ELFARIZI

BERBAGI, BERCERITA.

Tour Cianjur, Yuk! (Part 2)

taman bungaWah pagi hari dunia masih terasa segar. Nafas begitu jernih terasa. Apalagi sambil memandang ke arah barat, pemandangan Gunung Gede. Begitulah kira-kira yang akan kita rasakan dan decak kagumkan saat berada di kota Cianjur. Hari ini, saatnya bertualang menjelajah kawasan padat wisata, yakni kawasan Cipanas Puncak. Di pusat kota, kita hanya tinggal menaiki sebuah angkot berwarna biru tua jurusan Cianjur-Cipanas. Di Cipanas, kita hanya memilih, kemana kita akan pergi?

Perjalanan dari Cianjur ke Cipanas membutuhkan waktu hanya satu jam. Tepatnya, kita akan melaju ke arah barat satu arah dengan perjalanan menuju Bogor dan Jakarta. Pemandangan yang terasa indah adalah Gunung Gede yang menjulang dengan gagah. Semakin mendekati Cipanas, serasa kita semakin mendekati Gunung Gede.

Gunung Gede adalah gunung yang terletak di tiga kabupaten, yakni Cianjur, Bogor, dan Sukabumi. Letaknya berdampingan dengan Gunung Pangrango. Namun Gunung Gede lebih terkenal karena memiliki kawah (gunung berapi aktif). Padahal tinggi Gunung Gede lebih rendah dibanding Gunung Pangrango. Tiga tahun yang lalu, ane pernah hiking ke Gunung Gede. PIntu masuknya terletak di beberapa titik. Di Cianjur, pintu masuknya biasanya melalui jalur Cibodas atau Gunung Putri (Cipanas).

Pada saat itu, ane masuk melalui titik Gunung Putri, tepatnya di pusat kota Cipanas. Dari Cipanas, kita perlu naik ojeg terlebih dahulu untuk sampai ke pintu masuk. Lalu kiata sipa menempuh perjalanan beberapa kilometer (ane lupa lagi!). Perjalanan melalui jalur ini tidak terlalu curam dan cukup nyaman dilalui. Kita dengan sabar menaiki satu persatu anak tangga, hingga akhirnya sampai di alun-alun, puncak Gunung Gede yang lebih tepat dikatakan lembah edelweis, karena dimana-mana bertabur bunga edelweis yang dijuluki juga bunga abadi. Kita dapat menginap dengan mendirikan tenda disana. Alun-alun ini belum sampai ke kawah yang dituju.

Dulu, ane dan kawan-kawan memutuskan untuk mendirikan tenda disana. Besoknya baru kita mendaki lagi beberapa ratus meter untuk bisa sampai ke kawah. Akhirnya kita sampai di kawah. Bau belerang tercium begitu menyengat. Pagar-pagar kayu membuat kita harus ekstra hati-hati memegang dan berjalan di sampingnya. Karena jalannya berupa kerikil yang membuat jalan menjadi licin.

Pulangnya, rombongan climber kami melewti jalur yang berbeda, yaitu jalur Cibodas. Maksudnya kami akan keluar di Kebun Raya Cibodas. Teranyata jalur ini sangat curam. Beberapa kali menemui tantangan, seperti tebing yang sangat curam, yang dijuluki orang sekitar tanjakan setan. Kami juga melalui aliran air (lebih enak dikatakan sungai), yang airnya sangat panas. Sehingga memakiai sepatu pun masih teras menyengat sekali. Lalu jalan teras lebih licin dan curam. Ya, jalur ini lebih menantang dibanding jalur yang kemarin kami tempuh. Namun jalur ini lebih familiar atau lebih sering dikunjungi para wisatawan.

Kembali ke perjalanan menuju Cipanas! Kita akan turun di pusat Kota Caipanas. Ditandai dengan pasar Cipanas yang kini sudah tidak gagah berdiri. Yang ada hanya puing-puing sejarah. Mengapa? Karena tahun lalu terjadi kebakaran pasar terhebat dan terbesar di Indonesia, yaitu kebakaran pasar Cipanas. Pemandangan yang jadi ironi bagi megahnya Gunung Gede yaitu kesemrawutan lalu lintas. Lalu lintas di Cipanas memang kerap padat, apalagi pada saat weekend dan hari libur. Karena banyak mobil berplat B dan D yang memadati Cipanas. Maka dari itu, jangan jalan-jalan ke Cipanas pada waktu libur.

Menginjakkan kaki di kota kecil ini, semilir angin gunung mulai terasa. Apalagi di jam-jam sebelum siang dan menjelang sore. Setelah itu, kita bebas memilih, kemana kita akan pergi? Banyak menu yang ditawarkan disana.

