Beasiswa Pascasarjana BPPDN Dikti 2013

Halo halo halo. Lama juga gak nulis di blog ini (berarti ada berapa blog?). Pasti banyak yang bertanya, kemana kah saya pergi? *berasa penting* Jadi, memang setelah sibuk dengan se-(suatu/seorang), saya jadi gak memperhatikan blog ini. Ya, maaf ya dedek blog *kecup basah* Oke, kita langsung ke inti tulisan, tanpa harus banyak berapologi :D

***

Saya cuma mau berbagi informasi. Informasi ini pasti berguna bagi para sarjana yang sedang giat mengejar cita-cita :D Info ini berhubungan sama sekolah, karena ini adalah … BEASISWA. Beasiswa yang dimaksud adalah Beasiswa Pendidikan Pascasarjana Dalam Negeri (BPPDN) yang merupakan program Direktorat Jenderal Perguruan Tinggi (Dikti) Kemdikbud. Beasiswa ini merupakan penyatuan dua jenis beasiswa yang diberikan Dikti tahun lalu, yaitu Beasiswa Unggulan (BU) Dikti dan Beasiswa Pendidikan Pascasarjana (BPPS) yang khusus untuk dosen PNS.

BPPDN 2013

Sesuai namanya, beasiswa ini berarti beasiswa untuk melanjutkan pendidikan pascasarjana, baik jenjang magister (S2) atau doktor (s3). Program ini ditujukan untuk empat kategori penerima, yaitu:

  1. Dosen tetap perguruan tinggi (PNS atau bukan),
  2. Calon dosen alias sarjana-sarjana yang tertarik ingin menjadi dosen,
  3. Tenaga kependidikan di lingkungan Kemdikbud (PNS di lingkungan Kemdikbud yang ingin melanjutkan kuliah), dan
  4. Warga negara asing yang ingin kuliah di Indonesia.

Karena saya cuma punya pengalaman di kategori kedua, jadi saya jelaskan lagi BPPDN untuk calon dosen. Beasiswa calon dosen ini bisa diikuti lulusan perguruan tinggi manapun yang berniat melanjutkan pendidikan pascasarjana. Bisa jadi buat S1 yang ingin menempuh S2 atau lulusan S2 yang ingin melanjutkan S3. Yang penting, statusnya bukan PNS. Jadi cocok buat sarjana-sarjana susah cari kerja dan gak tahu mesti ngapain lagi. Ya sudah, kuliah lagi aja :D Pendaftar bebas memilih  universitas yang dituju, yang penting terdaftar di pedoman yang diberikan Dikti.

Proses yang harus dilakukan pelamar beasiswa ini ada dua, yaitu mendaftarkan diri untuk mengikuti program beasiswa ini secara daring (online) ke lamar Dikti dan mendaftarkan diri ke program pascasarjana di universitas pilihan. Pendaftaran ke universitas dan pendaftaran beasiswa ini dua hal yang berbeda. Jadi, pendaftar beasiswa BPPDN ini akan diseleksi tim verifikasi BPPDN dari Dikti dan harus mengikuti seleksi penerimaan mahasiswa baru di universitas seperti pada umumnya. Seleksi yang dilakukan Dikti pun hanya sebatas seleksi administrasi.

Pengalaman tahun lalu, pengumuman kelulusan Dikti lebih lambat dari pengumuman kelulusan penerimaan mahasiswa baru dari universitas. Jadi, para pelamar beasiswa harus membayar dulu biaya masuk ke universitas terlebih dahulu. Namun, sebetulnya para pelamar beasiswa yang sudah dinyatakan masuk namun belum mendapat kepastian kelulusan dapat mengajukan permintaan ke pihak kampus yang menerangkan bahwa dia pelamar beasiswa Dikti. Tapi, informasi mengenai ini silakan ditanyakan ke pihak Dikti atau program pascasarjana di universitas tujuan. Yah, mungkin ini jadi semacam “untung-untungan”, bisa jadi kita berkorban uang masuk dulu lalu nanti dinyatakan lulus beasiswa. Itu artinya, uang masuk yang sudah dibayar akan diganti. Tapi, bisa jadi kita tidak lulus dan kita terlanjur menjadi mahasiswa pascasarjana di universitas tujuan.

Tapi, bicara mengenai kelulusan. Pengalaman saya tahun lalu mungkin bisa jadi pelajaran. Kuota yang diberikan Dikti untuk penerima beasiswa BU Calon Dosen 2012 meningkat lebih dari 100% dari tahun sebelumnya. Misalnya, untuk penerima BU Calon Dosen untuk S2 semula 956 pada tahun 2011, menjadi 2302 pada tahun 2012. Makanya, banyak pelamar tahun lalu sukses mendapatkan beasiswa ini. Isu-isunya sih, ini berkaitan sama program pemerintah yang akan melakukan pensiun massal dan perekrutan dosen besar-besaran di tahun 2014. Tapi, ini cuma isu yang kebenaran belum saya dapatkan hehe :mrgreen: Jadi, siapa tahu kuota tahun ini membludak, kan? Selain itu, dari pedoman yang saya baca, tahapan seleksi terlihat lebih rapi dan mungkin saja tidak terjadi kelulusan di universitas lebih celat dibanding kelulusan penerimaan beasiswa dari Dikti. Mungkin.

Poin penting untuk penerima BPPD 2013 Calon Dosen ini adalah kewajiban mengabdi setelah lulus. Saya juga belum bisa kasih informasi jelas mengenai ini. Soalnya, saya juga belum lulus :mrgreen: Tapi, dari pembicaraan komunitas penerima BU Dikti 2012 bersama pihak Dikti, pengabdian itu dilakukan di universitas pilihan kita atau ditentukan oleh Dikti. Mengenai apakah saat mengabdi, kita digaji oleh Dikti atau hanya oleh pihak kampus, saya belum tahu pasti. Yang jelas, pihak Dikti menyebutkan bahwa penerima BU Dikti 2012 Calon Dosen tidak mendapatkan jaminan akan jadi PNS hehe. Tapi bukan berati gak bisa ikut CPNS, ya … :mrgreen:

Gimana kalau sudah terlanjur kuliah di Pascasarjana? Apa bisa ikut mendaftar BPPDN 2013 ini? Nah, ini sih sesuai pengalaman saya. Saya pun ikut BU Dikti 2102 calon dosen ini setelah berjalan satu semester di pascasarjana (on-going). Rekomendasi yang diberikan pun dari kampus tempat saya belajar saat mendaftar (pascasarjana), bukan S1 asal. Dan, beruntungnya pelamar BU Dikti 2012 On-going pada tahun lalu lulus semua :D Tapi, beasiswa yang diterima untuk mahasiswa yang lulus BU Dikti On-going ini hanya untuk jangka satu tahun. Ya, tak apalah, yang penting rezeki. Lama pengabdian pun satu tahun lebih cepat dibanding penerima BU Dikti reguler.

Okedah, daripada berpanjang-panjang lebar, bagi yang berminat, silakan cari info lengkapnya di Google, tanya langsung ke pihak Dikti di lama resminya, atau langsung unduh Pedoman Beasiswa Pendidikan Pascasarjana Dalam Negeri (BPPDN) Dikti 2013 berikut:

 unduh

About these ads

110 thoughts on “Beasiswa Pascasarjana BPPDN Dikti 2013

  1. Mas saya penerima BU angkatan 2012 calon dosen, saat ini saya sedang menyelesaikan tesis saya. Karena bulan ini ada perekrutan CPNS, saya berniat mendaftar di lingkungan dikti tetapi menggunakan ijazah S1 saya dan berarti jika lolos misalnya saya akan menjadi tenaga kependidikan (staf di dikti), padahal saya calon dosen. Apakah itu nanti bermasalah? Dan apakah S2 saya nanti tidak diakui? Mohon penjelasannya, terima kasih

  2. Mas. Saya adalah penerima beasiswa dikti 2013.. saya mau naya. Jika nanti dalam masa pengabdian.. saya ingin ikut trs cpns apakah bisa mas?mohin info ny

  3. pak maaf mau tanya, di BPPDN Dikti apakah ada peraturan bahwa jurusan pemohon beasiswa hrs linier dgn homebas mengajar? sy jurusan pendidikan matematika (s1 dan s2) hendak mengajukan beasiswa s3 jur pendidikan matematika, sementara homebase sy sistem komputer, dan d sistem komputer sy mengajar utk mata kuliah permatematikaan. berkas sy tertahan d kopertis krn alasan staf kopertis jurusan s3 yg akan sy ambil tidak linier dgn jurusan dimana sy mengajar. apakah peraturan dalam pengajuan BPPDN ada syarat itu? setahu sy tidak ada pak, tp staf keukeuh mengatakan sy tdk bs ikut BPPDN. mohon infonya pak. makasih.

  4. saya mau nanya, kalau ikut beasiswa DIKTI yang LN untuk calon dosen, NIDN nya bagaimana ya? soalnya pas saya daftar online kok diminta NIDN. Ditunggu jawabannya. Maksih

  5. bermanfaat sekali infonya. saya mau tanya, ketika saya buka web beasiswa dikti ada pilihan daftar beasiswa. apakah link itu untuk registrasi saja atau bisa langsung daftar BPPDN? saya berniat daftar BPP-DN 2014. kira-kira infonya kapan ya keluar di web beasiswa dikti?
    terima kasih,:)

  6. kalau mau daftar BPPDN on going 2014 lewat link beasiswa.dikti.go.id itu ya? berarti harus nunggu pembukaan pendaftaran beasiswa utk yg periode sekarang gitu?

  7. misalkan saya menjadi penerima beasiswa bppdn dikti tahun 2013. tapi di tahun yg sama saya (iseng) ikut seleksi cpns dan ternyata diterima. bgmn dengan urusan pengabdian setelah lulus nanti?

  8. mas, saya ayik. saya berniat mengajukan beasiswa untuk calon dosen tahun ini. saya masih kurang jelas mengenai syarat untuk calon dosen. tolong di share mas, terimakasih..

  9. mas mau tnya.. sbnernya BPPDN dgn BU sama atau tdak?? sy minat untk ikutan BPPDN thn ni.. :)
    oia mas, pada tahap mngisi ksanggupan nnti, seandainy klo qta pny homebase yg mnandatangani surat rkomendasi itu wajib rektor kah?? kmpus sy dulu trpisah tmpat dngn kmpus utama atau sring dsebut kmpus daerah dr sbuah PTN yg dpimpin oleh direktur. nah dr kmpus sy dulu tu brsedia mmberikn surt rekomndasi kpd sy, klo seandainy yg mnandatangani surat rekomendasiny bkn rektor tp direktur boleh ga ya?? makasih ya mas :)

    • Sama saja. BPPDN itu program beasiswa tersebut mulai 2013. Sebelumnya bernama BU(DN). Setahu saya, yang menandatangani itu rektor. Tapi, untuk jelasnya silakan tanyakan pihak Dikti melalui e-mail yang ada di website Dikti.

    • Mungkin, tahun 2014 ini akan ada lagi BPPDN. Silakan cek di website Dikti (dikti.go.id) untuk informasinya. Biasanya infonya muncul sekitar Maret-April, sebentar lagi. Goodluck.

    • Kalau mendaftar beasiswa di tahun berjalan (on-going), silakan tanyakan ke bagian akademik/kemahasiswaan di kampus bersangkutan. Saya sendiri, di Unpad, sudah tersedia loket informasi khusus.

    • Maksud pertanyaannya bagaimana, ya?
      Jika sudah lulus S1 dan ingin mendaftar BPPDN, bisa mengajukan permohonan rekomendasi dari kampus asal. Dengan catatan, kampusnya termasuk kampus yang terdaftar Dikti (Kemdikbud, bukan Kemenag).

  10. mas ingin tanya, misalkan sudah daftar S2 di PTN dan diterima, tapi beasiswa BPP-DN ny tidak diterima, itu gmn ya? apakah studi S2 di PTN ny dibatalkan atau tetap lanjut dgn biaya sendiri? jika dibatalkan apa terkena sanksi/denda? karena saya daftar S2 lewat jalur BPP-DN.
    terimakasih

    • Studi tetap dapat dilanjutkan dengan biaya sendiri. Membatalkan studi S2 setelah lulus tidak dikenakan sanksi atau denda. Mbak hanya dianggap mengundurkan diri (jika tidak melakukan registrasi).

  11. mas mau tanya, apakah ada ketentuan dari dikti bahwa prodi pilihan s2 harus sama dengan prodi saat s1? saya dari jurusan sastra, ingin melanjutkan s2 di HI.. apakah bisa apply bppdn? terima kasih sebelumnya.

    • Setahu saya tidak ada aturannya kalo dari Dikti. Teman saya juga ada yang mengambil S2 Ilmu Budaya, padahal S1-nya dari Komunikasi. Mungkin masalahnya bukan di Beasiswa Dikti tapi di jurusan yang kita pilih di S2. Beberapa jurusan memang mensyaratkan pilihan harus linear dengan jurusan S1.

  12. mas mau tanya, apabila saya masih mengikuti program beasiswa dikti katagori dua untuk calon dosen,
    tetapi pada saat proses studinya,saya sudah diterima di slah satu PTN di indonesia,apakah saya harus mengganti biaya kuliah?

    • Diterima itu maksudnya diangkat PNS atau hanya diterima jadi dosen? Setahu saya, itu tidak masalah. Pada saat pengabdian, kita dapat ditempatkan oleh DIKTI atau di tempat mengajar sekarang (jika dimungkinkan).

  13. Mau tanya mas, sy sangat tertarik untuk mendapat beasiswa calon dosen ini dan sudah berencana untuk mendaftar tahun depan namun sy mendengar kabar dr salah satu rekan yg sudah mendapatkan beasiswa ini bahwa yg dapat mendaftar beasiswa ini hanya lulusan universitas negeri yg berada dibawah naungan Depdik, tidak bagi universitas dibawah Depag. Tp sy baca diatas mas bilang lulusan perguruan tinggi manapun dapat mendaftar beasiswa ini, mohon pencerahannya mas hehe.. :)

    • Betul, Mas. Yang boleh mendaftar hanya lulusan universitas yang berada di bawah Kemdikbud berhubung Dikti bagian dari Kemdikbud. Jika mas alumni UIN/IAIN, bisa mendaftar di semester 2 atau 3 (ongoing). Jadi rekomendasinya datang dari kampus tempat mas S2-nya.

    • Benar mas. Yang saya rasakan, dari tahun ke tahun beasiswa dari pemerintah memang lebih banyak. Contohnya, saat lulus SMA 2006 hanya ada PMDK yang hanya menjamin kelulusan, sedangkan sekarang ada Bidikmisi yang menjamin biaya hidup pula untuk jenjang S1.

  14. saya udah mendaftar lewat on line untuk bppdn tapi sampai sekarang belum ada kejelasannya, saya kurang mengeri untuk info selanjutnya karena di perguruan tinggi saya cuman saya yang daftar lewat bppdn. mohon infonya, trims

    • Saya kurang tahu apakah saat ini masih diperbolehkan atau tidak. Karena sekarang mahasiswa baru memulai aktivitas akademiknya. Silakan tanya pihak DIKTI melalui telepon yang tersedia di websitenya :)

  15. Nanya… tentang penempatan nantinya, apakah informasinya valid bahwa kita boleh memilih sendiri lokasi penempatan? Biasa, berhubung saya sudah berkeluarga, tidak bebas lagi ke mana-mana… :)

  16. Mas tau gak kira2 brp org pelamar yg dlu udh llos tahap administrasi & akademik dr kampus tp gak llos tahap verifikasi dikti?
    Atau paling gak, mas tau org yg mnurutny “untung2-an” itu. Soalny kita khawatir jg, ini d kampus udh minta bayar registrasi..
    Makasihh ;)..

