ELFARIZI

BERBAGI, BERCERITA.

Surat Pembacok

Siang ini masih saja hujan. Ke kampus, tak satu pun mulut dosen yang ceramah. Padahal tumben hari ini semangat kuliah. Tapi semangat itu tiba-tiba tumbang akibat dosen yang hadir nihil. Makanya tadi pagi kerjaan ane hanya ke perpustakaan dan ke warnet.

Tadi pagi sebuah SMS masuk dan menciptakan getaran hebat di ponsel ane. Padahal ane menaruh ponselnya di saku celana. Untung, segera ane keluarkan ponsel itu dari balik saku celana. SMS dari seorang sahabat, katanya ada tulisan ane di koran. Wah tulisan apa ya? Opini kah? Mimbar akademik kah? Atau sekedar surat pembaca? Ternyata memang opini, tapi opini yang tidak berbayar alias gratis alias surat pembacok alias surat pembaca. Tak apa, yang penting langkah awal menuju kesuksesan di dunia menulis. Walaaaaaaaaaaah.

Tapi demikian yang diungkapkan Kang Buled, salah seorang operator di Pusat Komunikasi (Puskom) kampus ane. Ketika itu ane berbincang-bincang dengannya juga dengan salah seorang penulis andal yang bukunya best-seller, yaitu Kang Sukron Abdillah itu loh yang nama penanya Sabil al-Ma’rufie. Ya, kata Kang Buled, kalau tulisan mau diterima di media massa, maka mulailah dengan hla yang kecil yaitu dengan surat pembaca.

Tak apalah. Walau surat pembaca, yang penting isinya berbobot. Artinya, tidak sekadar curhat atau komlain atas ketidakpuasan produk anu atau anu. Toh, tulisan ane kan pake analisis, opini, dan menawarkan solusi. Keren gak tuh??? Nggak, kali ya… Klik disini untuk baca surat pembacanya!

2 comments on “Surat Pembacok

  1. Mochammad
    5 Februari 2012

    Ikut membaca.. terus menulis dek bro… sukses ya… kutunggu namamu nangkring di rak-rak Gramedia, TM Bookstore, Karisma, atau toko buku mana aja. Btw, surat pembacoknya ga bisa dibuka, padahal pengen baca…
    🙂 Salam kenal,

    Mochammad
    http://mochammad4s.wordpress.com
    http://piguranyapakuban.deviantart.com

    • elfarizi
      5 Februari 2012

      Makasih motivasinya, Kang …
      Dulu, link-nya masih tertaut ke Pikiran Rakyat Online edisi print … sekarang memang sudah tidak ada, berganti sama e-Paper Pikiran Rakyat🙂

      Kalau versi print-out masih jadi kliping hehe😀
      Makasih atas kunjungannya🙂

Silakan komentar apapun :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 11 Desember 2008 by in curhat and tagged , , .

Arsip

%d blogger menyukai ini: