ELFARIZI

BERBAGI, BERCERITA.

Gak Tahu Internet? Ndesooo …

Apa jadinya kalau seorang ibu dan anak masih sibuk berkirim surat hanya untuk menanyakan kabar? Apa jadinya kalau seorang pelajar harus rela mengeluarkan banyak uang terus-menerus hanya untuk membeli buku referensi? Dan, apa jadinya kalau seorang anak kampung seumur hidupnya hanya bergaul dengan teman satu kampungnya? Wah, dunia akan terasa sangat luas dan mustahil dijangkau. Kita akan berasa seperti manusia yang mandeg tanpa perubahan. Untunglah, sejak hadirnya makhluk bernama “internet” manusia bisa xlangkah lebih maju, bahkan beribu-ribu langkah lebih baik dibanding pada masa lalu.

Itulah ajaibnya internet. Benda yang satu ini makin hari kian akrab di telinga kita. Orang-orang dari berbagai profesi, mulai pengusaha, pejabat negara, artis, guru, pelajar, hingga tukang dagang asong kenal internet. Dari anak TK hingga orangtua yang sudah jadi oma-opa bisa dipastikan tahu, atau minimal pernah mendengar internet. Internet juga bisa ditemukan di mana-mana, mulai kota-kota besar hingga pedesaan, dari pusat-pusat keramaian, mal, pinggir jalan, hingga di setiap rumah. Ajaibnya lagi, orang bisa mengaksesnya di mana saja, mulai di rumah, warung internet, kafe, sampai di angkot atau toilet umum pun, bisa!

Jaringan tanpa kabel yang disebut internet ini benar-benar mengubah dunia menjadi xlangkah lebih maju dibanding masa sebelumnya. Setidaknya, satu dekade ke belakang atau tahun 1990-an, internet yang baru saja lahir (awal mula istilah internet pada 1986, Wikipedia) belum populer. Di Indonesia sendiri, internet baru marak setelah melewati milenium baru hingga akhirnya pada tahun ini, pengguna internet di Indonesia sudah mencapai 55 juta orang, meningkat tajam dari tahun 2010 yang hanya 42 juta orang (survey MarkPlus Insight).

Dengan beragam kemudahan, perubahan gaya hidup, dan tingkat ekonomi dan pendidikan yang semakin mapan, internet kian mudah dinikmati dan diakses setiap orang. Warung internet (warnet) sebagai penyedia utama jasa internet tumbuh subur seperti jamur di musim hujan. Dari kota besar hingga pelosok daerah, sudah tersedia warnet. Bagi mereka yang lebih nyaman mengakses di ruang privasi, saat ini, hampir setiap rumah memiliki koneksi internet, baik melalui komputer pribadi (PC) atau laptop (notebook). Jadi, internet dapat dinikmati seluruh anggota keluarga tanpa harus menghamburkan uang di warnet dan antre dengan pengguna lain. Terlebih, orangtua akan semakin mudah mengawasi anak-anaknya yang sedang berselancar di dunia maya. Merasa perlu berperan, pemerintah pun bahkan gencar-gencarnya membuat program mobil layanan internet di desa-desa.

Koneksi internet dapat memanfaatkan modem kabel yang dihubungkan dengan jaringan telepon atau tanpa kabel, yaitu dengan memanfaatkan jaringan wireless atau modem GSM atau CDMA. Modem GSM atau CDMA memerlukan provider internet berupa simcard (seperti handphone). Provider internet terbaik di Indonesia saat ini adalah XL, jaringannya kuat dan tentu pilihan paket yang disediakan juga terjangkau.

Selain itu, telepon seluler (handphone) yang semakin menjadi barang kebutuhan primer merupakan media yang paling banyak digunakan orang untuk mengakses internet. Masih menurut survey MarkPlus Insight, 29 juta orang Indonesia merupakan pengguna aktif mobile internet (2011). Itu artinya, sangat banyak orang mengakses internet via HP. Hal itu disebabkan melimpahnya berbagai jenis dan merk handphone dengan harga yang sangat-sangat terjangkau. Selain itu, berbagai operator penyedia jasa telekomunikasi juga berlomba-lomba memberikan pelayanan terbaik mereka dalam memberi kemudahan berinternet. Namun, tetap saja, provider terbaik yang saya rasakan saat ini tetap XL dengan jargonnya Xlangkah Lebih Maju. Beragam pilihan paket internet yang murah namun berkualitas sangat memudahkan pengguna internet.

Namun, yang perlu disadari setiap orang adalah bagaimana internet benar-benar membuat orang xlangkah lebih maju dan bukan sebaliknya, membuat selangkah lebih mundur. Artinya, berbijak dalam menggunakan internet sangat penting. Bagaimana pun kemajuan baru dirasakan saat pengguna internet di Indonesia memanfaatkan internet untuk sesuatu yang bermanfaat, baik untuk diri sendiri dan utamanya, bagi orang lain. Beragam fasilitas yang dapat dimanfaatkan di internet seperti jaringan sosial (Facebook, Twitter, Plurk, dan lain-lain), blog (blogger, wordpress, multiply, dan lain-lain), dan pemanfaatan situs pencari, ensiklopedia, portal berita, dan lain-lain. Semua akan memberikan kemajuan jika digunakan dengan benar. Situs jejaring sosial benar-benar untuk media silaturahmi dan komunikasi, blog diguanakan untuk menyebarkan ilmu yang bermanfaat, dan informasi yang diserap pun harus dicermati secara bijak. Sebaliknya, jika internet digunakan untuk penyalahgunaan, kejahatan (cyber crime), kebohongan publik, ajang caci maki, dan akses pornografi, internet malah akan membuat kita beribu-ribu langkah lebih mundur dari masa lalu.

Siap xlangkah lebih maju? Gunakan internet yang bijak. Gak tahu internet? Ndesooo .. []

Sumber gambar: fotosearch.com dan google.com

One comment on “Gak Tahu Internet? Ndesooo …

  1. Rizky Bonaparte Bachdim
    28 November 2011

    asyik sih, tapi kok banyak iklan XL nya sih??? haha … SPB XL ya😀

Silakan komentar apapun :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 24 November 2011 by in gaya hidup, internet and tagged , , , .

Arsip

%d blogger menyukai ini: