Beasiswa Pascasarjana BPPDN Dikti 2013

Halo halo halo. Lama juga gak nulis di blog ini (berarti ada berapa blog?). Pasti banyak yang bertanya, kemana kah saya pergi? *berasa penting* Jadi, memang setelah sibuk dengan se-(suatu/seorang), saya jadi gak memperhatikan blog ini. Ya, maaf ya dedek blog *kecup basah* Oke, kita langsung ke inti tulisan, tanpa harus banyak berapologi :D

***

Saya cuma mau berbagi informasi. Informasi ini pasti berguna bagi para sarjana yang sedang giat mengejar cita-cita :D Info ini berhubungan sama sekolah, karena ini adalah … BEASISWA. Beasiswa yang dimaksud adalah Beasiswa Pendidikan Pascasarjana Dalam Negeri (BPPDN) yang merupakan program Direktorat Jenderal Perguruan Tinggi (Dikti) Kemdikbud. Beasiswa ini merupakan penyatuan dua jenis beasiswa yang diberikan Dikti tahun lalu, yaitu Beasiswa Unggulan (BU) Dikti dan Beasiswa Pendidikan Pascasarjana (BPPS) yang khusus untuk dosen PNS.

BPPDN 2013

Sesuai namanya, beasiswa ini berarti beasiswa untuk melanjutkan pendidikan pascasarjana, baik jenjang magister (S2) atau doktor (s3). Program ini ditujukan untuk empat kategori penerima, yaitu:

  1. Dosen tetap perguruan tinggi (PNS atau bukan),
  2. Calon dosen alias sarjana-sarjana yang tertarik ingin menjadi dosen,
  3. Tenaga kependidikan di lingkungan Kemdikbud (PNS di lingkungan Kemdikbud yang ingin melanjutkan kuliah), dan
  4. Warga negara asing yang ingin kuliah di Indonesia.

Karena saya cuma punya pengalaman di kategori kedua, jadi saya jelaskan lagi BPPDN untuk calon dosen. Beasiswa calon dosen ini bisa diikuti lulusan perguruan tinggi manapun yang berniat melanjutkan pendidikan pascasarjana. Bisa jadi buat S1 yang ingin menempuh S2 atau lulusan S2 yang ingin melanjutkan S3. Yang penting, statusnya bukan PNS. Jadi cocok buat sarjana-sarjana susah cari kerja dan gak tahu mesti ngapain lagi. Ya sudah, kuliah lagi aja :D Pendaftar bebas memilih  universitas yang dituju, yang penting terdaftar di pedoman yang diberikan Dikti.

Proses yang harus dilakukan pelamar beasiswa ini ada dua, yaitu mendaftarkan diri untuk mengikuti program beasiswa ini secara daring (online) ke lamar Dikti dan mendaftarkan diri ke program pascasarjana di universitas pilihan. Pendaftaran ke universitas dan pendaftaran beasiswa ini dua hal yang berbeda. Jadi, pendaftar beasiswa BPPDN ini akan diseleksi tim verifikasi BPPDN dari Dikti dan harus mengikuti seleksi penerimaan mahasiswa baru di universitas seperti pada umumnya. Seleksi yang dilakukan Dikti pun hanya sebatas seleksi administrasi.

Pengalaman tahun lalu, pengumuman kelulusan Dikti lebih lambat dari pengumuman kelulusan penerimaan mahasiswa baru dari universitas. Jadi, para pelamar beasiswa harus membayar dulu biaya masuk ke universitas terlebih dahulu. Namun, sebetulnya para pelamar beasiswa yang sudah dinyatakan masuk namun belum mendapat kepastian kelulusan dapat mengajukan permintaan ke pihak kampus yang menerangkan bahwa dia pelamar beasiswa Dikti. Tapi, informasi mengenai ini silakan ditanyakan ke pihak Dikti atau program pascasarjana di universitas tujuan. Yah, mungkin ini jadi semacam “untung-untungan”, bisa jadi kita berkorban uang masuk dulu lalu nanti dinyatakan lulus beasiswa. Itu artinya, uang masuk yang sudah dibayar akan diganti. Tapi, bisa jadi kita tidak lulus dan kita terlanjur menjadi mahasiswa pascasarjana di universitas tujuan.

Tapi, bicara mengenai kelulusan. Pengalaman saya tahun lalu mungkin bisa jadi pelajaran. Kuota yang diberikan Dikti untuk penerima beasiswa BU Calon Dosen 2012 meningkat lebih dari 100% dari tahun sebelumnya. Misalnya, untuk penerima BU Calon Dosen untuk S2 semula 956 pada tahun 2011, menjadi 2302 pada tahun 2012. Makanya, banyak pelamar tahun lalu sukses mendapatkan beasiswa ini. Isu-isunya sih, ini berkaitan sama program pemerintah yang akan melakukan pensiun massal dan perekrutan dosen besar-besaran di tahun 2014. Tapi, ini cuma isu yang kebenaran belum saya dapatkan hehe :mrgreen: Jadi, siapa tahu kuota tahun ini membludak, kan? Selain itu, dari pedoman yang saya baca, tahapan seleksi terlihat lebih rapi dan mungkin saja tidak terjadi kelulusan di universitas lebih celat dibanding kelulusan penerimaan beasiswa dari Dikti. Mungkin.

Poin penting untuk penerima BPPD 2013 Calon Dosen ini adalah kewajiban mengabdi setelah lulus. Saya juga belum bisa kasih informasi jelas mengenai ini. Soalnya, saya juga belum lulus :mrgreen: Tapi, dari pembicaraan komunitas penerima BU Dikti 2012 bersama pihak Dikti, pengabdian itu dilakukan di universitas pilihan kita atau ditentukan oleh Dikti. Mengenai apakah saat mengabdi, kita digaji oleh Dikti atau hanya oleh pihak kampus, saya belum tahu pasti. Yang jelas, pihak Dikti menyebutkan bahwa penerima BU Dikti 2012 Calon Dosen tidak mendapatkan jaminan akan jadi PNS hehe. Tapi bukan berati gak bisa ikut CPNS, ya … :mrgreen:

Gimana kalau sudah terlanjur kuliah di Pascasarjana? Apa bisa ikut mendaftar BPPDN 2013 ini? Nah, ini sih sesuai pengalaman saya. Saya pun ikut BU Dikti 2102 calon dosen ini setelah berjalan satu semester di pascasarjana (on-going). Rekomendasi yang diberikan pun dari kampus tempat saya belajar saat mendaftar (pascasarjana), bukan S1 asal. Dan, beruntungnya pelamar BU Dikti 2012 On-going pada tahun lalu lulus semua :D Tapi, beasiswa yang diterima untuk mahasiswa yang lulus BU Dikti On-going ini hanya untuk jangka satu tahun. Ya, tak apalah, yang penting rezeki. Lama pengabdian pun satu tahun lebih cepat dibanding penerima BU Dikti reguler.

Okedah, daripada berpanjang-panjang lebar, bagi yang berminat, silakan cari info lengkapnya di Google, tanya langsung ke pihak Dikti di lama resminya, atau langsung unduh Pedoman Beasiswa Pendidikan Pascasarjana Dalam Negeri (BPPDN) Dikti 2013 berikut:

 unduh