ELFARIZI

BERBAGI, BERCERITA.

Taksi, Kendaraan Favorit Orang Bengkulu (Tour Bengkulu 2)

jalananMasih ingatkan dengan catatan perjalanan ane ke Bengkulu di tulisan sebelumnya? Tulisan itu baru mengupas serunya melakukan perjalan 28 jam dari Bandung menuju Kota Bengkulu. Kali ini ane mau menawarkan kembali beberapa pesona Bengkulu hasil perjalanan ane kesana.

Yupz, dulu ane menceritakan perjalanan 28 jam menggunakan jalur transportasi darat. Mulai dari naik bus antar provinsi di Jalan Soekarno Hatta Bandung, kemudian masuk jalan tol Cipularang, Jakarta, dan tol Merak. Kemudian nyebrang dengan feri.
Lalu menyusuri Lampung selatan hingga barat. Kemudian menembus sunyinya hutan bukit barisan, hingga menyisir pantai selatan Bengkulu. Menakjubkan pokoknya!

Nah, setelah ane sampai di Kota Bengkulu, ane singgah di mesjid Muhammadiyah Jalan Soeprapto, tepatnya di tempat tinggal seorang kawan. Disitu ane beristirahat setelah semalam dua hari melakukan perjalanan. Kesan pertama adalah panasnya kota ini. Namun, yang dapat ane bandingkan arus lalu lintas Bengkulu-Bandung cukup kontras. Bengkulu tak terlalu nampak berlalu lintas padat, seperti Bandung yang rentan macet. Makanya tak heran, ketika menemui hambatan (katakan saja: macet) di pasar misalnya, supir-supir angkutan di Bengkulu tampak kesal dan ngomel. Belum biasa, dia! Gumam ane dalam hati. Lihat saja foto di atas. Salah satu sudut jalan raya di Kota Bengkulu.

Setiap Hari Naik Taksi

Di Bandung, kebanyakan orang bepergian dengan naik angkot atau bis kota (damri). Mulai masyarakat umum biasa, pelajar, hingga mahasiswa. Kecuali bagi kalangan yang lumayan berprestise tinggi, baru mereka maunya naik taksi. Seperti halnya taksi yang menjemput di bandara atau di terminal bis. Makanya, tak heran taksi tidaklah dapat banyak dilihat di sini alias jarang berlalu lalang di jalanan.

Lain halnya di Bengkulu. Suatu saat ane pernah bercakap-cakap dengan kawan asli Bengkulu. Konon setiap hari ia naik taksi ke sekolah. Ane cukup terperanjat. Semewah itukah ia? Tiap hari naik taksi ke sekolah. Gila, punten punten nih, ane juga agak meragukan kalau ia bisa bayar ongkos taksi tiap hari. Dan, katanya lagi semua orang pun demikian, termasuk pelajar. Bahkan taksi lah yang banyak berlalu lalang di jalanan kota Bengkulu. Kesimpulan, taksi adalah angkutan yang biasa digunakan orang disini.

Dan ane telah membuktikannya. Awalnya ane ragu dan tentu tak percaya. Toh, pada saat ane di Bengkulu hanya bepergian dengan angkot seperti halnya di Bandung. Saat ane complain dengan kesombongan teman ini, ternyata ane sendiri tak bisa mengelak. Ternyata benar. Orang sana selalu naik taksi.  Toh, mereka mengaku sendiri… Ternyata eh ternyata yang disebut taksi oleh orang Bengkulu adalah angkutan kota alias angkot. Waduw, aya-aya wae!

Tabot

Bila berjalan-jalan mengelilingi Kota Bengkulu, maka kita akan lihat setiap gedung, misalnya gedung-gedung dinas,  selalu di depannya terdapat sebuah aksesoris yang unik. Berupa undukan seperti rumah. Konon itu disebut sebagai tabot. Tabot adalah budaya khas yang selalu dilaksanakan menjelang bulan Muharram di Bengkulu. Kata orang sana, tabot itu perlambang peti mati cucu Nabi Muhammad Saw.

Terang saja, tabot adalah budaya masyarakat Bengkulu (yang ane tau itu hanya dilaksanakan di Kota Bengkulu) yang berupa sebuah upacara mengenang tewasnya cucu Nabi Muhammad Saw, yaitu Husein bin Ali bin Ahi Thalib saat berperang melawan Yazid bin Muawiyah. Budaya tersebut dibawa dan pertama kali dilakukan oleh orag-orang India yang sekarang masih banyak keturunannya di Kota Bengkulu.

Itu baru sedikit keunikan dan kekhasan Kota Bengkulu. Nanti ane akan mencatat lebih banyak lagi tempat-tempat indah dan bersejarah di Kota Bengkulu. Hingga catatan perjalanan ane yang menghabiskan liburan di desa transmigrasi di Bengkulu Utara. Tunggu terus ya tulisan berikutnya!

One comment on “Taksi, Kendaraan Favorit Orang Bengkulu (Tour Bengkulu 2)

  1. hasan85
    28 Desember 2008

    Siapa suruh foto di depan Masjid Jamik? izin dulu, dong..

Silakan komentar apapun :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 28 Desember 2008 by in budaya, Jalan-jalan.

Arsip

%d blogger menyukai ini: