
Dua hari ini, ada yang nuansa berbeda di kala magrib menjelang depan kos. Tak ada suara khas yang mengiring pengujung senja kali ini. Yaitu, suara penggorengan mas tukang gorengan. Lelaki paruh baya asal Indramayu ini biasanya nongkrong depan kos, menjajakan aneka macam gorengan favorit mahasiswa, seperti : bala-bala, karoket, gehu, ubi, goreng pisang, dan cireng.
Hampir dua pekan kita melangkah di tahun baru, hijriyah maupun masehi.Yang jelas, kita sudah merayakan tahun baru itu semeriah mungkin. Terlebih perayaan tahun baru masehi yang sudah membudaya di masyarakat kita. Nampaknya, tak akan sah malam pergantian tahun itu tanpa kembang api, petasan, dan keramaian di malam detik-detik pergantian.