ELFARIZI

BERBAGI, BERCERITA.

SBY dalam Bus AKDP

sbyMoal menang sia teh! (Gak bakal menang kamu tuh!)” sembur salah seorang lelaki tua yang duduk di bangku depan. Ekspresi itu muncul ketika arak-arakan kampanye capres-cawapres Mega-Pro lewat datang dari arah berlawanan di Jalan Raya Padalarang. Bus Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP) Maya Raya yang saya tumpangi berhenti beberapa saat karena macet yang diakibatkan arak-arakan itu. “Panas-panas kieu euh… (panas-panas begini)” tambah kondektur yang juga berdiri di depan sambil memperhatikan penyebab macet itu.

Heueuh, moal meunang jigana mah (Iya, gak bakal menang kayaknya),” supir pun ikut nimbrung. “Saha wae pamimpina, sarua we hese hirup (Siapa pun pemimpina, tetap saja susah hidup),” keluh kondektur. Lelaki tua yang mendengus pertama kali mengiyakan. “Tapi jigana mah SBY deui nu menang teh (Tapi kayaknya SBY lagi yang menang),” imbuh supir berpendapat. “SBY jigana mah (SBY kayaknya),” tambah lelaki tua lainnya yang duduk di jok depan juga. “SBY teh alus dedegana (SBY itu bagus penampilannya/posturnya),” komentarnya.

“SBY jadi,” tandas kondektur. “Gonta-ganti pamimpin wae mah pembangunan moal lancar (Ganti-ganti terus pemimpin, pembangunan gak lancar),” tambahnya.

Da susahna mah sarua (Kalo susah hidupnya pasti sama),” kata kondektur dengan senyum kecut.

Moal ku Pak SBY mah teu pati susah (Nggak, sama Pak SBY gak bakal terlalu susah),” tiba-tiba ibu-ibu yang duduk berhimpit di jok sebelah supir ikut nimbrung.

Ngarah rada rapih kitu tah. Alus Pak SBY teh, kalem (Biar lebih rapih, bagus sama Pak SBY, kalem),” kata supir terus menerus mengomentari capres Demokrat.

“Boediono ge  jigana mah alus, sarua kalem (Boediono juga kayaknya bagus, sama-sama kalem),” tandas kondektur.

Ah, cicing teuing. Kudu mah tong sarua, jiga basa jeung JK. Nu hiji cicing, nu hiji beuki seuri (Ah, terlalu diam. Harusnya jangan sama, kayak waktu sama JK. Yang satu diam, yang satu suka senyum),” pendapat lelaki tua yang pertama kali membuka diskusi.

“Tapi loba nu teu reuseupeun ka Boedionona mah (Tapi banyak yang gak suka sama Boediono),” komentar ibu-ibu.

“Biasa politik mah, da moal ge sudi SBY meunang deui cara Mega (Biasa kalo politik, mana ada yang sudi SBY menang, kayak Mega),” kata lelaki tua yang duduk sebelah lelaki tua tadi.

Bus yang dari tadi sedikit demi sedikit merayap, kini semakin melaju lancar. Iring-iringan kampanye telah menghilang di depan bus yang saya tumpangi. Setelah seksama mendengarkan dialog rakyat barusan, saya tersenyum dan kembali menguap lebar-lebar karena perjalanan masih satu jam lagi menuju tujuan.

3 comments on “SBY dalam Bus AKDP

  1. Sby OK
    21 Juni 2009

    Siiip SBY-JK lanjutkan🙂

  2. elfarizi
    20 Juni 2009

    thanx… siiip…

  3. wahyu am
    20 Juni 2009

    lanjutkan😀

Silakan komentar apapun :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 20 Juni 2009 by in politik, sosial and tagged , , , , , , , , .

Arsip

%d blogger menyukai ini: