kampus


Oleh : Reza Sukma Nugraha

FotoBangsa Indonesia adalah bangsa besar dengan pluralitas suku, budaya, dan agama. Konon, selalu didengung-dengungkan bahwa ujung tombak perjuangan dan masa depan bangsa ini terletak pada pemuda sebagai harapan bangsa. Bukan berniat melemahkan, namun keadaan nyata menunjukkan perilaku segelintir pemuda malah membawa rasa pesimistik di antara pemuda itu sendiri. Oknum tersebut, misalnya, tergabung dalam geng motor yang selalu membawa aksi brutal, pelaku tindakan kriminal, dan lain-lain.

(lagi…)

2309tmbRabu, 30 September 2009

Bandung begitu panas. Terik matahari melumat sekujur tubuh hingga kulit serasa lengket, mungkin lain halnya dengan para mahasiswa yang kuliah di kampus ber-AC atau mahasiswa yang datang ke kampus dipulas dengan make-up khusus anti sinar-UV. Kuusap keringat di dahi. Kuperhatikan jam, menunjukkan pukul setengah satu. Kumenengadah, mendongak pada gagahnya sang surya dan ingat siang ini aku punya satu maksud baik.

(lagi…)

403366211_ce3a784cb8_mKalau disebut-sebut jaringan teroris semacam Noordin M Top lebih senang merekrut anak muda, saya (agak) setuju. Kenapa? Karena sebagai anak muda, saya pernah mengalami setidaknya dua tindak terorisme atas nama agama. Hal tersebut saya alami ketika pertama kali mengenal Kota Bandung.

(lagi…)

cimg1838Menjelang siang, perut keroncongan. Berhubung belum sarapan, maka saya mengajak sang kekasih makan di Pujasera kampus. Kami memilih makanan berbeda, saya sendiri memilih lontong kari. Makanan di Pujasera beraneka ragam dan harganya relatif terjangkau.

Selesai menyantap habis seluruh belahan lontong dan gaji sapi dalam kuah kuning, saya bersiap dengan selembar sepuluh ribuan. Dengan senyum manis menggoda, saya serahkan uang itu pada mbak penjualnya. Mbak Lontong pun membalas senyumnya dengan pantulan sinar di gincunya. Ia mengambil beberapa receh seribu rupiah.

(lagi…)

الصراع الباطنى فى قصة ازالة اقتتان كلو فترا

لجيب الرحمن الصراجى:

تحليل الادب النفسى

(lagi…)

Februari datang!!! Bukan soal valentine, bukan hari pers nasional, bukan pula 28 Februari. Tapi kuliah kembali membayangi. Mungkin kampus ane, Universitas Impian Nenek, senang dengan hal-hal romantis. Jadi memilih awal bulan ini jadi awal perkuliahan semester genap. (lagi…)

Januari segera berkahir. Artinya liburan hampir usai. Ane yang–tumben– menghabiskan liburan di rumah di Cianjur harus segera menemui calon metropolitan, Bandung. Itu artinya ada aktivitas yang harus rela berulang. Berkutat dengan hiruk pikuk kampus dengan segala intriknya. Namun, ada perubahan yang fundamental dalam hari-hari ane ke depan. (lagi…)

Halaman Berikutnya »