ELFARIZI

BERBAGI, BERCERITA.

Kurban Virus Influenza

Masjid di sebelah rumah mulai ramai dipadati Pak RT beserta segenap jajaran bocah yang dipimpinnya. Pak RT memimpin takbir Idul Adha 1432 H kali ini. Selepas shalat Maghrib, pasukan mulai bersiap siaga menyiapkan perlengkapan: bedug yang direlokasi dari tempat semula ke dekat bibir pintu, kohkol–pemukul bedug–yang sengaja disiapkan lebih dari satu, tak lupa microphone yang harus dalam keadaan ready use. Walhasil, malam takbiran Lebaran Haji tahun ini siap dinikmati Muslim, termasuk aku. Sayang, kenikmatannya sedikit (atau malah banyak) terganggu dengan hidungku yang meler-meler sejak tiga hari lalu.

Musim hujan mulai datang sejak akhir Oktober lalu. Perubahan cuaca cukup ekstrem. Sebelumnya, kemarau terasa kering dan panasnya minta ampun, termasuk di Bandung dan Cianjur. Ketika musim berubah, seketika panas kering kerontang dan gersang berubah jadi hujan menggelegar, petir menyambar-nyambar meski di pagi hari. Walhasil, tubuhku yang ternyata tidak mendapat asupan vitamin dengan baik mendadak drop, ditambah dengan banyak pekerjaan. Hoooahm, jadi malah ngantuk dan makin malas ngapa-ngapain (#np: Pedih – Last Child).

Beragam cara dilakukan ketika ada signal-signal penyakit tertangkap otakku sekitar lima hari lalu. Biasanya, untuk mengantisipasinya, aku biasa mengubah sedikit ketidakwajaran yang biasa aku lakukan sehari-hari. Apakah itu? Yah, misal kalau makan gak teratur, aku mulai meneraturkannya (baca: membuat teratur). Kalau biasanya, makan tanpa tedeng aling-aling, alias semaunya (dalam bahasa Sunda, disebut sagawayah), aku mulai menyetop asupan yang gak baik, misalnya baso yang pedas asam (ekstra saus, sambal, dan cuka), nasi goreng tiap malam, atau gorengan tanpa kenal waktu. Semua kudapan favorit itu aku rem sejak aku mulai merasakan tanda-tanda ‘keganjilan’ dalam tubuhku. Gak lupa, aku beli vitamin buat dikonsumsi tiap hari sebelum berangkat kerja.

Selain makanan, antisipasi yang aku lakukan sejak lima hari lalu adalah memaksakan diri untuk mau mengeluarkan keringat barang beberapa menit di pagi dan sore hari. Bisa jogging keliling jalan setapak, pemanasan dalam kamar kayak sit-up dan push-up, atau joget-joget gak jelas sambil dengerin lagu RnB atau Korea hahaha😀 Sing penting, badan berkeringat dan udah keitung olahraga.

Tapi ternyata, manusia hanya bisa berencana dan berusaha. Yang menentukan tentu hanya Allah Subhanahu wa Ta’ala. Antisipasi sudah dilakukan, tetap saja badan akhirnya ngedrop diterjang virus-virus influenza. Entah dari mana datangnya virus. Aku berusaha nginget-nginget pelajaran Biologi waktu SMA, yang dulu diajarkan oleh Bu Fadhilah, salah satu guru favoritku dalam hal mengajar yang baik dan benar (baca: efektif dan efisien). Tapi, ingatanku sia-sia, aku tak bisa mengingat kenapa virus bisa jadi nempel di tubuhku. Yang masih aku ingat, bahwa virus itu tidak termasuk kerajaan animal atau hewan. Kata Bu Fadhilah, virus hanya bisa hidup jika berada dalam sel yang hidup *bener gak yah, cara aku menjelaskan*

