ELFARIZI

BERBAGI, BERCERITA.

“Eternal Summer” dan Gelisah Persahabatan “Terlarang”

Kemarin, saya nonton film Taiwan. Filmnya memang film lama banget dan mungkin banyak reviewnya di internet. Biasanya saya pun tak tertarik dengan film-film oriental, seperti Korea, Jepang, Taiwan, dan lain-lain. Tapi karena tumben-tumbenan saya nonton dari awal sampai habis, ternyata film yang satu ini lumayan menarik, menghibur, bahkan menyentuh. Jadi, gak apa-apalah saya tulis semacam review yang mungkin basi ditambah sedikit penilaian terhadap isi filmnya.

Film “Eternal Summer” menceritakan kisah percintaan yang mungkin akan dinilai orang sebagai tema klasik film drama romantis. Namun, ternyata cinta yang muncul adalah cinta yang tak biasa, atau mungkin banyak orang menganggapnya cinta terlarang. Cinta tersebut melibatkan tiga orang kawan dekat, antara Jonathan Kang (yang diperankan Bryant Chang yang pernah saya lihat di film “Invitation Only”), Shane Yu (Joseph Chang), dan Carrie (Kate Yeung).

Jonathan dan Shane adalah kawan dekat sejak kecil, sejak mereka SD. Shane adalah murid yang malas, nakal, dan selalu membuat onar. Gurunya, Guru Lee, sering menghukumnya sehingga tak ada anak lain yang mau menemaninya. Suatu hari ibu Shane meminta Guru Lee agar memperhatikan pergaulan Shane dan mencarikan Shane teman baik yang mau menemaninya karena gejala psikologis yang dialaminya. Guru Lee pun memanggil Jonathan dan memintanya untuk menjadi “penyelamat” Shane. Jonathan diminta menjadi teman Shane karena Guru Lee menganggap Jonathan anak yang baik dan rajin.

Semula Jonathan merasa terpaksa namun akhirnya mereka semakin dekat dan Jonathan sering membantu Shane dalam pelajaran. Kedekatan itu berlangsung hingga SMA. Shane tumbuh jadi seorang murid SMA yang gagah dan hobi bermain bola basket, sedangkan Jonathan lebih suka membaca. Hingga datanglah Carrie di antara kehidupan mereka. Carrie semula mengenal Jonathan di majalah sekolah. Jonathan semakin dekat dengan Carrie saat Carrie memintanya untuk menemaninya bermain-main di Taipei karena di sekolah ia telah dihukum  gurunya karena berambut lebih panjang dari teman-temannya.

Kedekatan itu membuat Carrie jatuh hati pada Jonathan dan suatu saat mereka hampir saja melakukan percintaan. Namun akhirnya Jonathan tampak syok dan tiba-tiba menghentikannya. Setelah kembali ke sekolah, ia menjadi lebih diam pada Carrie dan tak banyak bertemu dengannya. Hingga suatu saat, Shane mengetahui kedekatan itu dan ia meminta agar Jonathan menceritakan awal pertemuannya dengan Carrie.

Carrie melihat gelagat kedekatan Jonathan dan Shane sebagai suatu yang tidak wajar. Suatu malam, Carrie menanyakannya langsung pada Jonathan apakah ia telah jatuh cinta pada Shane. Carrie berjanji tidak akan kecewa dan akan menjadi teman dekat Jonathan apabila Jonathan mau jujur padanya.

Jonathan semakin gelisah dengan apa yang ia rasakan, sampai suatu saat Shane marah karena Jonathan tak mau bicara jujur padanya. Konflik mulai terasa saat Jonathan menghilang dan tak mau menyaksikan teman baiknya itu dalam pertandingan bola basket. Carrie yang datang menyaksikan pertandingan pun heran dengan Jonathan yang tak mau datang.

Carrie sedih melihat teman baiknya, Jonathan, yang diliputi kegelisahan. Dalam kesedihannya, datanglah Shane yang menghiburnya dan akhirnya mereka menjadi dekat. Bahkan Shane menyatakan cintanya pada Carrie dan menginginkan Carrie jadi pacarnya. Namun Carrie menolak, ia bilang bahwa ia mau jadi pacar Shane kalau Shane diterima di universitas. Itu merupakan hal berat bagi Shane, karena nilai-nilai Shane yang jelek kecuali hanya mengandalkan prestasi olahraga yang dimilikinya.

Cerita cinta berlanjut saat ketiga murid SMA itu akhirnya diterima di universitas. Carrie pun harus menepati janjinya dan berpacaran dengan Shane. Namun mereka sepakat untuk merahasiakan hubungan mereka dari Jonathan. Carrie tak mau menyakiti Jonathan yang sebenarnya menyukai Shane. Sedangkan Shane tak mau menyakiti Jonathan karena menganggap Jonathan dekat dengan Carrie dan memiliki perasaan cinta pada Carrie.

