ELFARIZI

BERBAGI, BERCERITA.

I’m Unique and I’m Limited Edition

Sejenak tiba-tiba aku berpikir, aku ini pribadi unik. Tak ada yang mungkin bisa menyamaiku. Aku limited edition. Cuma satu diproduksi Tuhan. Dengan segala yang disebut kelebihan dan setumpuk hal yang disebut kekurangan. Tanpa merasa menyesal diciptakan Tuhan dalam wujud, kemasan, dan segala isinya begini, tapi aku selalu berapi-api, keunikan yang kumiliki adakalanya sangat mengganggu. Hingga, suatu ketika, aku bisa mengeluh, “Tuhan, apakah bisa kutukar diri ini dengan dia?”

Ah, terlalu berlebihan rasanya. Aku tahu, aku sekadar mengada-ada. Mengada-ada yang tak mungkin ada. Dalam sisi lain diriku berkata, yang hanya dapat kuperbuat hanyalah berusaha menutupi kekurangan dengan kelebihan, semampunya. Ya, semampunya. Ditutupi bukan pula kuingin menyembunyikannya. Hanya saja, aku berusaha bahwa kekuranganku tidak mengganggu stabilitas kehidupan orang-orang di sekitar. Jjiiiah ….

Dalam Al-Quran, dengan tegas Allah berfirman, “Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk sebaik-baiknya.” (QS At-Tin [95]: 4). Bukankah itu penegasan bahwa manusia diciptakan dengan sangat baik? Itu artinya manusia adalah penciptaan sempurna. Allah sengaja menciptakan makhluk ini dengan segala macam bentuk, isi, dan aksesorisnya yang indah. Ini jadi autokritik bagi diriku sendiri, apakah aku masih layak untuk mengeluh bahwa aku banyak sekali punya kekurangan?

Yah, tapi kadang kuberpikir. Yang sempurna itu adalah penciptaan manusia. Manusia sebagai makhluk Allah adalah makhluk yang sempurna “dibanding” dengan makhluk lainnya, seperti jin, iblis, bahkan malaikat. Allah menciptakan manusia dalam jumlah yang tak dapat dihitung. Apakah satu per satu dari mereka sama? Tentu tidak. masing-masing tentu memiliki karakter spesial, ciri khas, untuk membedakan satu sama lain. Di sini lah awal mula manusia menilai, seperti apa dirinya, seperti apa manusia yang ada di sekitarnya. Apa yang ia miliki tapi tidak dimiliki orang lain, apa yang dimiliki orang lain sedangkan dirinya tidak memiliki. Mulailah manusia membanding-bandingkan.

Dari fitrah membandingkan itu, manusia menilai secara subjektif tentang dirinya dan orang lain. Masing-masing tentu memiliki fisik yang berbeda. Ada yang tinggi menjulang, ada yang pendek seperti tertanam bumi, ada yang makmur dan gemuk, ada pula yang kurus seperti kekurangan pangan, ada yang berambut lurus tak bergairah, ada yang berambut keriting dan bergelombang berombak-ombak, ada yang hidungnya mancung, ada yang pesek. Ada yang berkulit hitam, coklat (yang selalu disebut sawo matang?), putih, kuning langsat. Fisik-fisik itu lah yang jadi pembeda satu sama lain.

Banyak orang tidak mau berkutat terlalu banyak dengan menilai fisik. Salah-salah, mereka seolah menggugat Penciptanya. Padahal, nilai yang berlaku biasanya yang baik-baik selalu saja meliputi putih, tinggi semampai, ramping, mancung, dan tak ada cacat dalam fisiknya. Betul? Atau laki-laki tegap, berbadan kekar, sehat, dan tanpa penyakit itu selalu dapat nilai A di mata perempuan mata pun. Dan, sebaliknya dari itu selalu dihakimi sebagai kekurangan. Meski orang akan tak selalu jujur mengatakan itu kekurangan. Biasanya orang akan bilang, “Cantik atau ganteng itu relatif” atau “Cantik itu luar dan dalam, bukan tampilan fisik saja.” Tapi, aku yakin tetap saja hatinya akan bergumam, “Wow … cantiknya cewek ini dengan badan bla bla bla.”

Selain hanya tampilan fisik, manusia juga dibekali ruh, dibekali kalbu, dibekali segala macam penjiwaan. Manusia berkarakter dan berakhlak. Maka, perilaku manusia pun berbeda-beda hingga ada penilaian baik, buruk, jahat, sopan, sombong, pelit, dan lain sebagainya. Manusia mulai saling membandingkan, mana yang lebih baik antara si anu, si ana, dan si ani. Apa kurangnya aku dibandingkan dia? Dan segala macam pembandingan-pembandingan.

Pada akhirnya, aku pikir wajar-wajar saja manusia berperasaan “membandingkan” satu sama lain. Jikalau aku ingin menjadi “dia” atau jadi “dia” itu pun wajar, asal tidak menjadi obsesi yang membabi buta (babi saja sudah haram, apalagi yang buta *garing*). Tuhan, maafkan pagi ini aku sudah melantur, melanglang buana ke mana-mana. Yah, daripada ke Eropa gak bisa, lebih baik menulis catatan-catatan gak penting gini. Oke, selamat membandingkan satu sama lain. Yakinlah, kekurangan yang kita miliki tidak akan menjadi halangan apabila dikondisikan dengan sangat baik dengan mengedepankan kelebihan yang kita miliki.

Salam!

One comment on “I’m Unique and I’m Limited Edition

  1. Eko Wardoyo
    29 Maret 2012

    Kita memang berbeda tapi kita sama sama istimewa hehee – di beberapa paragraf sepertinya saya menemukan pula pusi dan syairt tuch bang hahahaha

    watak manusia yang selalu ingin lebih dari apa apa yang dipunya memang demikian membuat kita terus berbenah dan memperbaiki diri – setidaknya kita memang belum sempurna kanena belum menikah siapa tau nanti kalau sudah menikah kita sempuran karena kekurangan kita akan ditutupi dengan kelebihan pasangan kita <— saya percaya

    kalau saya pendek mungkin nanti pasangan saya tinggi, kalau saya jelek mungkin nanti pasangan saya cantik, jika saya bodoh mungkin nanti pasangan saya pintar, saat pansangan saya juga memilikinya mungkin kelebihan saya dapat menutupinya sehingga kami seperti 2 buah puzel yang kuat menopang karena yang satu menutupi lubang yang lainnya begitu sebaliknya… jadi kalau berharap puzel yang sama rata yakin dech 2 kotak tak akan bisa menyatu, tapi kalau bang el liat puzel daling terkait karena kelebihan dan kekurangan membuat ia bisa kkuat dan menempel erat

    tulisan ini bagus bang el – jangn selalu bilang dirimu penuh kekurangan ya karena nanti kau lupa kelebihannmu mana yang lebih banyak terucap itu yang lebih banyak mempengaruhimu be positif okay

    jiahhh saya malah ceramah hahahahahaha
    chayooooo – padahal saya juga suka wanita korea karean titttttttttt #sensor

Silakan komentar apapun :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 10 Agustus 2011 by in curhat and tagged , , .

Arsip

%d blogger menyukai ini: