ELFARIZI

BERBAGI, BERCERITA.

Motif Pencurian yang Aktual?

big_burglarHari itu, ane seperti biasa mengunjungi perputakaan. Ya, tentunya perputakaan unik di kampus ane. Awal ane masuk, ane langsung menyerahkan tas ane kepada petugas. Ane tak mau menyimpan tas di tempat yang disediakan perpustakaan tapi tak berpenjaga. Mengapa? Ini trauma yang akan berkepanjangan. Saat itu usia ane masih sama seperti sekarang, hanya beda tiga bulanan lah. Saat itu, ane hendak ke perpus dan menyimpan tas di loker. Namun dengan gagah, sang penjaga melarang. Katanya loker khusus untuk wanita. Laki-laki silakan simpan tas di tempat yang tak berpenjaga. jadi hanya dijajarkan dengan tas lain. Oleh karena tak mau berbirokrasi terlalu lama, ane putuskan untuk manut saja. padahal entah apa maksudnya, ada bias gender disini!

Hal yang super mengagetkan, ketika ane hendak keluar dari perpus, tas ane raib! Entah oleh siapa dan apa motifnya. Namun, setelah diselidiki motifnya adalah perampokan. Terbukti dengan adanya SMS dari si pencuri. Ia mengetahui nomor ane dari sim-card yang ada di tas ane. Awalnya, dengan maih agak shock ane meminta kejelaan dari pihak perpus. Mengenai kehilangan ini, ya karena itu ane nilai adalah kelalaian perpus itu sendiri. Apalagi tiba-tiba ane dilarang untuk menyimpan tas di loker. Ketika ane salah alamat. Bertanya pada petugas loker, alamak, meuni judes. Konfirmasi ane ditanggapi dingin dan seenak lidahnya aja. Kesimpulannya, kalau hilang ya sudah saja hilang.

Lalu ane masih meminta keadilan. Ane hubungi staf lainnya, jawabannya lumayan menyejukkan hati. Kemudian, karena masih penaaran ane langsung hubungi kepala biro perpusnya. Akhirnya, mereka tau dan mendengar aspirasi anggota Perpus yang baik seperti ane. Yang jadi kenangan, salah satu pegawai memberi ane ung Rp 50.000 untuk membiayai administrasi krtu-kartu identitas yang hilang. Tak mungkin ane tolak, itu kan rezeki!

Sebetulnya rasa haneueul masih ada. Karena isi tas itu tak berharga. Tas itu tak menyimpan laptop [tak seperti bentuk tasnya], tk menyimpan uang, hand phone. Itu semua tak ada. Yang ada adlh barang-barang pribadi yang berharga bagi ane sendiri. Lucuya, si pencuri sempat minta tebusan hingga angka Rp 2 juta. Gila! Makan aja itu tas. Orang kerugian ane diperkirakan hanya sampai Rp 350 ribu kok.

Saat itu, ada SMS dri nomor 081220121602. Katanya ane mendapatkan Motor Mio secara gratis. Syaratnya, serahkan nomor Pin ATM. Waduh, yang ada ne gak bisa nahan ketawa. Macam mana pula, apakah gak ada motif lain untuk bisa nguras ATM ane yang kosong itu? Cape deh… Akhirnya ane tau, bahwa orang itu yang mengambil secara sepihk tas ane. Tak apalah.

Suatu saat, ia merasa jera melakukan tindakannya itu. Konon, ia memberitahu ane kalau tanya dipaketkan ke kampus ane. Tapi ternyata seorang teman dari salah satu UKM di kampus, memberitahu bahwa tas ane terdampar di kantor UKM tersebut. Kejadian itu dua bulan setelah peristiwa hilangnya tas ane. Nah, demikianlah cucu-cucuku. Pelajaran yang dapat dimabli dari kisah tersebut.

1. Jangan bawa tas laptop tapi isinya bukan laptop. 2. Simpan tas di loker kalau ke Perpustakaan di kampus ane, kalau dilarang caci aja pegawainya, hak apa dia melarang. Kalau ada kehilangan, dia mau ganti? 3. Bersabarlah kalau kita mengalami kehilangan, toh lama-lama pencurinya juga bosan sendiri. Entar dibuang deh di lokasi terdekat…

[gambar dari rotihidup.blogspot.com/2008/02/pencuri.html]

One comment on “Motif Pencurian yang Aktual?

  1. Ping-balik: Robot Kangen « Catatan Elfarizi

Silakan komentar apapun :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 4 Desember 2008 by in kampus and tagged , , .

Arsip

%d blogger menyukai ini: