temanSeorang teman datang menghampiri ane yang lagi duduk sendiri. Di pojok kampus mesjid kampus (Jangan ngucapin subhanallah, ya!). Awalnya ane lagi memandangi orang yang lalu lalang. Diam. Berdzikir. Berdzikir = ingat. Jadi, maksudnya ane lagi dalam keadaan ingat. Tidak gila. Teman itu pun menyapa. “Hay!” Lalu ane menjawab sekenanya, “Woy, bos!” Mengapa sekenanya? Karena ane tak terlalu kenal dekat dengannya. Ane kenal, waktu dulu Ospek pas masuk kampus ini.

Setelah terjadi perbincangan yang cukup alot. Hingga akhirnya ia duduklah di dekat ane. Nampaknya ia senang ngobrol dengan ane yang sedari tadi duduk di mesjid seperti menunggu buka puasa. Padahal ane tak puasa. Tapi tak makan juga, karena uang pas-pasan. Kemudian terjadilah suatu peristiwa yang tak mungkin ane lupakan. Kita ngobrol dan ia memberikan ane sebungkus permen Kiss. Di belakang bungkus permen tersebut, terdapat tulisan : Nice Try.

Entah apa artinya. Yang jelas kita ngobrol. Maaf, dialog yang terjadi tak dapat ane gambarkan. Ane cuma akan menjelaskan resume perbincangan yang hangat namun mengagetkan ini. awalnya kit basa-basi yang cukup basi. Namun lama-lama pembicaraan ini mengarahkan pda satu topik. Ia nampaknya ingin curhat. Dan, dengan senang hati ane tanya apa yang sedang jadi masalahnya.

Ia mengaku kenal seseorang dari SMS nyasar. SMS itu dari seorang lelaki. Kebetulan ia pun lelaki. Sebetulnya gak perlu dipermasalahkan. Namun karena rasa penasaran, maka ia jadi mempermasalahkan SMS itu. Artinya, ia menindaklanjuti pertemanan nyasar itu. Loh, biasanya laki-laki kan jarang begitu. Seperti chatting di Yahoo Mesengger. Kalau tau, ternyata yang diajak ngobrol itu M –inisial male, yang artinya laki-laki– serta merta kita pasti bilang goodbye.

Menurut pengakuannya, ia hanya ingin mengobati rasa penasaran. Juga ia bilang, bahwa tak masalaha kalau kita mau menambah teman hingga punya banyak teman. Alhasil, dua orang lelaki yang belum bertegur sapa secara langsung itu pun memutuskan untuk bertemu. Bahasa kerennya kopdar, kopi darat. Berhubung mereka sama-sama satu kampus : Universitas IAIN Negeri. Teman ane itu mengundangnya ke kamar kos. Katanya agar leluasa ngobrolnya.

Yang ane tangkap dari curhat-nya, adalah adanya indikasi kasus yang tak diharapkan untuk terjadi. Makin lama, ia makin malu tuk bercerita. etelah mengeluarkan jurus wartawan, ane berhasil menginvestigasinya. Dan, ********* oh, No. Ternyata terjadi ikatan yang tak dapat diwajarkan oleh sebagian orang, apalagi mayarakat Indonesia. Teman ane mengaku pada pertemuan pertamanya itu ia melakukan hal yang tk semetinya terjadi antara dua orang lelaki. Kasarnya, laki-perempuan aja kalau belum menikah, haram melakukannya, apalagi laki-laki dengan laki-laki.

Tersentak juga ane mendengarnya. Lalu mengapa hari ini ia tampak lesu? Ternyata ia mengaku menyesal melakukan hubungan itu. Ia menyadari bahwa perilakunya tidak normal, dan ia merasa was-was kalau bertemu dengan teman ‘main’ nya itu. Ternyata, ia tahu banyak tentang dunia itu dari temannya itu. Temannya teman ane itu bilang bahwa di kampus kita saja banyak makhluk-makhluk serupa, apalagi di Bandung, apalagi di Indonesia.

Walaah, ternyata eh ternyata. Ia pun menyudahi ceritanya. Ia meminta ane untuk tidak menceritakan kembali kisahnya. Ya, iya lah. Pastinya ane jaga rahasia. Kalau dalam tulisan ini, ane ceritakan. Sekedar berbagi pelajaran. Ane akhirnya memutukan untuk tingkatkan lagi keimanan ini (!!!!!!). Ya, mudah-mudahan selalu terhindar dari segala perilaku keji seperti itu. Terakhir, hati-hatilah ‘dia’ ada di sekitar Anda.