    • Kalo sesuai pengalaman tahun lalu, di kampus saya, lolos semua untuk on-going. Selebihnya saya tidak tahu. Mungkin lolos semua karena kuotanya besar. Dan, tahun kemarin cuma ada satu tahapan kelulusan, yaitu tahapan administrasi aja :)

  17. mau tanya mas. temen saya yang dapet BU tahun lalu kq ga di ganti biaya matrikulasinya?
    dia s2 math di UGM. mohon pencerahannya?

  18. Assalamu’alaikum.. mau tanya Mas, Apakah nama2 yang terdapat pada lampiran 1 (penetapan Status Pelamar BPPDN) sudh pasti mndapatkan beasiswa ini?sekalipun nama sy ada di Lamp 1, namun sy agak ragu, karena dari beberpa kabar, katanya akan di adakan tes lagi bagi pelamar BPPDN yang namanya ad d lampiran 1…dan dari Dikti sndiri mngatakan bahwa nama2 yang ad d lampiran 1, baru lolos selksi akademik dan administrasi,,? hal ini mengisyaratkn ada seleksi lain lagi,,tolng pnjelasannya. terimakasih

    • Begini, Mbak. Saya tidak bisa bilang apakah nama-nama di lampiran 1 itu dinyatakan pasti lulus atau tidak. Saya hanya berbagi pengalaman saja. Tahun lalu (BU), sempat ada kabar akan ada seleksi lanjutan setelah seleksi administrasi, namun memang kebetulan seleksi itu tidak ada. Para pelamar BU tahun lalu ternyata dinyatakan lulus setelah seleksi administrasi.
      Untuk tahun ini (BPPDN), saya tidak bisa memastikan. Ya, ikuti saja proses selanjutnya sampai dikeluarkan SK dari Diktinya (biasanya bulan Agustusan). Kemarin sempat tanya ke pihak Pasca, katanya Dikti sendiri juga belum memastikan seleksi selanjutnya itu kapan dan prosesnya bagaimana. Berdoa saja yang terbaik :)

  19. Mbak mau tanya: Aku kan ikut BPPDN ‘n Alhamdulillah sejauh ini ketrima tapi belum verifikasi, jadi masih dalam tahap galau…
    Kalau tahun lalu yang diambil kampusku ada 28 orang tapi tahun ini cuma 20 orang. Menurut mbak, kira2 dari jumlah yang lebih sedikit itu, ada kemungkinan gak lolos verifikasi atau gimana? Jujur, aku bener2 galau soalnya ini berhubungan sama kelanjutan kerjaanku ngajar…

  20. Mas ak mau tanya, ak kan udh punya homebase, lalu ap ak jg msti bersedia dtempatkan dan ttp milih perguruan tinggi yg ditentukan dikti pada pengisian Kesanggupan? Kalau ak jawab “tidak”, pdhl tulisanny Wajib mengisi pilihan Perguruan Tinggi. Gmn dong? Makasih :)

    • Yang punya homebase dan pernah mengisi surat pernyataan akan mengajar dari homebase sih tidak masalah, nanti akan ditempatin di homebase. Tapi, jika belum punya surat pernyataan akan mengajar di homebase dan ingin mengajar di homebase, dapat membuat surat tersebut ke rektor kampus bersangkutan. Jika homebase masih memiliki kuota dosen, katanya bisa.

  21. Bang El, mau tanya..Kalo kita ikut tes seleksi S2 di dua kampus dengan beasiswa DIKTI apakah bisa?
    Contohnya pada bulan April saya mengikuti tes seleksi S2 di UI, trus pada bulan Mei saya mengikuti tes seleksi di UPI tapi dengan melamar beasiswa BU DIKTI. Apakah bisa?

  22. mas mau tanya, kan pengumuman bpp dn udh ada.
    alhmdllh sy lolos. tp sy bngung yg homebasenya.
    apa kita hrs mnta srt kontrak ke univ yg kita tuju setelah lulus, ato giman ya? biar saya punya homebase. sy bingung

    • Selamat ya, Mbak sudah lulus.
      Masalah homebase untuk tahun ini, saya tidak bisa jawab. Soalnya yang saya tahu, bukannya tahun ini pelamar BPPDN harus punya homebase kan? Yaitu, surat perjanjian akan mengabdi di kampus pemberi rekomendasi. Setahu saya sih begitu untuk tahun ini. Mohon koreksi jika salah.

      Tapi, BU tahun lalu (2012), tidak semua pelamar dipastikan mengajar di homebasenya (pemberi rekomendasi). Sebagian yang punya homebase adalah pelamar BU yang sudah dinyatakan akan ditarik untuk mengajar di kampus asal. Tapi, bagi pelamar yang belum ada dua opsi, yaitu mencari/melamar ke kampus tertentu atau menunggu penempatan dari DIKTI. Penempatan di DIKTI sesuai dengan database yang ada di websitenya, yaitu diprioritaskan untuk kampus negeri baru di kampus yang kekurangan dosen.

  23. 1. apa beasiswa dikti ini penuh atau sebagian. karena saya di salah satu universitas dikenakan biaya DPP dan matrikulasi. dikti hanya membayar biaya SPP saja plus living cost yg tiap bulan
    2. kemudian tulisan yg berbunyi AT COST di halaman 14 pedoman BPPDN itu mksudnya gmn? . karena yg saya tahu at cost itu biaya yang pernah kita keluarkan dalam pendidikan atau perjalanan akan diganti bila memiliki bukti nota.
    nuhun :D

    • 1. Untuk BPPDN tahun ini, silakan pihak DIKTI agar jelas mengenai itu. Tapi, pengalaman BU tahun lalu, pelamar BU yang kuliahnya dari awal dibiayai DIKTI, dapat mengajukan klaim biaya matrikulasi setelah perkuliahan berjalan. Jadi biaya matrikulasi diganti.

      2. At Cost besarannya disesuaikan dengan kampus masing-masing. Misalnya, di UPI dan Unpad, besaran SPP-nya kan beda jadi beasiswanya pun bergantung pada besar SPP di masing-masing kampus.

  24. Wah, menarik! Sebenarnya saya tertarik juga untuk mengejar BU, tapi akhirnya saya putuskan untuk fokus ke kerjaan yang lagi ditekuni sekarang ini, hehe….

  25. mas, mau nanya nih, suami saya kemaren dinyatakan lulus di salah satu PTN untuk menjadi salah satu peserta yg diusulkan untuk menerima BPPDN, waktu itu kita sama2 melupakan sesuatu bahwa itu statusnya masih “diusulkan” (ngga baca panduannya) *padahal udah seneng banget pake nlp orang2 terdekat pula, hadeuh…nah yg ingin saya tanyakan biasanya kemungkinan bener2 keterima/lolos dan dapet beasiswa dari dikti nya itu berapa % sih? apakah jika sudah dinyatakan lulus oleh PT penyelenggara itu kemungkinannya besar untuk lolos di DIKTI juga? mohon pencerahannya ya mas, lagi H2C nih…TIA

    • Saya gak bisa jawab berapa persen kemungkinan lulusnya, Mbak. Hanya saja, berdasarkan pengalaman tahun lalu, kuota mahasiswa yang diterima itu jauh lebih banyak dari tahun sebelumnya. Berdoa saja, Mbak :)

    • Insya Allah si ada. biasanya ada tiap tahun. Mari kita berdoa semoga tahun depan tetep ada dan kuotanya meningkat. Nanti yang udah lulus bppdn jangan lupa tebar2 info ke kawan seperjuangan dan adek2. biar pada semangat kuliah dan gak molor skripsinya. nanti nyesel, kesempatan ngikut beasiswa cuman sampe umur 26 utk s2 kan?

  26. Bang, mau tanya…Mungkin saya juga termasuk kategori ke-2, calon dosen atau sarjana-sarjana yang berminat menjadi dosen. Saya nanya2 ke jurusan tentang beasiswa ini..tapi syaratnya harus ada surat rekomendasi dari jurusan atau kampus masing-masing..Itu kayak gimana ya maksudnya?

    • Surat rekomendasi untuk mengikuti beasiswa ini. Jika kampusnya terdaftar di DIKTI, itu pasti paham dan akan memberi rekomendasi. Dulu saya dapat surat rekomendasinya di bagian akademik rektorat, mas …

  27. “Tapi, dari pembicaraan komunitas penerima BU Dikti 2012 bersama pihak Dikti, pengabdian itu dilakukan di universitas pilihan kita atau ditentukan oleh Dikti.”
    Mas.. mau tanya, kalo misal kita daftar BPPDN trus sdh menyertakan surat pernyataan dari rektor/direktur kampus yg kita inginkan apakah itu bisa dikatakan sbg ‘universitas pilihan kita’? dan kita tak perlu tanda tangan kontrak penempatan di Universitas pilihan dikti? Mohon pencerahannya mas.. ini ada yg mau daftar tp bingung disitunya mas :)
    Terima kasih..

    • Rektor/direktur pascasarjana pemberi rekomendasi maksudnya? Kalo benar begitu, berarti pemberi rekomendasi itu disebutnya “home base”. Nah, jika kita sudah punya home base dan kebetulan home base kita memerlukan tenaga dosen, maka kita tidak perlu mengabdi di tempat yang ditentukan DIKTI. Tapi, sebetulnya DIKTI tidak menentukan tempat kita mengajar melainkan kampus-kampus yang memerlukan tenaga dosen “akan melamar” para alumni BU ini dan kita harus siap dipilih oleh universitas itu.

  28. Mas mau nanya, kalo ttg surat perjanjian yg ada pakai materai plus tanda tgan kita k pihak dikti, kan ada juga tanda tangan dari pihak dikti, gmn dpetinnya? Cz kan surat perjanjiannya ∂ï unduh, terus kita Ўª♌g buat sendiri sesuai format. Terus apakah surat perjanjian itu syarat beasiswanya atau nanti kalau kita telah selesai pendidikannya?

    • Surat perjanjiannya seingat saya hanya kita sendiri yang menandatangani. Sebagai pernyataan bahwa kita setuju dengan ketentuan semua persyaratan yang diajukan DIKTI.

  29. “program pemerintah yang akan melakukan pensiun massal dan perekrutan dosen besar-besaran di tahun 2014″ ini emang bener, bukan isu, pengabdian univ yg dimaksud gak akan kita ketahui sampai akhirnya kita masuk proses wawancara, dan kabarnya yg dibutuhkan itu univ baru yg ada diperbatasan wilayah. info itu sya dapet pas mau daftar jadi asdos di unpad

  30. Mas, saya mau nanya, kalau pilihan jurusannya di web dikti tidak keluar dan di panduan diktinya ada itu gimana ya? maksudnya apa jurusan yang dipanduan itu belum tentu keluar untuk jalur bppdn?

  31. Mas, kalau mau daftar bppdn on going persyaratannya apa saja? terus kalau berkasnya sudah lengkap, bagaimana prosedur selanjutnya? saya sudah coba baca buku pedoman bppdn 2013, tp di sana saya tidak menemukan penjelasan mengenai hal ini. Saya juga sudah membuka web resmi dikti, tp sejauh yang saya lihat, petunjuk mengenai bppdn ini hanya untuk calon dosen yang baru mau mendaftar S2. Ataukah memang tahun ini tidak dibuka pendaftaran beasiswa on going? mohon dijawab. Terima kasih sebelumnya.

    • Untuk pendaftaran BPPDN On-going, sila mendatangi koordinator pascasarjana di kampusnya, Mas. Di kampus saya, pihak pascasarjana sudah menyediakan loket informasi untuk membantu pendaftaran BPPDN ini, Mas. Karena pada saat saya ikut ini juga, informasinaya saya dapat dari koordinator pascasarjana dan bagian akademik rektorat. Semoga membantu.

Silakan komentar apapun :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s