Pertama, kebun raya Cibodas. Cagar alam yang terletak di kaki Gunung Gede ini menghampar luas dengan memberikan kenyaman bagi kita yang mengunjunginya. Ada air terjun curug cibeureum, taman komodo, bunga bangkai, dan kawasan outbound Mandala Kitri. Lewat kebun raya ini juga kita dapat mendaki Gunung Gede seperti yang tadi sudah ane katakan. Untuk sampai ke Cibodas dengan angkot, kita harus naik angkota sekali, yaitu angkot jurusan Cipanas-Cibodas dengan ongkos Rp. 4.000,00.

s4023546Kedua, Taman Bunga. Taman Bunga adalah kawasan wisata botani. Disini menawarkan keindahan berbagai jenis bunga dan taman ciri khas belahan negara di dunia. Disini juga ada taman labirin, ataman yang isa dibuat ajang ucing sumput alias petak umpet. Kayak way out. Untuk bisa masuk, kita cuma harus merogoh kocek Rp. 15.000,00. Dari Cipanas, kita perlu satu kali naik angkot, yaitu angkot jurusan Cipanas-Mariwati dengan ongkos Rp. 4.000,00.

Ketiga, kawasan wisata Puncak. Disini hanya menwarkan pemandangan yang menawan. Cocok untuk meregangkan otot dan syaraf-syaraf yang tegang atau malah sebaliknya, menegangkan otot dan syaraf-syaraf yang lemah! Huehueheu, heureuy eta mah alias just kidding! Disini berjajar perkebunan teh. Kawasan ini berbatasan dengan Kabupaten Bogor. Di kawasan ini, terdapat mesjid yang jadi objek wisata karena disinggahi hampir setiap wisatawan yang berkunjung ke Puncak, yaitu mesjid at-taawun. Di mesjid ini, kita dapat menerawang ke setiap penjuru alam Puncak yang segar dan sejuk. Disini juga ada Gantole, yaitu area untuk paralayang. Ada juga talaga warna yang melegenda. Sebagai catatan, disini berkeliaran oarang-orang Arab, bisa jadi Arab tulen atau Arab jadi-jadian atawa tetangganya Arab, misalnya dari Irak, Iran, atau ayang lainnya.

Ya, pilihannya cukup tiga aja deh. Karena terlalu banyak kalau harus ditulis disini. Yang jelas, di Cipanas Cianjur banyak hotel bertebaran. Villa juga. Fasilitas juga sangat menarik, dari fasilitas mati hingga fasilitas hidup! Huehueheu, sorry heureuy terus… Oya, satu yang jadi kebanggaan Cipanas Cianjur, adalah berdirinya Istana Presiden. Bangga? Ya, demikian perasaan orang-orang sini. Kalau di daerah lain, mungkin sangat sulit untuk menemui pemimpinnya bahkan cuma bermimpi, ya minimal warga Cianjur nggak sulit-sulit amat. Dalam satu tahun, minimal sekali sang presiden melambaikan tangan.

(foto-foto Taman Bunga Nusantara, diambil dari google.com)

9 comments on “Tour Cianjur, Yuk! (Part 2)

  1. genda
    11 Mei 2016

    Info wisata geopark ciletuh bisa hubungi : 085659147776 wa/line

  2. Ubay
    11 Maret 2016

    nice… ketawa terus euy bacanya… narasinya ngalir dan kocak #jadisokkritikus
    infonya bermanfaat untuk Sy yg lagi mau jalan-jalan ngangkot di Cianjur krn katanya gda sewa motor ya, atau adakah rental motor disana? mohon info. mksh. keep writing!!

    • elfarizi
      17 Maret 2016

      Sewa motor sebetulnya ada mas, cuma saya kurang tau nomor kontaknya. Cuma tidak sebanyak rental mobil.

  3. ali hadun kalibata
    25 November 2009

    ane punya kontrakan 4 di cisarua,
    ente bahlul banget naik ke gunung batu,ane naikin sineneng bergunung kembar.

  4. Reza muharam hidayat
    24 September 2009

    ada yang barugak di taman bunga ,nanti liburan maen lagi ketaman bunga ?

    • elfarizi
      28 September 2009

      belum dapet infonya nih Mas Reza…

  5. elfarizi
    24 Desember 2008

    kum salam. ya nanti dhe kalo libur. alhamdulillah. e-mail reza dah dibaca??? dhe damang???

  6. dhe
    23 Desember 2008

    mi’kum?piye kabare kang?duch jalan-jalan enak donk he…he…btw ko g mampir k homzz?

  7. dhe
    30 November 2008

    ass, waduch enak euy….jalan-jalan he…he…btw ko g’ main ke rumah ?

Silakan komentar apapun :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 21 November 2008 by in Jalan-jalan and tagged , , .

Arsip

%d blogger menyukai ini: