ELFARIZI

BERBAGI, BERCERITA.

KPU Menggolputkan Banyak Warga

Akhirnya Pemilihan Legislatif terlaksana hari ini. Sebagai warga negara yang taat dan mendukung demokrasi agar lebih baik dan bersih, saya pun ikut pencontrengan. Ingat, sekarang contreng bukan coblos. Ya, saya juga tak tahu bagaimana rasanya mencoblos. karena ini kali pertama saya mengikuti pesta demokrasi dan kebetulan sistemnya telah diubah menjadi contreng, bukan coblos. Saya sekeluarga menentukan pilihan di TPS 06 Kelurahan Muka Kecamatan dan Kabupaten Cianjur.

Ada beberapa kesan untuk Pileg ini. Pertama, masalah teknis PPS. Kesiapan Pileg di TPS tempat saya tinggal rasanya kurang serius. Alhasil pelaksanaan molor beberapa jam, padahal calon pemilih sudah mengantre sedari pagi. Masalah lainnya, pembagian kerja panitia yang tidak rapi. Tidak ada kejelasan, siapa yang menjaga kotak suara, siapa yang memanggil calon pemilih, siapa pula yang menunjukkan jalan masuk atau keluar dan lain-lain. makanya, panitia terlihat kewalahan dan terdapat beberapa kesalahan dan kelalaian. Misalnya, kotak suara yang belum dibuka saat pemilih pertama sudah mencontreng.

Hal teknis lainnya adalah tempat pelaksanaan (TPS). Hal ini tentu bukan saja kesalahan PPS setempat melainkan sebuah kekurangan KPU sebagai penyedia srana atau logistik Pileg. Pertama KPU menyediakan bilik suara yang tidak layak untuk ukuran kertas suara yang begitu besar. Jadi, pemilih tidak leluasa membuka lebar-lebar surat suara untuk menentukan pilihan. padahal, setahu saya, dulu bilik suara begitu aman. Dibuat serahasia mungkin seperti kamar pas di outlet atau toko pakaian. Apalagi, di TPS tempat saya tinggal, sarana penunjang seperti pembatas TPS dengan jalan umum tidak dihalangi secara tertutup. Di bilik suara tempat saya mencontreng saja, papan penutup jalan dengan TPS terbuka cukup lebar. Jadi bisa saja orang memperhatikan apa dan siapa yang saya contreng di bilik suara.

Rasanya, asas-asas Pemilu sudah berubah sekarang. Tidak lagi rahasia seperti yang digaungkan. Sebenarnya saya tak masalah apabila pilihan saya diketahui orang. Syukur-syukur bisa mempengaruhi orang yang melihat. Namun, hal ini bisa jadi kritikan untuk penyelenggara Pemilu (KPU)  yang telah mengenyampingkan asas Pemilu yang jurdil dan luber.

Masalah utama dalam Pileg ini adalah dengan tidak terdaftarnya masyarakat dalam DPT. Seminggu sebelum Pileg, saya dengar bahwa ketua KPU, Abdul Hafidz Anshari, menyatakan warga yang tidak tercantum di DPT boleh memilih asal terdaftar di daerah setempat dan dibuktikan dengan KTP. Namun, kemarin saya mendengar ralat ucapan tersebut. Ia bilang, warga yang tidak terdaftar di DPT tetap tidak bisa memilih.

Setidaknya, di RT saya saja, 21 warga yang layak memilih tidak mendapatkan haknya sebagai warga negara. Mereka tidak tercantum dalam DPT setempat. Sebagian besar warga yang tidak tercantum sebenarnya antusias mengikuti Pileg, hanya saja mereka terpaksa harus gigit jari. Misalnya, ada seorang simpatisan PKS yang tidak terdaftar bersama keluarga. Bayangkan, tiga suara PKS harus sia-sia dan tak tersalurkan. Saya juga melihat ada seorang ibu berusia lanjut ikut mengantre di pengambilan nomor urut. Ketika tiba gilirannya, ia tidak dapat menunjukkan undangan pemilih (pengganti kartu pemilih). Lalu petugas tidak memberikannya nomor urut karena ia tidak terdaftar di DPT.

Wah, saya jadi berfikir. Beberapa waktu lalu MUI sudah mengintervensi urusan politik dengan mengharamkan golput. Namun nyatanya, banyak orang golput karena salah pemerintah, melalui KPU. Jadi kalau kita manut-manut dengan MUI, siapa yang dosa dengan tergolputkannya warga-warga yang tidak terdaftar di DPT. Mungkin ada yang berkilah kalau ini ketidaksengajaan atau kesalahan teknis, namun rasanya itu ketidaktelatenan dan kecerobohan kinerja KPU. Pekerjaan KPU yang tidak cermat dan teliti membuat orang kehilangan haknya. Apalagi KPU tidak (jadi) memberikan keringanan untuk kasus tersebut. KPU mendzalimi!

2 comments on “KPU Menggolputkan Banyak Warga

  1. zakii
    8 Mei 2009

    amin pak.

    reza link back ok .
    mahasiswa sastra inggris uin . zakii

  2. Singal
    9 April 2009

    Semoga KPU tidak arogan….

Silakan komentar apapun :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 9 April 2009 by in politik and tagged , , , , , .

Arsip

%d blogger menyukai ini: