ELFARIZI

BERBAGI, BERCERITA.

Lontong Kari

cimg1838Menjelang siang, perut keroncongan. Berhubung belum sarapan, maka saya mengajak sang kekasih makan di Pujasera kampus. Kami memilih makanan berbeda, saya sendiri memilih lontong kari. Makanan di Pujasera beraneka ragam dan harganya relatif terjangkau.

Selesai menyantap habis seluruh belahan lontong dan gaji sapi dalam kuah kuning, saya bersiap dengan selembar sepuluh ribuan. Dengan senyum manis menggoda, saya serahkan uang itu pada mbak penjualnya. Mbak Lontong pun membalas senyumnya dengan pantulan sinar di gincunya. Ia mengambil beberapa receh seribu rupiah.

“Ini,” katanya sambil menyerahkan uang kembalian. “Sekarang harganya berubah,” lanjutnya.

Saya menghitung lembaran cenggo yang Mbak Lontong berikan. Ternyata ia mengembalikan lima ribu rupiah. Berarti, harga lontong kari di kampus naik 25 % dari harga semula.

“SBY kan belum dilantik, Mbak,” ujar saya iseng.

Hahahaha, suara Mbak Lontong nyaring tertawa. Saya mengernyitkan dahi.

“Gak ada hubungannya sama presiden baru,” jawabnya.

“Oh, kan gaji PNS naik ya, Mbak?” tanya saya lagi-lagi iseng.

Hahahaha, Mbak Lontong tertawa menggelegar. Saya jadi ingat tawa Almarhum Mbah Surip.

“Iya, makanya harga-harga juga ikut naik,” katanya.

“Memang harga naik, Mbak?” tanya saya bukan iseng. Saya memang tidak tahu kalau harga kebutuhan naik.

“Ya, kalau guru gajinya naik, berarti jualan juga harus dinaikin harganya,” tuturnya lagi.

“Kan baru pengumuman, Mbak, belum jadi naiknya.”

“Ah, guru terus yang diperhatiinya. Wong cilik nggak dipikirin,” ujarnya sambil melengos pergi.

Loh kok? Sensi nian terhadap guru. Jadi, tolok ukur harga sesuai gaji PNS. Mereka pikir dengan gaji (akan) naik, daya beli meningkat? Kebetulan sekali, Mbak Lontong bicara dengan anak guru. Oh, babeh! Gaji (akan) naik, harga (sudah) naik. Uang saku tetap, tak bergeming. Tak turun, apalagi naik.

One comment on “Lontong Kari

  1. Ping-balik: Wawancara Seputar Blog | Elfarizi

Silakan komentar apapun :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 9 Agustus 2009 by in kampus and tagged , , , .

Arsip

%d blogger menyukai ini: