ELFARIZI

BERBAGI, BERCERITA.

Tahun Baru dan Palestina

palestinHampir dua pekan kita melangkah di tahun baru, hijriyah maupun masehi.Yang jelas, kita sudah merayakan tahun baru itu semeriah mungkin. Terlebih perayaan tahun baru masehi yang sudah membudaya di masyarakat kita. Nampaknya, tak akan sah malam pergantian tahun itu tanpa kembang api, petasan, dan keramaian di malam detik-detik pergantian.

Sebagian kalangan lebih ‘sadar’ merayakannya dengan berdzikir atau berdoa bersama. Sebagian berpendapat, mayoritas umat Muslim Indonesia seharusnya lebih memeriahkan tahun baru Hijriyah yang dikenal dengan tahun baru Islam. Sedang, tahun baru masehi ‘dicap’ sebagai perayaan umat Kristen semata. Padahal, menurut ane, perayaan kedua tahun tersebut dianjurkan untuk semua orang, terutama umat beragama. Lebih tepat sih bukan perayaan, tapi memperingati kedua tahun baru tersebut sebagai momen perenungan (kerennya intropeksi) saat bergantinya masa revolusi bumi terhadap matahari (dalam kurun 12 bulan masehi) dan masa revolusi bulan terhadap bumi (dalam kurun 12 bulan hijriyah) yang tentunya pengaruh pada kondisi alam dan kehidupan makhluk yang hidup di dalamnya.

Namun bukan itu permasalahannya. Ada yang lebih memerlukan energi untuk memikirkannya. Apa yang terjadi di Bumi Nabi Palestina saat ini adalah yang sekarang patut kita pikirkan. Bila kita telah melalui tahun baru dengan beragam ekspresi yang bermuara pada satu hal : kesenangan, namun sayang saudara kita di Palestina melalui pergantian tahun dengan air mata dan darah.

Betapa tidak, sungguh miris rasanya ketika pesawat Israel F-15 dan F-16 tiba-tiba saja meluluhlantakan jalur Gaza Palestina persis beberapa malam sebelum pergantian tahun baru. Saat itu entah apa alasan yang jelasnya. Namun, setidaknya ada beberapa fakta yang terungkap. Saat itu, salah seorang wartawan senior Kompas yang menetap di Mesir, menjadi narasumber Metro Siang.

Ia mengatakan bahwa ternyata faktornya adalah politik domestik Israel. Israel akan menghadapi Pemilihan Umum pada Februari mendatang. Partai yang saat ini memimpin (Partai Kadima pimpinan Tsivi Lipni, Menteri Luar Negeri yang garang itu) mengalami penurunan rating dan elektabilitasnya makin menipis.

Oleh karena itu, untuk menekan popularitas partai tersebut dengan harapan Tsivi Lipni itu bisa menjadi Perdana Menteri mendatang, maka invasi pun dilakukan. Heran memang, meningkatkan popularitas dengan cara invasi Palestina secara besar-besaran.

Ah, ane pikir mungkin saja si Busuk Bush juga berada di balik penyerangan. AS sebagai antek terbesar zionis Israel tak mungkin luluh hatinya dengan ratusan mayat yang bergelimpangan di tanah Nabi itu. Atau, barangkali sebelum masa lengsernya dia mau memuaskan dulu hatinya dengan menyerang Palestina.

Namun, sekarang yang terjadi telah terjadi. Yang kita dapat lakukan adalah doa dan juga berharap perang segera berakhir. Pun dengan intern politik Palestina yang terpecah menjadi Hamas dan Fatah. Semoga Hamas dapat bertindak lebih lembut namun tak menghilangkan kegarangannya. Semoga, Umat Islam disana merdeka secepatnya. Merasakan tahun-tahun baru dengan kehidupan barunya. Semoga.

One comment on “Tahun Baru dan Palestina

  1. masamudamasakritis
    25 Juni 2010

    wallahi….lemahnya israel bagaikan rumah laba-laba, yg dengan mudah kita menghancurkannya. save palestina..!!
    kami juga nulis artikel tentang palestina. judulnya “aku anak palestina” liat aja di sini lngng klik aja
    http://masamudamasakritis.wordpress.com/
    jgn lupa tinggalkan komentar juga ya…!!

Silakan komentar apapun :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 9 Januari 2009 by in sosial and tagged , , , .

Arsip

%d blogger menyukai ini: