dapatkan, yaitu tersebarnya ide saya secara cuma-cuma ke seluruh penjuru Indonesia. Saya pun bisa bercermin diri, siapakah saya, hanya blogger yang hobinya nulis-nulis gak jelas. Buku yang diterbitkan pun baru satu. Sungguh, saya tidak keberatan ide saya bisa bermanfaat bagi orang-orang banyak, semisal disebar pengurus DKM masjid, buletin anak sekolah, atau sekadar mulut ke mulut orang. Tapi sangat disayangkan, penyebaran karya saya ini dilakukan tabloid sekelas Komunika, yang tentu selain beken, punya profesionalisme dan kode etik dalam bekerja. Ya, kecuali Komunika hendak disamaratakan dengan buletin Jumatan atau pamflet iklan pengobatan.

Saya memang sekadar seorang blogger yang menulis dengan tujuan utama mengekspresikan ide. Saya pun selalu berusaha menjadi seorang blogger yang mengedepankan etika, salah satunya menghindari salin-tempel karya orang lain. Begitu pula harapan saya saat orang lain mengapresiasi tulisan-tulisan dalam blog saya. Saya sangat menghargai upaya para pembaca blog saya yang menemukan sedikit manfaat dalam blog saya (yang sebetulnya lebih banyak unsur tidak pentingnya ketimbang manfaat), lalu mereka meluangkan waktu untuk menulis komentar pada postingan atau bahkan menghubungi saya via Facebook yang tertera dalam blog tersebut. “Maaf, Mas, kalau boleh saya copas ya artikel untuk bla bla bla”, “Kalau gak keberatan, boleh ya artikelnya saya ambil, nama penulisnya gak diganti, kok” dan komen atau tanggapan lainnya. Bahkan untuk mengunduh konten yang sudah saya izinkan untuk diunduh sesuka hati, masih saja ada yang bertanya atau meminta izin, “Mas, izin download, ya.”

Betapa beretikanya rekan-rekan pembaca blog saya itu yang menyempatkan menulis komentar di postingan atau berusaha menghubungi saya. Saya sangat sangat menghargainya. Dan, kembali lagi ke masalah “pencurian” artikel itu, betapa jauhnya perbedaan etika antara para pembaca blog saya (yang saya tidak tahu dari kalangan mana dan latar sosial pendidikan apa) dengan para awak tabloid Komunika yang jumlahnya tidak mungkin satu dua kepala saja. Seorang teman berpendapat agar saya menarik hal ini ke ranah yang lebih rumit, semisal menuntut Tabloid Komunika atau membenturkannya dengan UU ITE.

Ah, persetan dengan hal itu. Saya tidak ada kepentingan apa pun dengan tabloid sekelas kementerian pusat tersebut. Saya juga tidak tahu dan tidak mau tahu, apakah hal ini sudah melanggar UU Hak Cipta, UU ITE, UU intelijen, UU Miras, atau apalah. Saya hanya ingin membuka mata kawan-kawan, terutama para blogger, bahwa karya-karya kita yang hanya “tertumpuk” begitu saja di laman blog, bisa jadi dianggap sampah yang bisa dicomot kapan saja karena dirasa tidak lagi bermanfaat bagi pemiliknya. Dan, ternyata pencomot itu tidak saja dari kalangan siluman yang bertebaran di jagat maya raya, tapi juga dilakukan secara gamblang oleh pihak sekelas Tabloid Komunika yang bernaung di Kemenkominfo.

Semoga jadi pelajaran bagi semua dan Tabloid Komunika agar berintropeksi diri.

17 comments on “Dicuri Tabloid Kemenkominfo, Karya Saya Dianggap Sampah

  1. Ping-balik: Wawancara Seputar Blog | Elfarizi

  2. daudtarigan
    29 Februari 2012

    wah.. membaca tulisan mas, rada miris juga neh.. seharusnya Institusi yang besar seperti mereka memiliki SOP (prosedur) yang sdauh baku dalam menulis, termasuk menerbitkan tulisan orang lain didalam tabloit mereka.

    ini sepertinya kok tidak memiliki SOP sama sekali ya… aneh… tapi salut juga buat mas, tulisannya bisa di’curi’ pihak lain pasti karena tulisan mas bagus kan…. hehhe

    oh ya mas, saya penulis buku dan blog juga.. buku dan blog saya di http://aplikasiphp.com/index.php/artikel/part/23/Buku_tentang_SMS_Gateway_dengan_CodeIgniter_karya_Saya

  3. Tyka Ndutyke
    26 Januari 2012

    walah, gak disangka ya pihak sekaliber Kemenkominfo bisa melakukan hal seperti ini, ckckckck… aku baca deh cerita lanjutannya….

  4. MasGiy
    23 Januari 2012

    harusnya mereka lebih paham untuk urusan yang begini…..gak habis pikir…..

    • elfarizi
      23 Januari 2012

      kalo gak habis pikir, saya juga sama hehe😀
      Semoga jadi pembelajaran bagi semua😀

  5. Ping-balik: Butuh Tulisan Humor? Anda Salah Alamat « Catatan Elfarizi

  6. imsfly
    23 Januari 2012

    kok bisa yah…?

    • elfarizi
      23 Januari 2012

      bisa-bisa aja kalau mentalnya sudah mental pembajak😀

  7. Ping-balik: Nikmati Malam dengan Sop Dapur Amih « Catatan Elfarizi

  8. Ely Meyer
    20 Januari 2012

    ironi sekali ya tabloid kemenkominfo bisa melakukan tindkaan itu, beruntung mereka kamu nggak protes atau nuntut, harusnya mereka malu, jangankan berterima kasih minta ijinpun nggak

    • elfarizi
      20 Januari 2012

      Ya, begitulah. Esok harinya, masalah ini (dianggap) selesai kok seperti yang saya tulis di postingan selanjutnya. Moga jadi pelajaran bagi semua😀

  9. Ni Made Sri Andani
    19 Januari 2012

    Saya belum terlalu lama ngeblog. Jadi sedikit demi sedikit mulai mendengar kejadian-kejadian seperti ini. Aneh juga,tabloid Kemenkofinfo kok bisa mencuri tulisan juga ya. Thanks ya atas sharingnya..

    • elfarizi
      19 Januari 2012

      Iya, mbak. Sebetulnya yang disayankan itu, sama sekali gak ada izin atau basa basi sedikit pun. Bahkan dibiarkan berbulan-bulan. Semoga jadi pelajaran bagi semua😀

  10. Evi
    18 Januari 2012

    Yah kejadian yg cukup memalukan bagi tabloid sekelas Komunika. Apa susahnya sih nulis di komentar, ” Mas maaf ya tulisan ini akan kami cetak di tabloid” Tapi berurusan dengan orang tak beretika emang susah. Foto2 gula aren saya banyak dicuri oleh sesama pedagang gula aren..Gak minta ijin. Bahkan tanda yg saya beri pada gambar saja di hapus lalu mejeng deh itu milik saya di brosur mereka. Sebel banget!

  11. Gusti 'ajo' Ramli
    18 Januari 2012

    semoga ini menjadi pengalaman beharga bagi kita semua sebagai bloger untuk tetap beretika… jangan tiru hal yang sperti ini..

    • elfarizi
      18 Januari 2012

      Oke, Mas. Hidup blogger🙂
      Thanx.
      Salam.

Silakan komentar apapun :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 17 Januari 2012 by in internet, media and tagged , , , , , .

Arsip

%d blogger menyukai ini: