Setelah mengalami kesal dan merasa karya saya dianggap sampah sama pihak sekaliber Kemenkominfo (dicurhatin di sini dan di sini), akhirnya sekarang saya bisa sedikit senyum-senyum dan bersyukur. Ternyata, masih ada pihak yang mau mengapresiasi karya-karya saya yang sama sekali jauh dari bermutu (#merendahkan diri, menaikkan mutu
). Hari ini, saya ditelepon Pak DS, paman dari kawannya kawan saya (nah, loh!). Kebetulan beliau bekerja di salah satu penerbit buku di Jakarta dan hendak membuat pelatihan menulis untuk anak SMA. Terus, hubungannya sama saya?
Nah, kata beliau, salah satu materinya adalah penulisan cerita humor untuk blog! Nah, loooh! Tanpa mikir panjang, saya langsung bilang, “Loh, humor? Bapak gak salah alamat, kok saya disuruh ngisi cerita humor? Gak ada riwayatnya saya nulis humor.” Lalu Pak DS menjawab, “Mas ini kan bukan Ayu Tingting, jadi saya pikir gak salah alamat.” Yaelah, kok, malah si Bapak yang ngelucu. Padahal Pak DS aja yang ngisi kalau gitu, hehehe
“Bapak mending undang penulis profesional dan terkenal, sekaliber Raditya Dika, kek? Saya, kan, cuma blogger,” tanya saya lagi.
“Ya, Mas bukan saya minta buat ngisi, kok. Kalau materi, pasti saya undang penulis cerita humor,” jawab Pak DS.
Plaaak! Sebuah tamparan keras. Berarti saya ke-GR-an, donk. Saya pikir jadi pengisi materi, hahaha
Lantas, jadi apa donk? Kesimpulannya, Pak DS minta saya menulis beberapa artikel ringan (seputar tips atau anekdot, dll) untuk dijadikan materi pendukung. Awalnya saya pengen nolak, karena gak pede. Apalagi, perasaan saya belum pernah nulis tips-tips yang Pak DS sebut sebagai “humor”. Tapi, keuntungannya bagi saya adalah saya bisa main ke Jakarta ikutan pelatihan yang diadakan Pak DS. Apalagi kalau yang diundangnya penulis-penulis terkenal. Mau laaah!
Ternyata, eh, ternyata, Pak DS meminta saya menulis tulisan yang sama dengan beberapa tulisan dalam blog saya. Katanya, dia baca beberapa postingan saya yang menurutnya lucu. Padahal, swear … gak ada sama sekali niat membuat orang ketawa. Yang ada, tulisannya geje, gak mutu, gak penting, dan murni cuma buat ngisi waktu saja. Lagi pula, maksud Pak DS bukan cerita humor, melainkan tips-tips ringan, sederhana, tapi gokil. Anyway, saya tetap harus bersyukur dikasih amanah sama Pak DS. Utamanya, beliau sudah mengapresiasi tulisan saya. Jauh lebih bermartabat daripada yang suka maen comot sembarangan.
Ini dia, beberapa tulisan saya, yang kata Pak DS, saya harus menulis tulisan yang serupa. Nah, loh? Saya betul-betul bingung. Lagipula, itu tulisan jadul. Sekarang sama dulu beda, kan, udah beda zaman
Bagi yang punya ide, silakan share. Barangkali, saya bisa ajak bantu Pak DS
1. Tipe-tipe Cowok dari Cara Bicaranya
2. Sepuluh Hal yang Bikin Cewek Ilfil Sama Cowok

Saya gak punya ide gimana menulis lucu karena emang gak pernah bisa melucu. Yang jelas tantangan Pak DS diterima saja Mas…Lama-lama juga pasti kepikiran..
Iya, Mbak … itu dia. Sama saja dengan saya. Tapi kalau ditolak, saya bakal ketinggalan event yang diadain Pak DS. Kan sayang kalau dilewatin
Thanx, Mbak
Hihi….fotonya bikin ngakak
Saya udah baca juga keempat tulisannya, emang gokil semua
Hehehe, makasi Mbak Alisha … padahal murni itu cuma tulisan ngasal, daripada bete