Jonathan semakin gelisah dengan apa yang ia rasakan pada Shane hingga akhirnya ia memutuskan untuk tidak terlalu dekat dengan Shane. Sedangkan Shane terus mendekati Jonathan yang selalu bersikap aneh padanya. Hingga suatu malam, Jonathan tahu bahwa Shane sebenarnya berpacaran dengan Carrie. Shane terpaksa berterus terang. Jonathan sangat kecewa dan langsung meninggalkan Shane. Malam itu Jonathan langsung melampiaskan kekecewaannya dengan menemui seorang pria yang akhirnya bercinta dengannya.

Ketika mereka bertiga pergi ke pesta, Jonathan yang dipaksa ikut oleh Shane berterus terang pada Shane bahwa saat kecil ia hanya dipaksa Guru Lee untuk jadi teman baik Shane. Ia bilang, sejujurnya ia tak mau jadi teman baik Shane. Ia pun pergi meninggalkan Shane dan Carrie.

Shane sangat kecewa. Padahal Jonathan berkata demikian karena ia tak bisa melihat Shane “direbut” Carrie. Malam itu pula Shane jatuh dari motor dan pihak rumah sakit menelepon Jonathan untuk menjemput Shane. Jonathan pergi menjemput Shane dan membonceng Shane ke rumahnya. Di perjalanan suasana romantis saat Shane memeluk Jonathan dan saat mereka tiba di rumah Jonathan, Shane seperti mabuk dan memaksa bercinta dengan Jonathan.

Saat itulah konflik memuncak di antara ketiganya. Shane mengaku tak dapat kehilangan kedua orang terdekatnya, Carrie dan Jonathan. Walau bagaimanapun ia terlanjur sayang pada Jonathan yang telah jadi teman baiknya sejak kecil. Namun, ia juga tak bisa menghindar dari Carrie yang telah dicintainya saat SMA. Jonathan mungkin yang paling merasa sakit di antara mereka bertiga. Cintanya sangat sulit terwujud, meski akhirnya ia jujur pada Shane bahwa ia mencintainya, namun Shane tetap menyebutnya sebagai teman baik.

Tak Terjawab

Pergulatan batin itu sebenarnya tak terjawab secara lugas karena akhir dari film sedikit menggantung. Namun, jelas pilihan Shane adalah tak mau berpisah dengan Jonathan meski ia tetap menganggap Jonathan sebagai teman terbaiknya. Meski saat saya tonton, saya kira Shane akan merespon pernyataan Jonathan waktu ia bilang ia mencintainya dengan pernyataan yang sama atau menolaknya. Tapi, pernyataan terakhir Shane merupakan kegelisahan yang juga ia alami—bukan hanya Jonathan. Satu sisi, mungkin ia merasa tak mungkin “berhubungan” dengan Jonathan, di sisi lain ia pun tak mau kehilangan Jonathan karena terlanjur dekat.

Saya sempat berpikir, kalau saja Carrie tak ada, mungkin ceritanya lain dan Shane dan Jonathan tak akan terjebak dalam konflik seperti ini. Mungkin—mungkin, Jonathan akan tetap berjalan apa adanya dengan Shane. Tapi, saya pikir kalau kejadiannya begitu, film ini gak rame dan gak berasa konfliknya. Justru kehadiran Carrie yang membuat sang sutradara Leste Chen berhasil mengaduk-aduk perasaan penonton.

Jonathan yang Paling Sakit

Dari ketiga karakter, saya  pastikan Jonathanlah yang paling sakit. Apa yang ia rasakan, bagaimanapun merupakan satu kegelisahan yang sulit berujung. Mencintai seseorang yang tak mungkin dicintai (karena beberapa faktor X, seperti budaya dan agama) adalah pesakitan yang tak pernah mudah mereda. Terlebih apabila ketidakmungkinan itu memang benar-benar tidak mungkin. Maksudnya, orang yang dicintai itu memang tak mungkin mencintai kita, misalnya karena terus terang menjawab atau dari gelagat atau bahkan beberapa faktor lain.

Di film tersebut memang tidak dijelaskan mengapa Jonathan jatuh pada perasaan yang “tidak wajar”. Satu hal yang dapat diduga dalam film tersebut adalah karena kedekatannya semenjak kecil pada Shane, sehingga kemana-mana mereka selalu bersama. Tak bisa dielak, hal tersebut akan berpengaruh pada perasaan yang dimiliki Jonathan. Meski, sebenarnya barangkali ada faktor-faktor lain yang menyebabkan Jonathan terjebak hal tersebut, misalnya trauma masa lalu akibat pelecehan, tersakiti wanita, atau minimnya peran Ayah dalam keluarga, dan lain-lain. Ah, tapi rasanya terlalu mengada-ada, toh, di film tersebut tidak diceritakan.

Shane yang harus rela terjebak pada cinta segitiga (meski salah satu sudutnya bengkok dan tumpul hehehe), tentu merasakan hal yang dilematis. Bukan hal yang aneh dan mustahil, ia yang tampak maskulin—dengan hobinya dan sikap cueknya bisa tersihir dalam hal-hal yang menjerumuskannya ke dalam “jurang ketidakwajaran”. Shane memang tak secara total memiliki perasaan seperti Jonathan, akan tetapi sedikitnya ia tentu memiliki rasa yang sama pada Jonathan. Terbukti saat ia mau bercinta dengan Jonathan.

Hal tersebut bukan sesuatu yang tak logis. Namun bukan berarti bisa disimpulkan bahwa Shane sebetulnya seorang gay atau berperasaan gay seperti Jonathan. Shane pasti terjebak rasa sayang dan kasihan pada Jonathan. Ia sebetulnya berpotensi mengalami hal yang sama dengan Jonathan, namun dalam hati terkecil dan terdalamnya tentu Shane akan menolak berbuat demikian. Pasti, sesungguhnya ia tak punya ketertarikan untuk menjadi seseorang yang sama dengan Jonathan, yaitu seorang gay. Kalaupun ia “mau” bercinta dengan Jonathan tentu dorongan itu sulit disangkal datang dari Jonathan sendiri yang membuat seorang Shane kasihan padanya. Jadi, kasarnya, kalau mau salahkan ya salahkan Jonathan. Ya, meski bukan perkara bijak—dalam film maupun di kehidupan asli, kita menyalahkan Jonathan.

Hal itu yang biasa orang sebut, teman gay bisa menular pada yang lain. Shane salah satu bukti. Karena saya yakin apabila Jonathan tidak bersikap seperti dalam film, dan ia tak terjatuh pada perasaan yang tak wajar, Shane pun tak akan sampai pada tahap “bercinta” dengan Jonathan. Meski sebetulnya saya pribadi tidak setuju pendapat awal barusan.

Kepastian bahwa Shane sebetulnya tak memiliki hasrat yang sama seperti Jonathan dikukuhkan dengan pilihannya bahwa ia ingin tetap jadi teman baik Jonathan di akhir film. Padahal Jonathan akhirnya berterus terang bahwa ia menganggap Shane lebih dari teman dekat bahkan ia mencintainya. Mungkin banyak orang mengira, Shane akan menyatakan hal yang sama dan film pun jadi happy ending. Ternyata tidak, dengan sedikit menggantung dan pernyataan yang tidak lugas, Shane tetap memilih Jonathan sebagai teman baiknya. Artinya, ia tidak akan berpisah dengan Carrie, kekasihnya sendiri. Mungkin, ia menilai hubungannya dengan Carrie baru bisa disebut hubungan yang wajar.

Ya, sekali lagi, bagaimanapun yang paling sakit adalah Jonathan dengan “takdir” bahwa ia memiliki hati yang tidak sama dengan laki-laki kebanyakan dan kegelisahannya selama ini pun tidak terjawab. Bahkan ia memilih penyaluran yang lain saat ia merasa kecewa dengan kegagalannya dan sakit hatinya. Tentu kalau dihubungkan dengan kehidupan nyata dan di lingkungan sekitar kita, ada beberapa faktor yang selalu ditawarkan jadi solusi, seperti faktor agama dan sosial. Meski solusi tak selalu mudah dilaksanakan dan tidak selalu tepat penyelesaiannya.

4 comments on ““Eternal Summer” dan Gelisah Persahabatan “Terlarang”

  1. AKLmn
    31 Mei 2010

    Kembali lagi pada pilihan hidup, mau mengikuti hati atau melangkah sesuai logika…(^_^)

    • elfarizi
      1 Juni 2010

      yAp, Filmnya bagus…
      semoga kita terhindar dari yang tidak diinginkan…

      • AKLmn
        4 Juni 2010

        Itu kan film lama, aida udah nonton ko, hehe…

      • elfarizi
        11 Juni 2010

        k khan dah bilang, emang filmnya lama banget dan mungkin dah basi… ini mah iseng ajja daripada blog lama gak diisi… lagian tumben2an nonton film oriental🙂
        Jadi suka film drama nih wkwkwkw

Silakan komentar apapun :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 29 Mei 2010 by in resensi film and tagged , , , , , , .

Arsip

%d blogger menyukai ini: