Ospek

Awal kuliah tentu gak bisa terlepas dari yang namanya ospek. Ya, kegiatan orientasi ini hampir biasa dilakukan di setiap kampus. Begitu juga saat saya jadi mahasiswa baru. Awalnya, saya sebenarnya malas buat ikut ospek. Yang kebayang saat itu, pasti kekerasan, bentak-bentakan, hukum-hukuman, waaa … pokoknya seabreg hal gak lucu yang saya gak suka, deh. Tapi, bagaimana pun, toh ospek wajib diikuti.

Sampai datang waktunya, saya dan semua mahasiswa unyu baru alias maru manut-manut aja sama panitia ospek yang gak lain adalah senior-senior di kampus. Mulai dari seremoni formal di kampus hingga ke tempat tujuan, yaitu perkebunan di Pangalengan, Kabupaten Bandung. Entah kenapa, senior waktu itu memang sangar-sangar wajahnya. Gayanya sok wibawa.

Hari pertama di lokasi, para maru masih bisa ketawa-ketawa lepas, bahkan saat olahraga (seperti pada di foto pertama). Mereka nampak gak ada beban. Hanya saja, panitia mulai bikin aturan-aturan aneh buat peserta. Misalnya, saat disuruh baris-berbaris, para maru disuruh hormat ke panitia dengan salam hormat yang gak lucu banget. Di setiap kesempatan, salam hormat itu kudu dilakuin. Culunnya, para maru kok mau-maunya nurut panitia? Hmmm … saking sangarnya wajah mereka, mungkin.

Salam hormat yang nggak lucu ...

Lebih parah lagi, saat makan, para maru kudu berhadap-hadapan sepasang-sepasang. Bahkan, semuanya harus saling menyuapi. Wiii … apalah artinya, seorang mahasiswa kudu pintar nyuapin orang? Setelah beres makan dan istirahat, para maru mendapat aneka macam materi yang menarik, kayak penulisan, drama, manajemen pertunjukan (teater), simulasi sidang, dan lain-lain.

Yang gak kalah menarik, yaitu materi simulasi aksi alias demo. Ini kali, ya, cikal bakal mahasiswa doyan demo. Sejak pertama masuk kuliah aja, udah dikasih “teori-teori” demo sekaligus praktik. Yipiii … Dulu, ceritanya, para maru mendemo panitia tentang ketidakpuasan mereka terhadap pelayanan ospek ini. Para maru berbagi posisi dan tanggung jawab. Gak lupa, mereka meneriakkan yel-yel yang isinya kebanyakan cemoohan dan kata-kata kasar.

Panitia bak pejabat DPR yang siap didemo. Sebagian kayak polisi yang jaga-jaga demo. Seolah polisi beneran, sebagian menyemprot para pendemo dengan air comberan. Wiii … emangnya gas air mata sejijik itu kah? Hah, ada-ada saja emang tingkah laku para mahasiswa itu, baik para maru maupun panitia yang juga senior. Bahkan, saya baru menyadarinya hari ini, setelah nulis tulisan ini.

Tapi, semua yang telah saya lalui dengan kawan-kawan saat itu adalah pengalaman yang sangat menarik di awal kuliah. Terlepas dari apa motif diadakan ospek seperti itu, saya tetap suka mengikutinya dan … mengenangnya saat ini :)

___________________________________________________________________________________________________________

Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog #sukasuka di genksukasuka yang disponsori oleh Bunda Desi, Kak Juli, dan Teh Ani Berta

lomba blog #sukasuka

72 thoughts on “Ospek

  1. Yap, benar sekali kisah opspek walau masih abu2 apa motivasinya tapi jujur saja sangat mengenangkan :)
    Ceritanya seru ih hehehe…moga beruntung yah :D

  2. Kampusku dulu Alhamdulillah ga ada ospek… Dan ternyata tanpa ospek pun anak baru bisa2 aja tuh akrab sama senior… entah dari kegiatan klub atau pelajaran.. Hmmm…

  3. udah pernah ngerasain jadi panitia ospeknya belum el?
    itu jauh lebih ga ngenakin lho, krn pusing dengan segala macam rapat, belum lagi debat kusir soal konsep ospeknya, mikirin tugastugas yg layak dikasihnya, dibentakbentak juga sama penanggungjawab aka dosendosen
    krn udh ngerasain duaduanya saya bisa bilang jd peserta ospek jauh lebih menyenangkan drpd jd panitianya :D

  4. Ping-balik: 5 Hal | ekoeriyanah

  5. hm…kalau sekedar suap-suapan kayaknya masih wajar tuh mas. waktu saya ospek, teman-teman dr jurusan sebelah malah disuruh bersihin gigi teman-sesama gender- di depannya, jijik nggak tuh???

    #kunjungan pertama… :D

  6. Iya, aku juga sekarang suka heran. Kok mahasiswa baru dulu mau-maunya ya disuruh dan dikerjain panitia gitu?? hahaha :lol: *bertanya pada diri sendiri juga mengingat pengalaman Ospek dulu, :lol: *

  7. ketika pertama kali mengenal dunia kerja, saya dan kawan-kawan juga mengalami hal serupa…instruktur lapangan dan pengawasnya dari satpam….galak dan gak segan memberi hukuman……..

  8. Assalaamu’alaikum wr.wb, Elfarizi…

    Ospek memang asyik sebagai kenangan masa kini, tetapi lelah dan sakit hati ketika sedang mengalaminya. Saya juga pernah mengikutinya malah sempat kabur dan bersembunyi di atas loteng asrama. :D

    Kini, ospek berbentuk kekerasan, bentakan dan hukuman tidak ada lagi di Malaysia. Ia diganti dengan Minggu Silaturahmi yang lebih berbentuk ilmiah dan kesedaran diri.

    Semoga menang dalam lomba tulisnya.

  9. Wah..ini Opspeknya seru juga. Tapi kenapa pake pelajaran demo ya? Untuk mengantisipasi situasi politik ke depan? he he..

    Tapi entah kenapa, Opspek memang selalu punya sisi menyenangkan dan sisi menyebalkan – tapi pada saatnya nanti, mungkin banyak yang setuju bahwa yang dulunya menyebalkan itu ternyata menjadi kenangan yg cukup manis juga..

    Semoga sukses dengan lombanya, Fa..

  10. akuuuu juga suka deh sama postingan ini, semoga menang ya :)
    menarik deh, ada simulasi demonya hehe
    aku udah kuliah 6 semester belum pernah demo loh, simulasinya pun blm pernah hehe

  11. kalau saya baca materi yang diberikan panitia masuk akal… beda dengan ospek di jurusan saya. materinya aneh2, kerangka berpikir benar lah, insan kamil lah, dan masih ada lagi beberapa materi yang aneh….. di tambah pematerinya yang aneh.

    ospek ini di bingkai dalam kerangka LDK (latihan Dasar Kepemimpinan). tapi setelah ikut rasanya g’ ada yang bisa di aplikasikan untuk menjadi seorang pemmpin,,,,

Silakan komentar apapun :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s