Singkat cerita, begitulah, virus influenza menggerogoti sistem imunku. Di saat pekerjaan menumpuk, hidung meler-meler, mulut batuk-batuk, kepala jadi pening kalau batuk lama-lama. Meski sudah sekuat tenaga, aku meminta kepada Yang Maha Esa agar dipertemukan dengan Idul Adha dalam keadaan sehat wal afiat, sugih mukti tur Islami, gimah ripah loh jinawi, tetapi aku pesimis itu bisa terwujud. Toh, di malam takbiran saat ini, suaraku masih seksi. Memang tidak seseksi Afghan Syahreza atau Vidi Aldiano (beberapa orang mengklaim bahwa aku mirip Vidi #abaikan), tapi suara ini cukup parau terhalang sesuatu (kalau kata Syahrini) dalam tenggorokan. Ditambah hidung yang belum mau bersahabat. Ah, sudahlah, setidaknya sebagai hamba Allah yang diciptakan menjadi khalifah di muka bumi, toh aku sudah berusaha untuk membuat penyakit ini lebih ringan dari sebelumnya. Dan, alhamdulillah ya, flu ini memang lebih seksi eh, lebih ringan ketimbang hari-hari sebelumnya. Ya, tiba-tiba optimisme muncul lagi di benakku, jangan-jangan besok aku bakal sembuh! Horeee! Aku bisa nyete dengan nikmat donk🙂

Cara-cara yang sudah kulakukan untuk meringankan flu ini.

1. Membeli obat flu di apotek. Merk yang aku pilih AC***** Ituloh yang biasa nongol di iklan-iklan. Tapi walhasil, dalam dua hari pemakaian, tidak ada hasil yang berarti. Mungkin, aku aja yang nggak sabaran, berhubung dalam petunjuk, jika tiga hari tidak kemajuan berarti, harap segera lapor dokter. Tapi, jengah menunggu dua hari, aku abaikan obat ini.

2. Obat setelan dari Apotik Kasih. Nah, ini resep ajaib yang dipercaya manjur di keluargaku. Obat setelah yang terdiri empat jenis obat-obatan dan semuanya harus diminum karena dipercaya menyembuhkan flu. Dua kali meminum obat itu, flu lumayan agak sedikit ringan. Gak terlalu bikin janghead (istilah Sunda, artinya jang itu jangar dan head itu sirah, maknanya jangar sirah alias sakit kepala).

3. Jamu-jamu dengan bahan utama kencur. Ini resep ajaib dari mama. Gak perlu repot beli kencur ke pasar dan meramu sendiri, cukup beli ke tukang jamu langganan. Kebetulan, di tempatku suka ada mbak jamu yang keliling setiap jam 4 sorean. Dengan keikhlasan tingkat dewi, si mbak biasanya sengaja agak membuat merdu siulannya depan rumahku. “Jamuuuuuuu,” begitulah bunyinya dengan gaya khas wanita Solo berkemben. Kencur yang sudah dicampur anggur sukses membuat tenggorokan hangat dan flu mereda, meski tidak serta merta menghilangkannya seketika.

Usaha di atas sudah kulakukan dan ternyata cukup efektif meringankan flu meski ternyata lima hari flu tidak bisa enyah dari tubuhku. Hingga akhirnya Idul Adha 1432 Hijriyah esok menyongsong, aku harus rela menyambutnya dengan hidung meler-meler sebagai akibat peralihan musim kemarau ke musim hujan (hakikatnya: takdir Allah). Selamat datang Lebaran Haji. Marhaban ya ‘Idal Adha. Semoga umat Muslim senantiasa dapat mengilhami keteladanan dan keshalehan Nabi Ismail dan Ibrahim a.s. Aku sambut dengan hati bahagia, meski besok harus berkurban virus Influenza :”(

2 comments on “Kurban Virus Influenza

  1. GaulMuslim
    29 November 2011

    wah tampilannya keren… pny sy pengen dong kayak gini gimana caranya ya???

    • elfarizi
      5 Desember 2011

      OK, bro … di wordpress mah mudah da🙂

Silakan komentar apapun :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 5 November 2011 by in curhat and tagged , , , , .

Arsip

%d blogger menyukai ini: