ELFARIZI

BERBAGI, BERCERITA.

Misteri Kondom

Suatu pagi dua buah kondom bekas ditemukan tergeletak di lantai dua kos saya. Lantai dua kos saya memang hanya digunakan untuk tempat menjemur pakaian. Kedua kondom itu nampak baru digunakan tidak kurang dari 24 jam karena masih terlihat putih di dalamnya.

Setelah berlalu hampir satu minggu berselang, suatu pagi di hari Minggu, saya kembali melihat satu buah karet elastis bekas pengaman itu lengkap dengan plastik pembungkusnya. Letaknya sama dengan kejadian sebelumnya, di lantai dua kos. Hmm, indikator kuatnya karena semalam malam Minggu.

Saya cukup terkejut mengingat ini kejadian pertama selama saya tinggal di kos ini selama hampir tiga tahun ini. Tentu hal ini membuat saya penasaran siapa pelaku pembuangan ‘tak beretika’ ini dan apa motif di baliknya. Mengingat, lebih banyak cara lain yang lebih cerdas agar benda privat itu tak berserakan di ruang terbuka.

Saya berniat melakukan investigasi hingga kelak ditemukan siapa pelaku dan apa motif di balik kerjaannya itu. Setelah itu, saya langsung berpikir keras siapa orang yang memiliki alibi kuat dalam kasus ini. Dan, ada tiga kemungkinan besar asal muasal pengaman itu berasal.

Pertama, tentu dari rumah kos-kosan saya yang terdiri dari tujuh kamar dah dihuni sekitar 10 orang bahkan lebih, mengingat ibu kosnya dikenal ‘baik dan gak rewel’ hingga teman sekos saya bisa membawa lebih dari dua temannya untuk menginap selama berhari-hari. Kedua, adalah dari sebuah rumah yang letaknya persis di belakang kos. Kebetulan salah satu kamarnya berada dekat di lantai dua kos saya dan tanpa dipisahkan oleh sekat apapun hingga memungkinkan orang bisa langsung ke kemara tersebut dari lantai dua kos saya. Ketiga,adalah kos-kosan di sebelah utara kos saya. Kosan tersebut berdempetan namun dipisahkan oleh sekat dinding yang cukup tinggi, sekitar dua meter.

Untuk kemungkinan pertama tentu orang akan mengira ini kemungkinan kuat, karena peristiwa ini terjadi di kos saya sendiri. Lalu saya mengumpulkan nama-nama penghuni untuk saya duga, apakah penghuni tersebut berpotensi melakukan sesuatu yang mengakibatkan pembuangan kondom ini. Dan, menurut dugaan saya, saya pikir rekan-rekan satu kos ‘kurang’ memungkinkan melakukan tindakan ini. Indikasinya:1) Kosan ini khusus dihuni laki-laki. Di antara beberapa penghuni yang sering membawa pacarnya hanya satu orang saja. Ia juga aktif di mesjid dan pengajian untuk masyarakat sini. 2) Selain itu, yang pernah membawa rekan perempuan juga hanya beberapa penghuni. Dengan seluruhnya masih dalam tingkatan ‘jarang’ dan kalau pun ada teman, dikategorikan ‘wajar’ dengan pintu kamar terbuka dan rekan yang bertamu hanya tidak pernah sampai sehatian. Tidak pernah pula ditemukan, penghuni kos yang membawa rekan perempuan di malam hari. 3) Kebetulan semua penghuni saling mengenal, bahkan hampir semua akrab dan biasa kumpul bareng. Artinya, secara personal saya kenal baik dengan sifat dan karakter yang beragam, mulai yang sering ke mesjid, senang olah raga, aktivis kampus, hingga pekerja yang dulunya pernah jadi anggota partai Islam.

Sementara untuk kemungkinan kedua, saya juga meragukan dan nampaknya kecil kemungkinannya. Indikasinya: 1) Rumah di sebelah kos saya adalah milik mas dan mbak warung yang sangat baik dan tentu dengan credit service-nya. Mas dan mbak ini memiliki tiga putri, yang masih SD, SMP, dan paling besar baru masuk kuliah di kampus yang dekat dengan rumahnya. 2) Kebetulan kamar yang berdekatan dengan kos saya dan tanpa pemisah adalah kamar anak Mas yang paling besar yang baru masuk kuliah. Kebetulan dia perempuan. Kebtulan pula saya kenal, dan dalam sejarahnya –seperti dijelaskan si Mbak—anaknya yang imut manis ini belum pernah berpacaran atau bawa pacarnya ke rumahnya. Jadi, saya pikir kurang memungkinkan kalau anaknya ini sengaja membuang karet pengaman itu ke kos saya meski jaraknya dekat.

Kemungkinan ketiga membuat saya cukup berpikir keras. Apa yang membuatnya mungkin jadi asal mula pembuangan kondom ini. Sekatnya cukup tinggi memisahkan kos tersebut dan kos saya. Di sebelah sekat tersebut, kos tetangga saya itu memang belum jadi sebuah kamar dan baru dibangun. Jadi, saya pikir mungkin-mungkin saja kondom bisa dilempar dari sebelah. Indikasi lainnya: 1) Kos tetangga saya itu dihuni campuran oleh laki-laki dan perempuan tanpa dipisahkan areanya, artinya satu kamar bisa bersebelahan dengan kamar perempuan lalu kamar laki-laki, dan seterusnya. 2) Kosan sebelah relatif sepi dan tertutup, tidak seperti kos saya yang terbuka dan gerbangnya pun selalu dibuka pada siang hari. Kosan sebelah, gerbangnya saja selalu tertutup pada siang hari. 3) Sebagian penghuni lelakinya saya kenal, namun lebih banyak tidak kenalnya. Jadi, saya belum kenal pasti sifat dan watak penghuninya secara personal.

Cuma, sampai saat ini invertigasi belum cukup karena saya harus terus mendalami kasus ini. Jadi, ini baru kesimpulan awal…

One comment on “Misteri Kondom

  1. Ping-balik: Wawancara Seputar Blog | Elfarizi

Silakan komentar apapun :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 5 November 2010 by in gaya hidup, sosial and tagged , , , .

Arsip

%d blogger menyukai ini: