ELFARIZI

BERBAGI, BERCERITA.

Tindak Semua SMS Penipuan, Jangan Cuma Perampok!

Drrrt, Hape saya tiba-tiba bergetar, tanda ada sms. Pas dibaca, isinya: DUTA RELOAD Menawarkan Bisnis PULSA “Transaksi Cepat 24 Jam” Harga bla bla bla. Ketik DAFTAR kirim ke 087872114144. Padahal nomor pengirim pesannya +6281808364255. Hmm, sebenarnya sih saya gak aneh. SMS bernada sama udah beratus-ratus kali (kayaknya) masuk ke HP. Dalam hari yang sama saja, SMS yang isi tulisannya sama persis masuk selang empat jam setelah SMS pertama, meski pengirimnya +6281808364284.

Sekali lagi, sebenarnya tidak ada yang spesial dengan SMS itu. Isinya penawaran bisnis yang tentu menguntungkan. Gimana nggak untung, pulsa 10.000–menurut si pengirim geje it–harganya 8.500. Sedangkan dulu saya pernah jualan pulsa, harga aslinya 10.100. Wah, di zaman serba susah kayak gini, bisnis yang begini tentu yang banyak dicari orang. Tapi, masalahnya, apa penwaran itu benar alias asli? Atau hanya penipuan?

Tanpa mesti banyak analisis, dengan sekejap mata, saya pikir SMS seperti itu penipuan. Wong, masa iya orang belum bertatap muka dengan mudahnya mau transfer uang dalam jumlah banyak ke orang yang tidak tak dikenal. Tapi, kalo saya iseng-iseng googling atau jalan-jalan keliling blog, ternyata banyak orang yang mengaku sudah pernah jadi korban tipu muslihat si SMS geje itu. Wah wah wah, saya cuma senyum mangut-mangut, ternyata ada juga ya yang percaya SMS begituan.

Dulu, sebelum “era” penawaran bisnis pulsa, ada “era” mama yang suka minta-minta pulsa. Yang menyedihkan, biasanya para mama melakukan aksinya di kantor polisi. Entah apa yang dilakukan si mama. Yang jelas anehnya, sms dari mama tersebut gak pernah bisa dibalas. Misalnya, pulsa mama habis. Tolong isi ke nomor baru mama di 0852XXXXXXXX. Jangan dibalas, mama lagi di kantor polisi. Padahal yang mengirim sms itu nomor lain, misalnya dari 0819XXXXXXXX. Spontan saya balas, sama, Ma, saya juga di kantor polisi. Kalo gitu, kita sama-sama ketangkap basah jadi penipu. Tapi, ternyata sms balasan saya tidak pernah terkirim ke nomor tersebut.

Sebetulnya, saat ini ada modus yang lebih baru. Saya lupa menyimpan sms-nya, yang jelas, redaksinya biasanya begini, aslm. transfer saja uangnya ke rekening bla bla bla. kalau sudah, kasih tahu ya. Pertama dapat sms itu, hampir eh hampir saya tertipu. Berhubung saat itu saya sedang menunggu balasan SMS dari saudara saya yang mau pinjam uang ke saya, lalu saya sms minta nomor rekeningnya. Eh, selang sejam datang sms itu. Awalnya, saya mau langsung transfer pakai mobile banking. Saya pikir, meski bukan rekening pribadi saudara saya (karena pakai nama orang lain), itu biasa dan wajar. Dan, mungkin saudara saya tidak punya pulsa sehingga nggak bisa balas sms dan pakai HP orang lain. Tapi, yang aneh karena sms-nya pakai bahasa Indonesia, padahal biasanya saya dan saudara biasa berkomunikasi pakau bahasa Sunda. Untunglah Allah masih kasih petunjuk. Saya telepon untuk konfirmasi dan ternyata itu bukan sms dari saudara saya.

Sekarang, di media lagi hangat-hangatnya isu perampokan pulsa oleh layanan SMS spamming dari nomor 4 digit. Dulu saya sering dapat SMS begitu. Misalnya, dari nomor 77** yang ujug-ujug ngasih tips “melunakkan daging” dari Chef anu anu anu. Dan, sudah bisa dipastikan, pulsa saya disunat tanpa izin sebesar 2.000 perak. Yaoloh, untuk dapat tips melunakan daging pake pepaya doank mesti kehilangan pulsa 2.000 yang notabene bisa dipake SMS seminggu kalo pake operator I***. Padahal, sejak almarhum uyut saya masih seneng makan permen duren, saya tahu kalo melunakkan daging itu ya pake daun pepaya. Ckckckc.

Nah, ternyata saat ini Pemerintah sudah dapat hidayah untuk mau menertibkan layanan SMS semacam itu. Itu pun berhubung isu ini mulai mencuat di media setelah banyaknya surat pembaca dan bahkan diberitakan oleh Kompas (saya lupa tanggalnya), yang saya pikir itu berita pertama mengenai kasus ini. Alhamdulillah ya, Pemerintah segera melakukan sesuatu. Mungkin demikian komentar Syahrini.

Tapi, sebenarnya, saya pikir yang mesti ditertibkan tidak hanya perampokan pulsa saja. Saatnya Pemerintah melalui dinas terkait juga menertibkan semua penipuan SMS dengan berbagai modus. Minta pulsalah, penawaran bisnis pulsa, dan modus-modus lainnya. Mungkin juga nanti akan banyak lagi modus-modus lainnya. Secara, orang Indonesia kan kreatif dalam melakukan inovasi (loh?).

Bukankah, setiap pengguna sim card baru akan selalu diminta untuk registrasi? Lalu apa gunanya registrasi tersebut? Terlebih, banyak orang yang mengisi data registrasi secara asal-asalan alias tidak mencatumkan data asli. Mungkin Keminfo bisa membuat semacam layanan pengaduan yang benar-benar bisa ditindaklanjuti, karean kasus-kasus demikian terlihat sangat sepele dan bisa jadi tidak merugikan secara materi (kalau kita tahu itu penipuan). Namun, sudah dapat dipastikan tidak sedikit orang yang masih percaya dengan penipuan tersebut. Lalu, si penipu pun tidak akan merasa jera kalau tindakannya tidak pernah di-“apa-apakan”. Yang ada, Indonesia bisa tambah predikat baru lagi–selain surganya koruptor, teroris, bencana, de el el–jadi surganya penipuan SMS.

One comment on “Tindak Semua SMS Penipuan, Jangan Cuma Perampok!

  1. Ping-balik: Waspadalah, Para Tukang Pulsa! | Elfarizi

Silakan komentar apapun :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 16 Oktober 2011 by in curhat, sosial and tagged , , .

Arsip

%d blogger menyukai ini: